Diva Dangdut ‘Jaipong’

[ Camelia Malik ]
 
0
181
Camelia Malik
Camelia Malik | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Goyangan dada dan pinggulnya memikat. Tari jaipongan menjadi ciri khasnya. Pengalamannya sebagai penyanyi dangdut selama lebih 25 tahun terbukti telah mematangkan dirinya. Meski banyak penyanyi dangdut bermunculan dengan goyangan ‘model baru’, ia tetap konsisten dan tidak terpengaruh. Ia tetap digemari oleh banyak orang lewat ciri khasnya.

Colak-colek lagu perdananya, yang digubah Reynold Panggabean, mantan suami keduanya, pada awal 1970, telah melambungkan namanya pada deretan penyanyi top dangdut lainnya, seperti Rhoma Irama, Muchsin Alatas, Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto dan Elya Kadham. Saat itu, musik dangdut yang kata sebagian orang “Musik Kampungan” mulai digemari masyarakat termasuk masyarakat Jepang dan Amerika Serikat.

Hal itu bisa dibuktikan saat ia tampil dalam acara Live Show Camelia Malik di Shibuya Seed Hall, Tokyo, Jepang. “Telah Lahir Musik Baru”, teriak histeris pemuda-pemuda Jepang, sambil bergoyang menikmati musik dangdut. Demikian pula di Kota San Fransisco, Los Angeles, New York. Melihat sambutan demikian, muncul ide baru. Camelia pun langsung menjajaki dan melakukan rekaman di sana.

Camelia Malik yang lahir 22 April 1955, sebenarnya tidak pernah mempunyai cita-cita menjadi penyanyi. la semula ingin menjadi ahli kecantikan. “Setiap hari ibu memotivasi saya untuk menjadi ahli kecantikan,” tuturnya.

Camelia Malik biasa dipanggil Mia. la mempunyai darah seni yang besar. Ayahnya, Djamaluddin Malik termasuk insan perfilman. Dengan rekan-rekannya, seperti Asrul Sani, Usmar Ismail, Fifi Young, Chitra Dewi, sering kumpul di rumah ayahnya. Djamaluddin Malik waktu itu mempunyai sebuah perusahaan film. Tanpa disadari, lingkungan mempengaruhi jiwanya.

Untuk pertama kalinya Mia hadir di dunia perfilman, bersama Rachmat Kartolo, dalam film berjudul Ratna. Waktu itu usia Mia 16 tahun. Mia remaja tumbuh tanpa banyak larangan apalagi kekangan. Orangtuanya memberi kesempatan bergaul dengan teman-temannya. Penampilannya selalu rapi. Mia mempunyai banyak teman. Apalagi aktif belajar menari. Keberhasilan di dunia tarik suara, diakui banyak bermula dari Reynold Panggabean.

“Saya akui bahwa orang-orang lain menunjang karir saya. Namun Reynold-lah yang lebih dominan. Fungsinya tidak hanya suami. Dia mendidik mengarahkan saya. Dialah yang menemukan nuansa-nuansa dalam diri saya,” tutur Mia mengenang. Berkat dukungan Reynold inilah, Mia pantas disejajarkan dengan artis beken lainnya. Bahkan bukan hanya dengan artis di jalur dangdut saja, akan tetapi di jalur film sampai tarian sekalipun.

Namun tak dinyana mahligai rumah tangganya kandas. Pasangan yang telah sebiduk mengarungi bahtera hidup selama dua belas tahun harus berpisah. Kamis, 2 Maret 1989, pasangan Reynold-Mia resmi cerai di pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Sampai saya kawin dengan Reynold, belum terlintas dalam pikiran, apakah saya akan menyanyi. Saya cuma mendampingi seorang musisi,” cerita Mia.

Reynold Panggabean yang waktu itu salah seorang pendukung The Mercys bersama Rinto Harahap dan Charles Hutagalung, menciptakan sebuah lagu dangdut dan berhasil diterima masyarakat. Produsernya kemudian meminta agar Reynold bersolo karier.

Permintaan itu ia tolak karena merasa belum mampu. Akhirnya kesempatan itu ditawarkan kepada Mia. Isterinya waktu itu sering berdendang sendiri di rumah. Mia ragu. Reynold kemudian yang mendorongnya.

Mia mencoba. Reynold memberikan falsafah. “Kalau kamu benar-benar ingin jadi penyanyi dangdut, jangan tanggung-tanggung. Warna kamu harus khas yang berbeda dengan penyanyi dangdut lainnya,” kata Mia mengulang kalimat mantan suaminya.

Sejumlah kaset dangdut dari berbagai penyanyi ia kumpulkan. Dia pelajari dengan seksama. la lalu berkesimpulan, menyanyi itu gampang. Dengan pegangan itu, Mia terus berlatih dan mengembangkan kebolehannya. Lalu, ia yakin, bisa. Lagu pertama yang dilempar ke masyarakat, Colak Colek. Penyanyi dangdut baru yang cantik ini, langsung mendapat tempat di telinga penggemar dangdut. Banyak yang ingin selalu melihatnya.

Kesuksesan Album Colak Colek membuat posisi Mia sebagai penyanyi semakin kokoh. Tawaran show mulai datang silih berganti. Pada awalnya Mia menolak tawaran-tawaran tersebut karena merasa pengalamannya tampil langsung di depan penonton masih minim. Ia belum berani dan merasa belum mampu.

