Lagunya Orbitkan Sejumlah Penyanyi

[ Pance Pondaag ]
 
0
556
Pance Pondaag
Pance Pondaag | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Pencipta lagu dan penyanyi bersuara khas yang berjaya di tahun 1980 hingga 1990-an ini banyak mengorbitkan penyanyi seperti Dian Piesesha, Maya Rumantir, Hetty Koes Endang dan Meriam Bellina. Selain mencipta dan menyanyikan lagu-lagu Indonesia populer, Pance Pondaag juga mencipta dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Karyanya tak lekang dimakan zaman bahkan setelah kepergiannya menghadap Sang Khalik.

Pemilik nama lengkap Pance Frans Pondaag ini lahir pada 18 Februari 1951 di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain mencipta belasan lagu-lagu pop hits, ia juga mampu membawakan karyanya dengan lengkingan suaranya yang khas. Karir Pance di dunia musik juga tidak bisa dipisahkan dari JK Records milik Judhi Kristiantho yang kala itu menguasai industri musik Indonesia.

Pance yang seangkatan dengan Rinto Harahap dan Obbie Mesakh ini termasuk satu-satunya musisi pada masanya yang menginvestasikan penghasilannya untuk mendirikan studio rekaman. Ia mendirikan sebuah studio musik pribadi bernama Flower Sound di rumahnya. Sehingga tak heran jika Pance di masa jayanya dikenal sangat kreatif dalam menciptakan lagu baik untuk dibawakannya sendiri maupun untuk para penyanyi lain yang diorbitkannya.

Selain lagu-lagunya yang mencetak hits, ayah tiga anak ini juga dikenal sebagai musisi bertangan dingin yang berhasil mengorbitkan sejumlah bintang. Suami dari Yati Lisal ini telah berhasil mengorbitkan sejumlah penyanyi di bawah naungan JK Records seperti Maya Rumantir, Meriam Bellina, Hetty Koes Endang, hingga Dian Pisessa.

Nama Dian Pisessa melambung setelah membawakan lagu yang hingga kini masih akrab di telinga pecinta lagu pop, Tak Ingin Sendiri. Lagu yang dirilis tahun 1984 itu bahkan dapat dikategorikan sebagai karya fenomenal karena berhasil terjual hingga lebih dari dua juta kopi. Sementara Lahir Lagi Satu, salah satu lagu ciptaan Pance yang dipopulerkan Hetty Koes Endang berhasil meraih juara 1 Tingkat Nasional pada tahun 1978. Pance juga berhasil membuat nama aktris Meriam Bellina populer di luar dunia seni peran berkat dua buah lagu ciptaannya yang dibawakan Mer yakni Untuk Sebuah Nama dan Jangan Pernah Kau Ragukan.

Selain beberapa judul tersebut, nama Pance semakin populer karena keberhasilannya menciptakan beberapa judul lagu yang banyak disukai masyarakat seperti Kucari Jalan Terbaik, Orang Ketiga dinyanyikan Susi Adella, Engkau Segalanya Bagiku, Kau dan Si buah Hati, Mulanya Biasa Saja, Waktu, Dimana Aku Harus Mencari, Symponi Rindu, Disaat Kau Harus Memilih, Mengapa Ada Dusta, Bukan Aku Menolakmu, serta Nostalgia Biru. Lagu-lagunya itu sering dibawakan di Aneka Ria Safari, Selekta Pop dan Kamera Ria.

Selain mencipta dan menyanyikan lagu-lagu Indonesia populer, ia juga menciptakan sejumlah lagu rohani seperti Renungkanlah, Dunia Semakin Tua, Pengumulan Hidup, Sertakan Yesus, Kuatlah Imanku, Berikan kekuatan, Puji Namamu, Musang Berbulu Domba, Bunda Maria, Raja Kemurahan, Yang Pertama Kali, dan Dekatkanlah Dirimu. Selain merekam suaranya di dapur rekaman, Pance juga kerap tampil menyanyi di gereja.

