Kembang Cantik di Senayan

[ Ingrid Kansil ]
 
0
94
Ingrid Kansil
Ingrid Kansil | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Setelah laris manis membintangi ratusan iklan komersil dan disibukkan dengan syuting sinetron kejar tayang, Ingrid Kansil kemudian menepi sejenak dari hingar bingar dunia hiburan dan berkonsentrasi pada profesi barunya sebagai anggota dewan.

Ingrid Maria Palupi Kansil atau yang populer dikenal dengan nama Ingrid Kansil mengawali karirnya sebagai bintang iklan. Dari tahun 2005 saja, sudah lebih dari 200 iklan yang dibintangi wanita kelahiran Cianjur 9 November 1976 itu. Sebut saja, Teh Celup Sari Wangi, SLI 008, Terasi Mama Suka, Oskadon, Diabetasol, Shell, Baygon Lavender dan masih banyak lagi. Atas pencapaian luar biasa itu, Ingrid berhasil mencatatkan namanya pada MURI (Museum Rekor Indonesia). Bahkan saking banyaknya iklan yang dibintangi, Ingrid sempat dijuluki ratu iklan.

Dari iklan komersil karirnya terus menanjak seiring dengan mulai berdatangannya tawaran untuk berakting dalam sejumlah judul sinetron. Sinetron laga bertajuk Deru Debu merupakan debutnya di dunia seni peran. Setelah itu, dari tahun ke tahun wajah cantiknya menghiasi layar kaca dalam sederet sinetron lain, seperti Intan, Wulan, Ghost, Taqwa, Azizah, Baby Doll, Cahaya, Lia, dan Safa dan Marwah. Ingrid juga pernah membintangi film layar lebar berjudul Shift serta menjadi presenter beberapa program televisi, yakni Kroscek, Gosip Pagi, Lensa Kita, dan Kabar Tokoh.

Kegiatan syuting yang banyak menyita waktu itu secara perlahan mulai dikuranginya setelah ia berhasil terpilih sebagai anggota legislatif dari Partai Demokrat periode 2009-2014. Dunia politik sesungguhnya bukan hal asing bagi putri pasangan Setiabuddy Kansil dan Inne R Natamihardja ini. Pasalnya, sebelum terpilih sebagai wakil rakyat, ia sering mendampingi sang suami, DR H. Syarifuddin Hasan, MM MBA yang saat itu menjabat sebagai anggota DPR. Ketika itu, Ingrid kerap menghadiri rapat dengan istri-istri anggota DPR lainnya. Syarifuddin Hasan, duda tiga anak yang menikahi Ingrid pada tanggal 26 Juni 1999 itu menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah periode 2009-2014.

Pasca resmi dilantik sebagai anggota DPR, Ingrid tak lantas melupakan masyarakat yang telah memberinya kepercayaan. Sesekali waktu di tengah padatnya aktivitas, ia masih menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan mereka guna mengetahui permasalahan yang dihadapi kemudian mencarikan jalan keluarnya. Saking totalnya menjalankan amanat, wanita berkulit putih ini juga membuat SMS Centre untuk mengetahui keluhan, kritik, saran, maupun aspirasi masyarakat tentang dirinya.

Ingrid menjadi caleg dari Partai Demokrat daerah pemilihan Jawa Barat IV yang meliputi Kabupaten dan Kota Sukabumi dengan nomor urut 3. Saat penghitungan suara, ia memang disebut-sebut punya peluang besar untuk masuk ke gelanggang DPR. Dugaan itu tak meleset, Ingrid terpilih menjadi anggota dewan dengan perolehan suara yang terbilang tinggi, 23 ribu suara. Angka tersebut tak terlalu mengejutkan sebab ibu satu anak ini getol melakukan sosialisasi kepada konsituennya di masa kampanye.