Hingga suatu ketika lagu Colak Colek mendapat penghargaan dari Pusat Penerangan ABRI. Mia kemudian harus tampil membawakan lagu tersebut di Istora Senayan Jakarta. Kali ini, ia sukar mengelak. Mia tampil bersama Hetty Koes Endang, Elvy Sukaesih dan beberapa penyanyi yang sudah lebih dahulu terkenal.

Pengalaman itu juga ternyata menambah keberanian Mia. Di Istora Senayan, ia mendapat aplaus penonton yang jumlahnya diperkirakan mencapai 12 ribu orang. Gemuruh suara tepukan membuatnya kikuk. la mengaku, tidak tahu harus ngomong apa ketika itu. Tapi dalam hati Mia muncul kesadaran baru, bahwa ia telah lahir sebagai penyanyi.

Camelia Malik merasa harus lebih bersungguh-sungguh. Pelajaran-pelajaran penting dari pengalaman pertamanya, cukup kuat membentuk jiwa keartisannya. Rasa risih pun ia lepaskan. Album-albumnya kemudian meluncur dan menyebar di pasaran kaset. Di antaranya Raba-raba, Ceplas-ceplos, Gengsi Dong, Wakuncar, Murah Meriah dan Colak Colek II. Lima judul lagu tersebut, telah pula difilmkan.

Selain aktif melatih vokal dan gaya panggung, Mia juga terus berkembang di dunia yang pernah ditekuninya, film. Dari segi aktingnya, Mia banyak belajar dan merasa berterima kasih kepada sutradara yang telah membantunya, khususnya kepada Nawi Ismail. Menurutnya, diaIah yang mampu memoles artis menjadi seorang bintang.

Mia pernah terpilih sebagai biduanita Melayu paling populer 1978 -1981. “Sejak kecil saya sudah terbiasa mandiri. Benar kita butuh bantuan orang lain. Tapi yang melaksanakan semuanya adalah kita. Jadi terhadap apapun saya tak pernah takut,” katanya. Camelia Malik memang tak merasa kesepian. Karena dalam waktu relatif singkat, sekitar dua bulan cerai dengan Reynold, Mia sudah dipersunting Harry Capri, yang bintang film juga. Harry Capri mempersunting Mia pada hari Sabtu, 2 Maret 1989 dan melangsungkan resepsi pernikahannya pada hari Minggu 16 Juli 1989 di Cilandak.

Pernikahannya dengan Harry Capri dilakukan atas saran Rhoma Irama. ” Agar nggak timbul kesan negatif dari masyarakat” ungkapnya. Sekaligus pada waktu itu Rhoma Irama menjadi wali hakimnya. Pertemuan dengan Harry Capri bermula pada bulan Ramadhan 1988. Pandangan pertama mereka terjadi pada saat pembuatan sinetron TV Rona-Rona, yang kemudian menumbuhkan benih-benih cinta. Yang lebih santer lagi ketika terjadi Festival Film Indanesia 1988, semua mulut membicarakan hubungan mereka. Dalam perjalanan pernikahannya dengan Harry Capri, Mia sempat mengalami keguguran saat mengandung anak pertama. Namun, kesedihannya hanya sesaat. Tuhan akhirnya menganugerahkannya anak.

Mia dikenal profesional dalam melakoni pekerjaannya. Meski terkadang hati kecilnya menolak, Mia menghormati komitmen yang telah ia buat. la berusaha konsekuen terhadap semua kontrak bisnisnya. Mia tahu apa yang harus dilakukan saat melaksanakan tugasnya sebagai artis, meski ia harus mengorbankan kepentingannya.

Suatu contoh, saat manggung di Lampung tahun 1982, artis berdarah Padang-Jawa-Arab ini harus tampil sementara hatinya bergemuruh. Betapa tidak, sehari sebelumnya adik Mia tewas dengan 18 tusukan. Mia tetap tampil menyanyi, berlenggak-lenggok seperti biasa meski di matanya terlintas bayang mayat.

Bahkan dua minggu setelah keguguranpun, Mia masih bisa bergabung bersama Neno Warisman, Ria Irawan dan Kasino mengikuti acara safari FFI 1989 ke kota kembang. Di LP Sukamiskin dan GOR Saparua, Bandung, Camelia Malik tidak menampakkan sikap canggungnya pada peserta. Mia berjaipongan dan bernyanyi seolah-olah Mia tak pernah merasakan yang baru terjadi pada dirinya. “Kita ini menghadapi manusia. Kita tak bisa bilang…tolong di-cancel karena saya lagi sedih dan menderita,” tutur artis yang pernah mendapat arahan Teguh Karya dalam Film Pacar Ketinggalan Kereta.

Dalam perjalanan karirnya, Mia pernah tampil dalam Festival Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Pangkal Pinang di penghujung tahun 2003, 13-17 Desember. Ia juga telah berkolaborasi dengan banyak musisi dan penyanyi dangdut di antaranya Evie Tamala, Iis Dahlia, Rhoma Irama, Ahmad Albar, Muchsin Alatas, Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto dan sebagainya. mlp

Data Singkat
Camelia Malik, Diva Dangdut / Diva Dangdut ‘Jaipong’ | Selebriti | Penyanyi, dangdut, diva

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here