Data Singkat
Haji Johannes Cornelis Princen, Wakil Ketua Caretaker YLBHI, 1995 / Haji Belanda Pejuang HAM | 21 Nov 1925 – 22 Feb 2002 | Ensiklopedi | P | Laki-laki, Islam, , Wartawan, intelijen, pengacara, YLBHI
Ketua Umum Lembaga Pembela Hak-Hak Azasi Manusia ({LPHAM) (sejak 1966)
Pimpinan Yayasan LBH Indonesia (1970)
Wartawan untuk suratkabar dan Radio Belanda di Indonesia (1969-1972)
Pengacara (sejak 1979)
Pendengar dalam Pengkajian Pokja Petisi 50 (1988)
Mendirikan Serikat Buruh Merdeka
Setia Kawan dan menjadi ketuanya (1990)
Menjadi Wakil Ketua Caretaker Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) (1995)
Kegiatan Lain:
Dijatuhi Hukuman mati di Utrecht
Penghuni kamp konsentrasi Jerman di 7 kota Eropa
Ditangkap sewaktu peristiwa Madiun, bebas 19 Desember 1948
Ditahan atas peristiwa PRRI Permesta
Ditahan atas perintah Presiden Soekarno (1962-1966)
Ditahan akibat peristiwa Malari (1972-1976)
Ditahan atas tuduhan menganggu sidang DPR (1978)
Turut membela para tertuduh dalam kasusTanjung Priok (1984)
Dipanggil Kejaksaan Agung (Kejakgung) berkaitan dengan keikutsertaannya pada konferensi tentang Timor Timur (APCET/Asia Pacific Conference on East Timor) di Kuala Lumpur, Malaysia (November 1996)
1953: Soekarno meresmikan proyek pembangunan Waduk Jatiluhur.
1994: Genosida Rwanda dimulai, menewaskan lebih dari 800.000 orang dalam 100 hari.
1948: WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) resmi berdiri.
07 April
Nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Pulau Sumatera disebut juga Suwarnadwipa ("pulau emas"). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi.