Walikota Surabaya Terbaik

[ Tri Rismaharini ]
 
0
387
Tri Rismaharini
Tri Rismaharini | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Ir. Tri Rismaharini, MT, akrab dipanggil Risma, selama lima tahun memimpin kota metropolitan Surabaya, sejak 28 September 2010 hingga 28 September 2015, berhasil mengukir berbagai prestasi yang mendapat apresiasi publik dan dunia. Kecemerlangan prestasi yang mendapat apresiasi publik itu, pantas menempatkannya sebagai Walikota Surabaya terbaik.

Tri Rismaharini, kelahiran Kediri, Jawa Timur, Senin, 20 November 1961 adalah wanita pertama menjadi walikota yang terpilih melalui pemilihan kepala daerah secara langsung sepanjang sejarah demokrasi Indonesia Dia merupakan sosok pemimpin perempuan yang amat berani, tegas dan tak kenal kompromi. Dia pemimpin perempuan pemberani, bermental baja, melebihi kebanyakan pemimpin pria.

Tidak pernah takut berhadapan dengan siapa pun dalam menjalankan tugasnya. Baik terhadap para elit politik (sipil maupun militer), maupun terhadap tekanan pers dan publik. Sarjana Arsitektur dan Magister Manajemen Pembangunan Kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu, seorang pemimpin yang tak pernah kehilangan nyali kendati ketika ada pihak yang mengancam membunuhnya. Karena, “dalam menjalankan tugas, mati pun saya ikhlas,” kata Risma berulangkali.

Dia walikota bertindak sebagai pelayan sekaligus pemimpin bagi warganya. Demi kepentingan warganya (kepentingan umum), demi pembangunan kota Surabaya dia berani bersikap dengan tegas. Tidak mau berkompromi dengan kepentingan-kepentingan pihak tertentu, termasuk kepentingan sahabat, konstituen, para politisi dan partai pendukung. Apalagi dengan sikap (integritas) kepemimpinan yang seperti itu, dia pun berhasil menghadapi berbagai tantangan hingga meraih berbagai prestasi yang manfaatnya dirasakan warga kota Surabaya.

Dari pantauan (observasi) TokohIndonesia.com, selama lima tahun menjabat Walikota Surabaya, Risma, penerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), itu berhasil membenahi berbagai aspek kehidupan warga dan pembangunan Kota Pahlawan itu secara keseluruhan dan berkelanjutan. Secara kasat mata, lihat saja bagaimana kemajuan dan keasrian kota Surabaya sejak dipimpin oleh Risma. Bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Maka pantas setiap tahun dia sering kali mendapat penghargaan dari dalam dan luar negeri. (Baca biografi Risma: Walikota Terbaik Dunia). Di antaranya, Risma berhasil menempatkan kota Surabaya menjadi pemenang Adipura Kencana selama empat tahun berturut-turut, 2011, 2012, 2013 dan 2014 untuk kategori kota Metropolitan. Adipura Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kota-kota yang melampaui standar dari aspek pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan tanah, perubahan iklim, sosial, ekonomi dan keanekaragaman hayati.

Pada 2012, kepemimpinan Risma membawa Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan. Surabaya menerima penghargaan Kota Berkelanjutan ASEAN, Environmentally Award 2012.

Pada Oktober 2013, juga memperoleh penghargaan Future Government Awards 2013 tingkat Asia-Pasifik di bidang data center dan inklusi digital, menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik, terutama India dan Singapura yang merupakan negara pesaing terkuat. Penghargaan itu diraih melalui Media Center Pemerintah Kota Surabaya dan Data Inclusion melalui “Broadband Learning Center” (BLC). Dua trofi itu diterima Tri Rismaharini MT, di Angsana Laguna Phuket, Thailand. Trofi itu dikirab keliling kota oleh Wali Kota bersama jajaran SKPD Pemkot Surabaya mulai dari markas Korem 084/Bhaskara Jaya Surabaya menuju Taman Surya di Balai Kota Surabaya.

Dia menerapkan sistem respon cepat (central clearing house) dengan mengambil inspirasi dari sistem respon pelanggan dari restoran cepat saji McDonald’s. Warga Surabaya dapat mengirim keluhan dan saran dengan telepon, sms, surat elektronik, fax, situs internet dan sosial media.

