Tidak Mudah Jadi Presiden

 
0
34
Tidak Mudah Jadi Presiden
Soeharto | Majalah Tokoh Indonesia 24

[OPINI] – Pembaca! Kali ini, majalah ini tampil lebih spesial. Bukan hanya sekadar lantaran lebih tebal dari biasanya, melainkan juga karena menampilkan sosok pemimpin terbesar bangsa ini, dalam 60 tahun merdeka. Khususnya dalam hal kiprah para pemimpin itu dalam melaksanakan pembangunan.

Setelah menoleh ke belakang, bagaimana kiprah para pemimpin bangsa ini, khususnya Presiden, dalam menggerakkan pembangunan selama 60 tahun Indonesia merdeka, kami menjadi merasa perlu mengemukakan bahwa ternyata menjadi presiden itu tidak mudah.

Hal ini semakin terasa pada era reformasi ini, yang hanya dalam tujuh tahun sudah empat kali presiden berganti. Yakni dari BJ Habibie ke KH Abdurrahman Wahid, kemudian ke Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan tidak bermaksud kurang menghargai mereka sebagai pemimpin negeri ini, namun dengan berat hati harus kita akui bahwa keempatnya, parktis belum mampu berbuat apa-apa jika dilihat dari karya nyata pembangunan fisik (ekonomi).
BJ Habibie malah melepas Timor Timur. Gus Dur masih hanya sempat berkeliling dunia. Megawati terlalu mengandalkan privatisasi. Dan Susilo Bambang Yudhoyono masih sibuk dengan kekayaan wacana. Tentu keempat presiden ini pasti sangat berkeinginan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negaranya.

Dengan kesadaran itu, sepatutnya pula kita menghargai dua presiden sebelumnya, yang dengan gayanya masing-masing telah memberi kontribusi banyak demi utuh dan majunya bangsa dan negara ini dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Bung Karno sebagai proklamator dan politisi ulung berupaya menyatukan bangsa ini, sementara Pak Harto berlatar jenderal lapangan (field general), dengan strategi Trilogi Pembangunan (dengan segala konsekuensinya) berupaya meningkatkan kesejahteraan dan keutuhan bangsa ini, sehingga MPR menganugerahkan penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Indonesia.

Hal ini pula yang meneguhkan kami menyajikan sosok Presiden RI ke-2 HM Soeharto, sebagai Tokoh Utama edisi ini. Sampai hari ini, dialah presiden pembangun Indonesia. Senang atau tidak, haruslah diakui bahwa pada eranyalah bangsa ini berkesempatan mengakselerasi pembangunan. Dan, pengalaman kepemimpinannya patut dijadikan acuan oleh para pemimpin bangsa ini sesuai dengan zamannya. Tidak malah kehabisan waktu dan kebablasan menghujatnya. Redaksi ? Kapur Sirih, Majalah Tokoh Indonesia 24 (10-2005)

Tokoh Terkait: Susilo Bambang Yudhoyono, | Kategori: Opini | Tags: Presiden, Kapur Sirih, Majalah Tokoh Indonesia, Presiden RI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here