Data Singkat
Izaak Huru Doko, Pahlawan Nasional / Pahlawan Nasional Asal NTT Pertama | 20 Nov 1913 – 29 Jul 1985 | Pahlawan | I | Laki-laki, Kristen Protestan, Nusa Tenggara Timur, Pahlawan, kemerdekaan, NTT, NKRI, kupang
Nama:
Izaak Huru Doko
Lahir:
Seba, Pulau Sabu, NTT, 20 November 1913
Wafat:
Kupang, 29 Juli 1985
Gelar kepahlawanan:
Pahlawan Nasional (SK Presiden RI No. 085/TK/Tahun 2006, tanggal 3 November 2006)
Agama:
Kristen
Pendidikan:
MULO, Ambon
HIK (Hollandsche Inlandsche Kweekschool) atau Sekolah Guru<
Karier:
Ketua Partai Politik Perserikatan Kebangsaan Timor di Kupang
Kepala Bunkyo Kakari (Pengajaran/Penerangan) di Kupang
Pengasuh surat kabar Timor Syuho
Penasihat (adviseur) utusan Timor ke Konferensi Malino
Pengurus Gabungan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (GAPKI) di Makassar
Referendaris pada Kantor Inspeksi Pengajaran Provinsi Sunda Kecil di Singaraja
Inspektur SR (Sekolah Rakyat) Provinsi Sunda Kecil
Kepala Inspeksi SR Provinsi Sunda Kecil
Kepala Dinas PP dan K Provinsi Sunda Kecil
Koordinator Inspeksi Pengajaran Provinsi Sunda Kecil
Anggota Perutusan Sunda Kecil
Kepala Perwakilan Departemen P & K Provinsi NTT
Dekan Koordinator IKIP Malang Cabang Kupang
Organisasi:
Pemuda Timor (Timorsche Jongeren)
Ketua Yayasan Pendidikan Kristen NTT (Yupenkris)
Dewan penyantun APDN
Mendirikan Akademi Teologia Kupang
Mendirikan Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang
Anggota Presidium dan Dewan Penyantun Universitas Nusa Cendana-Kupang
Penasehat Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)
Ketua Palang Merah Indonesia NTT
Perjuangan:
Memberikan dukungannya terhadap kemerdekaan dan kedaulatan NKRI dengan langkah dan kerja konkrit di daerahnya yang jauh dari pusat pemerintahan di Jawa
1886: Unjuk rasa besar buruh di Chicago, menuntut jam kerja 8 jam, jadi cikal bakal Hari Buruh Internasional.
1952: Jepang mendapatkan kembali kemerdekaannya setelah pendudukan AS.
1960: Uni Soviet menembak jatuh pesawat mata-mata AS U-2.
01 Mei
Tiga Anak Indonesia juara Kompetisi Seniman Internasional 2010. Lukisan ketiga anak tersebut masuk dalam 315 lukisan terbaik dari sekitar 10.000 lukisan yang disampaikan kepada panitia. Mereka adalah siswa Ananda Visual Art School Bandung, yakni Michelle Wijaya (6) dan Ellen Setiawan (8) untuk kelompok usia di bawah 10 tahun, serta Shubham Patni (13) untuk kelompok usia 11-15 tahun.