Surabaya membangun Broadband Learning Centre untuk memberi pelatihan bagi petani agar terkoneksi dengan jaringan sistem pelayanan daring. Sistem ini memudahkan petani dan pekerja sektor lain untuk membangun akses pemasaran produk.

Penataan taman yang demikian apik di Surabaya, Taman Bungkul, juga pernah meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013. Masih tahun 2013, Risma juga pernah masuk nominasi 10 wanita paling inspiratif versi Majalah Forbes. Forbes mengapresiasi Risma yang sanggup mengalahkan rencana yang didukung DPRD setempat membangun Jalan Tol Tengah Kota. Sebagai gantinya, Risma malah memperkenalkan program pembangunan monorail dan trem sistem.

Pada Februari 2014, Risma dinobatkan sebagai Mayor of the Month atau wali kota terbaik ketiga di dunia versi “World Mayor Project” (WMP) atas keberhasilannya memimpin Kota Surabaya sebagai kota metropolitan yang paling baik penataannya.

Juga mendapat penghargaan internasional berupa “Innovative City of the Future” dalam acara Socrates Award Ceremony bersama dengan beberapa walikota dari seluruh dunia, dari lembaga Europe Business Assembly (EBA) bertempat di Institute of Director di London, Rabu, (17/4/2014). Menurut Sekretaris pertama KBRI London, Hastin Aristya Bakti Dumadi, Event Director EBA Charles Hayes, menjelaskan penghargaan tersebut diberikan kepada Walikota Surabaya sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasinya.

Pada akhir 2014, Surabaya kembali menerima penghargaan internasional Future City versi FutureGov untuk Surabaya Single Window (SSW). Penghargaan ini diberikan untuk sistem pelayanan kemudahan izin investasi Kota Surabaya.

Februari 2015, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menempati urutan ketiga daftar penghargaan wali kota terpuji dunia versi World Mayor. The City Mayors Foundation mengumumkan nama-nama wali kota terpuji dunia dalam situs resminya www.worldmayor.com pada Selasa, 3 Februari 2015.1]

The City Mayor Foundation memandang Risma sebagai kepala daerah yang paling sering dibicarakan. Risma telah menarik perhatian nasional dan internasional dalam mempromosikan kebijakan sosial, ekonomi, dan lingkungan dengan penuh semangat di Surabaya. Sejak Risma terpilih sebagai Walikota pada 2010, Surabaya telah mempunyai sebelas taman terbesar dengan berbagai tema. Beberapa di antaranya memiliki akses Wi-Fi dan perpustakaan serta fasilitas olahraga. Surabaya juga dianggap berhasil menyediakan serapan air sehingga tidak terjadi banjir parah seperti Jakarta. Menurut Risma seperti yang dikutip dalam situs worldmayor.com, sebuah kota harus menjadi rumah pertama dan utama bagi warganya.

Maret 2015, Risma masuk dalam jajaran 50 tokoh berpengaruh di dunia versi majalah Fortune bersama tokoh-tokoh lain seperti Paus Fransiskus, pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, Perdana Menteri India Narendra Modi, penyanyi Taylor Swift, pebasket Lebron James, pembawa acara Tonight Show Jimmy Fallon, dan CEO Apple Tim Cook. Risma dinilai berhasil melakukan banyak terobosan luar biasa di Surabaya tentang lingkungan. Dia juga dinilai telah berhasil mengubah kota besar dengan jutaan penduduk yang sarat polusi, kemacetan dan kekumuhan menjadi kota metropolitan yang tertata, kaya akan taman lanskap dan ruang hijau lainnya. Dia dinilai berhasil mengubah banyak lahan pemakaman gersang menjadi ruang penyerapan air sehingga dapat menangkal banjir.

Penghargaan oleh negara (Presiden RI) juga diterima Risma atas keberhasilannya membangun kota Surabaya menjadi tertata rapi dan manusiawi, serta prestasinya sebagai kepala daerah yang mengabdikan diri kepada rakyat. Tri Rismaharini menerima anugerah tanda kehormatan Bintang Jasa Utama2] itu dari Presiden Joko Widodo bersama 14 tokoh lain di Istana Negara, Jakarta, 13 Agustus 2015.

