Wawan H. Purwanto, Pendiri, Direktur, dan Peneliti LPKN / Peneliti dan Pengamat Intelijen | 10 Nov 1965 | Direktori | W | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Unpad, UI, pengamat, intelijen, Undip
Profesor dr Roemwerdiniadi Soedoko SpPA, Dokter Spesialis Patologi / Ratu Penanggulangan Kanker | 4 Feb 1937 | Direktori | R | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Guru Besar, Unair, kedokteran, patologi
Rachmawati Soekarnoputri, Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno / Merasa Lebih Marhaenis | 27 Sept 1950 | Direktori | R | Perempuan, Islam, DKI Jakarta, Partai, politis, pelopor, Partai Pelopor
Prof. Dr. Ir. Koesmawan, M.Sc, MBA, DBA, Guru Besar di STIE Ahmad Dahlan / Pendidik Manajemen Industri | 14 Jul 1952 | Direktori | K | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Guru Besar, ITB, BPPT, peneliti, LP3M
Ir Roy Sembel Ph D, Guru Besar FE Universitas Kristen Indonesia (UKI) / Bangga Jadi Guru | 10 Jul 1964 | Direktori | R | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, Guru Besar, IPB, UKI, Pelita harapan, Binus
Mayjen TNI (Purn) Raja Inal Siregar, Gubernur Sumatera Utara, 1988-1998 / Anggota DPD dan Mantan Gubsu | 5 Mar 1938 - 5 Sept 2005 | Direktori | R | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, TNI, Panglima, Gubernur, DPD, Sumut, Kodam
Mayjen TNI (Purn) Tengku Rizal Nurdin, Gubernur Sumatera Utara (1998-2005) / Wafat dalam Kecelakaan Mandala Airlines | 21 Feb 1948 - 5 Sept 2005 | Direktori | R | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, TNI, Panglima, Gubernur, Sumut, KONI
Bambang Hermanto, Aktor / Ditawar Berpasangan Marylin Monroe | 11 Agts 1929 - 18 Des 1991 | Direktori | B | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, sutradara, aktor, penulis skenario
KH Muh Zaini Abdul Ghani, Ulama / Ulama Karismatik dari Sekumpul | 11 Feb 1942 - 10 Agts 2005 | Direktori | Z | Laki-laki, Islam, Kalimantan Selatan, ulama, karismatik
Sosoknya sangat bersahaja. Bicaranya tenang, lugas, tidak berpretensi mengajari. Padahal KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudz sangat disegani. Dia dua periode menjabat Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (1999-2009) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2000-2010.
Dia wartawan, penulis, pendidik, seniman dan sejarawan sepanjang hidup. Sosok yang layak disebut sebagai simbol kebebasan berpikir. Rezim Orde Baru dan Lama menyimpan rasa love-hate terhadapnya. Karena dia selalu mengikuti insting jurnalistiknya, menyuarakan isi hatinya, mengungkapkan kebenaran, ketidakadilan. Tak satu gembok pun bisa mengunci kebebasan berpikirnya.