Meski Menteri Penerangan era Orde Baru sempat melontarkan kritik tajam terhadap lagu-lagu melankolis, karya musisi yang sering diundang untuk mengisi acara Aneka Ria Safari di TVRI ini, tak lekang dimakan waktu. Buktinya, salah satu lagu yang pernah dibawakannya, Kucari Jalan Terbaik, kini masih sering diperdengarkan lewat lantunan suara penyanyi bertubuh mungil, Yuni Shara.

Selain mencipta dan menyanyikan lagu-lagu Indonesia populer, ia juga menciptakan sejumlah lagu rohani seperti Renungkanlah, Dunia Semakin Tua, Pengumulan Hidup, Sertakan Yesus, Kuatlah Imanku, Berikan kekuatan, Puji Namamu, Musang Berbulu Domba, Bunda Maria, Raja Kemurahan, Yang Pertama Kali, dan Dekatkanlah Dirimu. Selain merekam suaranya di dapur rekaman, Pance juga kerap tampil menyanyi di gereja.

Kegiatan mulia itu kerap dilakukan Pance sebelum akhirnya ia terkena serangan penyakit stroke untuk pertama kalinya di tahun 2001. Pada 24 Maret 2008, penderitaan Pance mengundang simpati dari berbagai kalangan, salah satunya dari seorang penyanyi berdarah Tionghoa, Ronny Tanuwidjaya. Acara penggalangan dana itu sendiri dihelat di Hailai Executive Club di Ancol, Jakarta. Undangan pada malam penggalangan dana itu banyak ditujukan pada pengusaha. Tidak hanya pengusaha dari Jakarta, tetapi juga dari Jawa Timur, Singapura dan Tiongkok.

Namun Tuhan berkehendak lain. Setelah berbagai upaya dilakukan pihak keluarga maupun para koleganya, 3 Juni 2010 pukul 17.00 WIB, penyanyi sekaligus pencipta lagu ternama ini harus menyerah pada takdir Ilahi setelah 9 kali terserang penyakit stroke. Pance meninggal dunia dengan damai di tengah keluarga tercintanya di kediamannya, Pluit Barat 1 No 16 Jakarta Utara, pukul 17.00 WIB di usianya yang ke 59 tahun. Terakhir Pance dibawa berobat ke daerah Jawa Timur. Tiga hari sebelum meninggal ia dikabarkan telah mengalami sesak nafas. Selanjutnya jenazah ayah dari Paul, Putri, dan Patricia ini disemayamkan di Rumah Duka Atma Jaya dan dikremasi pada 6 Juni 2010 di Nirwana di kawasan Marunda Cilincing, Jakarta Utara pukul 13.00 WIB.

Meski telah lama menderita sakit, kepergian Pance Pondaag tetap mengejutkan banyak pihak. Sebab, sebelum meninggal dunia, Pance masih produktif menciptakan beberapa lagu baru untuk album terbarunya dan juga buat orang lain.

Bahkan Dian Piesesha, penyanyi yang pernah dipopulerkannya, dikabarkan akan menerima 2 lagu ciptaan Pance. Menurut Dian, Pance hanya mau membuatkan lagu bagi dirinya saja karena saat ia terbaring sakit, hanya Dian yang masih perhatian terhadap kondisinya.

Dian mengaku bahwa sosok Pance sangat berpengaruh dalam hidupnya. “Dia membawa arti buat kehidupan saya. Sangat berarti, mengubah kehidupan saya. Dia kalau kasih lagu gak pernah berhari-hari. Siang kasih lagu, malam langsung rekaman,” ujar Dian lirih. Tak hanya itu, bagi wanita kelahiran tahun 1961 itu, Pance merupakan sosok pribadi yang baik dan sering memberi semangat kepadanya. Bahkan bagi Dian, Pance telah dianggap sebagai kakak sendiri. eti | muli, red

Data Singkat
Pance Pondaag, Penyanyi dan Pencipta Lagu / Lagunya Orbitkan Sejumlah Penyanyi | Selebriti | Penyanyi, pop, lagu, pencipta

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here