Pada 5 November 2015, Tri Rismaharini, meraih Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015.3] Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi Risma menjadikan Surabaya menjadi kota yang bersih, tidak hanya lingkungan fisiknya, tapi juga bersih dalam tata kelola pemerintahannya. Penganugerahaan digelar pada Kamis (5/11/2015) pukul 18.00, di Financial Club, Graha Niaga, Sudirman, Jakarta.

Menurut Dewan Juri BHACA 2015, Endy M. Bayuni, dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015), salah satu program Risma yang dinilai mampu menekan praktik korupsi adalah sistem e-government yang diterapkannya pada seluruh sektor pemerintahan yang membuat kontrol pengeluaran dinas-dinas menjadi lebih mudah, dimana masyarakat bisa memonitor perkembangannya. Risma sejak saat masih menjabat Kepala Bagian Bina Program Pembangunan di Pemkot Surabaya sudah memulai e-procurement (lelang pengadaan barang elektronik) agar proses lelang berjalan secara transparan tanpa korupsi.

Menurut Endy, dengan langkah tersebut, Surabaya menghemat Rp.600 miliar hingga Rp.800 miliar anggaran setiap tahunnya. “Risma juga memberi teladan dengan praktek langsung di lapangan. Sering kali masyarakat melihat Risma di jalanan melakukan sendiri pekerjaan bawahannya ketika dianggap perlu. Surabaya di tangan Risma menjadi kota yang cantik dan tertata. Tidak hanya di pusat kota, tetapi hingga ke pelosok,” kata Endy.

Bersama Risma, Bupati Batang periode 2012-2017, Yoyok Riyo Sudibyo juga meraih penghargaan serupa. Keduanya diberi penghargaan setelah menyeleksi 14 nama lainnya. Risma dan Yoyok sama-sama memenuhi nilai dan karakter layak diberi penghargaan BHACA, yaitu pribadi yang bersih dari praktik korupsi, tidak pernah menyalahgunakan jabatan, menyuap atau pun menerima suap. Juga aktif, inspiratif serta mampu memengaruhi masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Ketua Dewan Pengurus Harian BHACA, Natalia Soebagjo berharap, penerima penghargaan bersedia membagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam membangun suatu sistem tata kelola kota pemerintahan yang lebih baik.

Dengan prestasi gemilang tersebut, Tri Rismaharini kembali dicalonkan PDI Perjuangan bersama wakilnya Wisnu Sakti Buana untuk menjabat Walikota Surabaya periode kedua (2016-2021) dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015. Sempat pasangan ini tidak mempunyai saingan. Namun setelah KPUD Surabaya membuka kembali pendaftaran pasangan calon, akhirnya pasangan Rasiyo dan Lucy Kurniasari, diusung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN), mendaftar sebagai calon penantang Risma-Wisnu. Penulis: Ch. Robin Simanullang | Bio TokohIndonesia.com |

***

(Footnotes)
1] Posisi pertama diraih oleh Naheed Nenshi, Wali Kota Calgary, Kanada. Nenshi dianugerahi The 2014 World Mayor Prize. Sedangkan first runner-up direbut Wali Kota Ghent, Belgia, Daniel Termon yang diberikan penghargaan The World Mayor Commendation for Services to European Cities. Sedangkan second runner-up Tri Rismaharini mendapat The World Mayor Commendation for Services to the City of Surabaya, Indonesia. Selain tiga nama yang telah disebutkan, ada tujuh nama lain yang menjadi top sepuluh di antaranya Carlos Ocaris dari Sucre, Venezuela; Jed Patrick Mabilog dari Iloilo City, Filipina; Anniese Parker dari Houston, Amerika Serikat; dan Aziz Kocaoglu dari Izmir, Turki.

2] Bintang Jasa Utama adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga negara sipil.

3] Penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) telah digelar enam kali sejak didirikan 12 tahun lalu, dan sudah 15 orang penerima penghargaan ini. Di antaranya, Presiden Joko Widodo saat menjabat sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama saat menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI.

Data Singkat
Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya (2010-2020) / Walikota Surabaya Terbaik | Ensiklopedi | Jawa Timur, Surabaya, antikorupsi, Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, Walikota Terbaik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here