Data Singkat
Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, MS, Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) / Rektor Kaya Terobosan | 29 Apr 1958 | Direktori | M | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, Guru Besar, Pendidikan, Rektor, universitas, perintis, universitas andalas, Wakil Menteri, wamen
Nama:
Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, MS
Lahir:
Padang Ganting, Tanah Datar, Sumatera Barat, 29 April 1958
Pekerjaan:
Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bidang Pendidikan (2011-2014)
Agama:
Islam
Istri:
Dra. Nasni Yetti
Anak:
3 orang
Pendidikan:
Alumnus Pascasarjana University of The Philippines, Los Banos
Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang, tahun 1983
Karir:
Rektor Universitas Andalas, 2006-2009, 2009-2013
Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Universitas Andalas, 2002-2005
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas, 2000-2002
Sekretaris Lembaga Penelitian Universitas Andalas, 1994-2000
Dosen di Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, 1984
Ketua Majelis Tinggi Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MTRPTN)
Wakil Komite Tetap Pengembangan Mutu & Industri Pendidikan, Kadin Indonesia
Prestasi:
Sebagai PTN Terbaik II Nasional di luar Pulau Jawa (Hasil Akreditasi BAN PT)
Peringkat 14 Nasional, kriteria alumni perguruan tinggi yang paling diminati perusahaan atau Peringkat I di luar Pulau Jawa (versi Pusdata Majalah Tempo tahun 2006)
Universitas dengan jumlah guru besar terbanyak (130 Guru Besar/Profesor) di Sumatera (2010)
Peringkat 26 dari 100 perguruan tinggi terbaik di ASEAN dan peringkat 8 di Indonesia (terbaik di luar pulau Jawa) berdasarkan survey WebomeÂtric per Januari 2011
1950: Letjen Abdul Haris Nasution diangkat sebagai KSAD.
1976: Supersonik Concorde mulai layanan komersial.
1924: Kematian Vladimir Lenin, pemimpin Revolusi Bolshevik.
21 Januari
Nama Indonesia mulai muncul sejak tahun 1850 dan mulai lebih dipopulerkan kepada para sarjana Belanda pada 1884. Adapun warga pribumi yang memulai penggunaan nama Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara. Tatkala Ki Hajar diasingkan ke Belanda pada 1913, beliau mendirikan biro pers Indonesische Pers-bureau.