Politisi, Spirit Selalu Muda

[ Yorrys Raweyai ]
 
0
207
Yorrys Raweyai
Yorrys Raweyai | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Yorrys Th. Raweyai, pria kelahiran Serui, Papua, 28 Januari 1951, seorang aktivis pemuda dan politisi yang selalu merasa muda. Pada usia enampuluhan dia masih tampak merasa muda. Spiritnya selalu muda. Ketua Umum AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar), 2009-2014, ini adalah aktivis Pemuda Pancasila hingga menjabat Ketua Umum DPN Pemuda Pancasila 2007-2013.

Yorrys Th. Raweyai yang juga menjabat Ketua DPP Partai Golkar (2009-2014) sangat menyesalkan keterpurukan Partai Golkar pada Pemilu 2014. Dia juga mempertanyakan urgensi koalisi permanen: Untuk apa partai Golkar digadaikan lima tahun?

Anggota DPR-RI Fraksi Golkar, Komisi 1, yang terpilih dua periode dari Dapil Papua (2004-2014), itu menjelaskan, Golkar mengalami periode terburuk di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie. Dia menyebut indikatornya adalah gagal memenangkan Pemilu Legislatif 2014, bahkan gagal mengusung calon di pemilu presiden 2014.

Yoris Raweyai mengatakan bahwa penyebab raihan suara Partai Golkar yang jauh dari target dikarenakan terlalu merasa eksklusif, maka komunikasi politik kurang dilakukan. “Pendapat pribadi saya karena terlalu merasa eksklusif, selain itu soliditas yang kurang, dan terlalu menutup diri,” ujar Yoris. Walaupun Yorrys mengatakan memang secara kelembagaan penyebab buruknya hasil pemilu kemarin sifatnya tidak tunggal.

Tetapi dia menilai kebijakan koalisi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam pilpres dan pascapilpres, sangat otoriter. Yoris mencontohkan, pemecatan tiga kader muda Golkar yakni Agus Gumiwang, Nusron Wahid dan Poempida Hidayatullah,  termasuk kebijkan Aburizal dalam penentuan koalisi di Pilpres 2014.

Kekesalannya atas keterpurukan Golkar bertambah ketika Aburizal menandatangani koalisi permanen pendudukung Prabowo-Hatta. “Koalisi permanen itu menambah kekecewaan kita,” tegas Yoris saat konferensi pers di gedung Perintis Kemerdekaan, Komplek Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014).

Yoris mengingatkan, sebetulnya mandat Rapat Pimpinan Nasional bukan untuk koalisi jangka panjang, melainkan hanya capres-cawapres. Dengan kata lain, keterlibatan Ical dalam koalisi permanen tidak bisa mengatasnamakan partai Golkar. “Masak keputusan akhir mau memenjara kepengurusan selanjutnya. Golkar tidak mau Prabowo-Hatta jadi capres 2019. Untuk apa partai digadaikan lima tahun,” terangnya.

Karenanya, dia dan beberapa tokoh lintas generasi Golkar mendesak segera digelar Musyawarah Nasional (Munas) paling lambat bulan Oktober mendatang. “Kalau sampai Munas tidak dilakukan bulan Oktober, maka Munaslub jawabannya. Ada dasar kita buat Munaslub, kalau Munas Oktober terlewati,” tegas Yorrys.

Yoris menjelaskan, sesuai AD/ART, Munas Golkar memang seharusnya digelar di 2014. Namun, dalam Munas Golkar 2009, direkomendasikan agar penyelenggaraan munas digelar pada 2015 dengan alasan mempertimbangkan dinamika politik pada 2014 yang bertepatan dengan pemilu presiden.

Namun faktanya, kata Yoris, Golkar gagal berperan besar di pilpres tahun ini sehingga tak ditemukan alasan yang mengharuskan Munas digelar pada tahun 2015. Sesuai aturan internal (AD/ART), Munas Golkar harus digelar pada 5-9 Oktober 2014.

Namun faktanya, kata Yoris, Golkar gagal berperan besar di pilpres tahun ini sehingga tak ditemukan alasan yang mengharuskan Munas digelar pada tahun 2015. Sesuai aturan internal (AD/ART), Munas Golkar harus digelar pada 5-9 Oktober 2014.

Jejak Rekam
Yorrys mengecap pendidikan di tanah kelahirannya: SD YPK I Serui, Papua, 1957-1963; SMP YPK I, Serui, Papua, 1963-1966; dan SMA YPK, Biak, Papua, 1967-1970. Selain itu dia juga mengikuti Kursus Bahasa dan Manajemen Perminyakan di Inggris 1973.

Suami dari Olga Olivia dan ayah 5 (lima) orang anak, ini seorang politisi yang lebih dikenal sebagai aktivis Pemuda Pancasila. Hingga dia menjabat Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, 2007-2013, setelah sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum.

Selain memimpin Pemuda Pancasila, dia juga menjabat Ketua Umum AMPG, 2009-2014, setelah sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum. Padsa saat bersamaan,Yorrys juga menjabat Ketua DPP Partai Golkar, 2009-20014. Selain aktig di organisasi kepemudaan dan organisasi politik, Yorrys juga aktif sebagai Ketua DPD Serikat Kerja Pariwisata DKI Jaya,  Ketua Lembaga Masyarakat Adat Jakarta dan Ketua Umum PB Inkado.

Pada Pemilu 2004, Yorrys terpilih menjadi Anggota DPR-RI Fraksi Golkar dari Dapil Papua. Pada Pemilu 2009, terpilih kembali dari Dapil yang sama. Dalam dua periode Anggota DPR itu, dia dia duduk di Komisi 1, 2004-2009 dan 2009-2014. Pada Pemilu 2014, dia kembali dicalonkan Partai Golkar Nomor Urut 1 di Dapil Papua, namun tidak lagi terpilih.

Sebelum menjadi anggota DPR, Yorris meniti karier sebagai Manajer Cabang PT. Phillips Petroleum 66, Ketua Pengawas Induk Koperasi Perisai Bangsa dan Preskom PT. Tiga Mitra Prima. Penulis: Asasira | TokohIndonesia.com

 

Data Singkat
Yorrys Raweyai, Anggota DPR – Ketum AMPG 2009-2014 / Politisi, Spirit Selalu Muda | Direktori | golkar, Politisi, DPR, papua, Pemuda Pancasila, AMPG

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here