Tak tanggung-tanggung, alumni IISIP Jakarta ini bahkan tak segan bersinggungan langsung dengan konstituen dengan cara door to door. Pendekatan seperti itu rupanya berhasil mengambil hati para pemilihnya di samping dana sekitar 100 juta yang dikeluarkannya untuk mendanai kampanye.

Pasca resmi dilantik sebagai anggota DPR, Ingrid tak lantas melupakan masyarakat yang telah memberinya kepercayaan. Sesekali waktu di tengah padatnya aktivitas, ia masih menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan mereka guna mengetahui permasalahan yang dihadapi kemudian mencarikan jalan keluarnya. Saking totalnya menjalankan amanat, wanita berkulit putih ini juga membuat SMS Centre untuk mengetahui keluhan, kritik, saran, maupun aspirasi masyarakat tentang dirinya. “Selain itu, aspirasi masyarakat bisa langsung tersalurkan secara cepat dan langsung kepada wakilnya. Pendek kata bisa ditindaklanjuti,” jelas Ingrid seperti dikutip dari harian Media Indonesia edisi 11 Mei 2009.

Apa yang dilakukan Ingrid setidaknya bisa menjadi bukti bahwa ia sungguh-sungguh menjalankan perannya sebagai penyambung lidah rakyat. Anggapan bahwa ia berhasil terpilih hanya bermodalkan popularitas tak sepenuhnya benar. Mengawali karirnya dari dunia hiburan serta bersuamikan seorang pejabat tak pelak memunculkan kabar tak sedap (nepotisme) seputar partisipasinya di ranah politik. Namun dengan tegas Ingrid menjelaskan bahwa pencapaiannya bukan karena nepotisme sebab sejak awal ia mengikuti prosedur yang ditetapkan.

Selain memperjuangkan kesejahteraan rakyat, perempuan berdarah Sunda-Manado ini juga menaruh keprihatinan terhadap minimnya partisipasi kaum hawa di DPR. Oleh karena itu, bersama perempuan lain sesama anggota DPR, ia menitikberatkan perjuangannya kepada nasib kaum perempuan dan anak-anak, termasuk di dalamnya masalah pendidikan dan kesehatan.

Salah satu perjuangan Ingrid dalam membela hak-hak kaumnya adalah dengan memaksimalkan sumber daya manusia. Misalnya dengan memberdayakan para ibu rumah tangga untuk mengembangkan home industry. “Daripada menganggur, lebih baik membuat kerajinan yang bisa dijual. Lumayan bisa dijadikan sumber penghasilan,” tutur anak sulung dari empat bersaudara ini.

Sementara untuk bidang pendidikan, Ingrid juga mempunyai perhatian mendalam terhadap lembaga pendidikan terutama yang berlandaskan agama. Oleh sebab itu, ia kemudian mendirikan TK Bintang Biru yang kini menjadi TK percontohan di daerah Sukabumi. “Pesantren dan sekolah berbasis agama itu penting untuk mencetak generasi muda berakhlak dan mumpuni. Untuk itu, anggaran di bidang pendidikan perlu dilonggarkan supaya bisa direalisasikan,” ujar mantan Mojang Cianjur ini.

Ingrid yang resmi menjadi penganut Islam di tahun 1998 ini amat menyadari betapa pentingnya fondasi agama bagi anak-anak. Maka dari itu, ia dan sang suami selalu berusaha mendidik anaknya dengan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Salah satunya dengan mendatangkan guru mengaji bagi anak perempuan semata wayangnya, Ziankha Amorette Fatimah Syarief. Mengutip pernyataan Ingrid di harian Republika, “Jika pendidikan agama sudah ditanamkan sejak dini, Insya Allah kita bisa melepas anak dengan tenang karena dia sudah punya pegangan”. eti | muli, red

Data Singkat
Ingrid Kansil, Anggota DPR periode 2009-2014 / Kembang Cantik di Senayan | Selebriti | Politisi, cantik, sinetron, artis, bintang iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here