Riel Niro
R

Demokrasi Bukan Klub Anggota

Batas demokrasi mestinya ditentukan oleh akal sehat dan kepedulian, bukan oleh aturan administratif yang menyaring siapa...

Dua Ruang, Satu Sunyi: Jejak Atur Lorielcide alias Rielniro

Ia menulis tanpa pernah memperkenalkan diri. Tak mengejar nama, tak pula membentuk persona. Namun dari satu...

Sejarah yang Dipilih, Ingatan yang Dihapus

Tak semua yang tak terdengar berarti tak pernah terjadi. Dan tak semua yang tak tercatat berarti...

Raja Ampat: Mewarnai Surga dengan Debu Nikel

Raja Ampat bukan hanya soal keindahan alam, tapi tentang nilai yang dipertaruhkan saat ambisi melampaui batas....

Pancasila: Antara Ada dan Tiada

Pancasila sering disebut ketika kita ingin terlihat benar, terlihat peduli pada falsafah negara. Tapi saat kita...

Jalan Pulang Seorang Cucu Panggoaran

Di kampung, duka bukan sekadar kehilangan. Ia kerap membuka kembali makna pulang, akar, dan tanggung jawab...

Ngawur Tapi Nyata: Logika Terbalik Pejabat Publik

Di negeri ini, logika kadang terasa seperti barang bekas: dilipat, dibolak-balik, lalu dijual ulang dalam bentuk...

Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon: Tiga Napas, Satu Hidup

Sejak kecil, banyak orang Batak diajarkan bahwa hidup yang "lengkap" adalah hidup yang punya Hagabeon, Hamoraon,...

Hasangapon: Siapa yang Layak Dihormati Hari Ini?

Hari ini, masyarakat Batak sering mengukur Hasangapon (kehormatan) dari yang tampak: gelar, jabatan, atau kekayaan. Padahal,...

Hilirisasi Kemenyan: Retorika Tanpa Isi

Istilah "hilirisasi" belakangan menjadi jargon yang mudah diucap, meski tak selalu dipahami maknanya. Maka ketika Wakil...

Hamoraon: Kaya Tak Menjadikanmu Marhamoraon

Dalam masyarakat Batak, Hamoraon (kekayaan) sering dianggap sebagai tanda keberhasilan. Tapi dalam kerangka 3H: Hagabeon, Hamoraon,...

Hagabeon: Tak Dilahirkan, Tapi Dihidupkan

Tidak semua keluarga Batak dikaruniai keturunan. Ada yang menikah lama tapi tetap menunggu dalam diam. Ada...

Advertisement

spot_img