SBY dan Peluang Prabowo

[ Agus Harimurti Yudhoyono ] [ SBY 10 Tahun Wacanakan Kemandirian Pangan ] [ Prabowo Subianto ]
 
0
162
Pertemuan tertutup SBY, AHY dan Prabowo

Capres Gerindra, Prabowo Subianto, membuka peluang menjadi pesaing sepadan petahana Jokowi setelah SBY menyatakan dukungannya. Dukungan SBY dan Partai Demokrat tersebut menjadi darah segar yang amat signifikan membuka peluang Prabowo untuk bersaing secara ketat dengan Jokowi dalam Pilpres 2019.

Tanpa dukungan SBY/PD dan hanya mengandalkan Gerindra, PAN dan PKS, hanya keajaiban yang mungkin membuat Prabowo tidak kalah telak. Dukungan Gerindra, PAN dan PKS (yang didukung ulama ‘anti’ Jokowi) sudah dapat diprediksi, Prabowo (siapapun Cawapresnya dari PAN, PKS dan ulama ‘anti’ Jokowi) akan memperoleh suara dalam kisaran 40% (plus-minus 3%).

Prabowo tampaknya sangat menyadari bahwa memilih Cawapres dari PAN, PKS atau ulama ‘anti’ Jokowi tidak akan menaikkan suara pemilihnya dari kisaran 40% tersebut. Hal ini terlihat dari ‘keenggaan’ Prabowo mengakomodir Cawapres yang disodorkan PKS, PAN dan ulama. Prabowo mungkin sangat menyadari bahwa bagi PAN terutama PKS dan ulama ‘anti’ Jokowi yang terpenting adalah 2019 Ganti Presiden, dalam kata lain Asal Bukan Jokowi. Jadi siapa pun Capres dan/atau Cawapresnya yang terpenting 2019 Ganti Presiden. Maka, mereka tidak akan lari kemana-mana kendati Prabowo memilih Cawapres dari luar PAN, PKS dan ulama ‘anti’ Jokowi. Termasuk dalam kategori ini Anies Baswedan.

Sementara jika Prabowo memilih Cawapres di luar PAN, PKS dan ulama ‘anti’ Jokowi, akan menjadi darah segar yang memungkinkan perolehan suaranya naik menjadi di atas kisaran 40% dan berpeluang berharap kenaikan tersebut di atas 10% sehingga mencapai di atas 50% (menang).

Maka dalam konteks ini dukungan SBY/PD menjadi amat penting. Masalahnya, apa syaratnya supaya dukungan SBY/PD tersebut benar-benar menjadi nyata? Hanya satu syarat mutlakya yakni menetapkan AHY menjadi Cawapres. Tanpa syarat utama ini, SBY/PD akan sulit diharapkan memberi dukungan all out secara nyata. Mungkin dukungan wacana dan retorika akan diberikan. Sehingga simpatisan SBY/PD sebagian (mungkin sebagian besar, terindikasi dari PD Jatim) akan mengalihkan pilihan kepada Jokowi. Tapi jika memilih AHY, dipastikan SBY/PD akan memaksimalkan semua potensi yang dimilikinya, terutama logistic (pendanaan). Bukankah masalah pendanaan menjadi salah satu masalah rumit bagi Prabowo saat ini, setelah banyak hartanya terkuras dalam Pilpres 2014 lalu?

Maka, apakah Prabowo akan memilih AHY jadi Cawapres? Jawaban pertanyaan ini menjadi kunci: Ya atau tidak! Kemungkinan jawabannya: Ya! Hal ini terindikasi dari pernyataan terbuka SBY dan Prabowo bahwa SBY menyerahkan sepenuhnya pilihan Cawapres kepada Prabowo dan tidak menyorong-nyorongkan AHY. Pernyataan ini adalah bahagian dari seni politik tingkat tinggi. Prabowo tampak sangat memahami seni politik ini. Terindikasi dari pernyataan Prabowo tentang kemungkinan Cawapresnya: AHY, why not?

Mudah-mudahan Prabowo tidak salah perhitungan memilih Cawapresnya. | Ch. Robin Simanullang

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here