Suasana Batin PDIP dan TPN Ganjar

 
0
385
Suasana batin ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Plt Ketua Umum PPP, Ketua Umum Hanura, Ketua Umum Perindo dan Ketua TPN Ganjar Presiden secara resmi mengumumkan dan mendeklarasikan Mahfud Md sebagai Cawapres pendamping Capres Ganjar Pranowo (18/10/2024) untuk memenangkan Pilpres 2024, tanpa telunjuk dan dihadiri Presiden Jokowi

Bagaimana suasana batin PDI Perjuangan ketika mulai tercium bau mabuk kekuasaan di tengah tampilan The Godfather dan King Maker Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres dan Pileg 2024? Ketika publik mulai mencurigai Jokowi mengingkari amanat reformasi yang anti KKN. Setelah publik melihat adanya kehausan kekuasaan Jokowi untuk membangun dinasti politik dengan merebut kepemimpinan partai (PSI) dan melanggengkan kekuasaan dengan memainkan keputusan MK untuk menggelar karpet merah bagi Gibran menjadi Cawapres.

Pilpres 2024 akan diikuti tiga pasang kontestan yakni Ganjar Pranowo – Mahfud Md, Anies Baswedan -Muhaimin Iskandar, dan Prabowo Subianto – (Gibran, Eric Tohir, Airlangga, Khofifah?). Dua kandidat, Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Polan, menyatakan akan melanjutkan program Jokowi. Sementara, Anies-Imin mengambil sikap sebagai ‘antitesa’ Jokowi yang akan melakukan perubahan.

Dua kandidat, Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Polan, yang menyatakan akan melanjutkan program Jokowi bersaing mendapatkan dukungan dari Presiden Jokowi yang memiliki nama harum sesuai hasil beberapa survei menunjukkan 70-82 persen responden puas atas kinerja Presiden Jokowi. Presiden Jokowi pun tampak tersanjung hingga terkesan overconfidence berusaha tampil sebagai The Godfather dan King Maker di antara keduanya.

Terjadi persaingan sengit antara tim Ganjar vs tim Prabowo, atau lebih tepatnya tim Prabowo bergerilya dengan berbagai cara merebut dukungan Jokowi dan keluarga serta relawannya. Tim Prabowo berhasil memuja-muji Jokowi yang terkesan melambungkan perasaan senang dan bangga Jokowi dan keluarganya. Jokowi dan dua putranya, Gibran dan Kaesang, yang tampak merasa tersanjung terlihat publik menikmati kedekatannya dengan Prabowo. Sehingga terciptalah kesan bahwa Jokowi dan keluarganya lebih mendukung Prabowo ketimbang Ganjar yang satu partai dengannya.

Kesan itu semakin kuat karena Jokowi dan dua putranya sering tampil di depan kamera bersama Prabowo. Bahkan putranya memakai kaos jersey Prabowo, dan berbagai atribut lainnya. Tim Prabowo pun mengapitalisasi setiap momen tersebut untuk ‘membuktikan’ bahwa Jokowi lebih mendukung Prabowo dengan dijejali ramuan bumbu yang mengesankan telah terjadi keretakan hubungan antara Jokowi dan Ganjar serta terlebih lagi antara Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. Di antaranya, dikesankan bahwa Jokowi tersinggung dan melakukan perlawanan karena disebut sebagai Petugas Partai dan tidak dilibatkan dalam penentuan Ganjar sebagai Capres PDI Perjuangan. Juga karena PDI Perjuangan menolak perpanjangan jabatan Presiden tiga periode, dan menolak kehadiran tim sepakbola U-20 Israel.

PDI Perjuangan yang tadinya secara umum adem-ayem, kecuali satu-dua yang nyeleneh, mulai merasa terusik, setelah Kaesang mendapat privilese menjadi Ketum PSI dan Gibran digadang-gadang menjadi Cawapres Prabowo; diakumulasi lagi dengan keputusan Mahkamah Konstitusi tentang syarat Capres-Cawapres yang dipandang sebagai karpet merah bagi Gibran menjadi Cawapres pendamping Prabowo.

Mulai tercium bau mabuk kekuasaan di tengah tampilan The Godfather dan King Maker Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres dan Pileg 2024. Publik mulai mencurigai Jokowi mengingkari amanat reformasi yang anti KKN, antara lain sebagaimana disuarakan wartawan senior Goenawan Mohamad. Publik melihat adanya kehausan kekuasaan Jokowi untuk membangun dinasti politik dengan merebut kepemimpinan partai (PSI) dan melanggengkan kekuasaan dengan keputusan MK yang menggelar karpet merah bagi Gibran menjadi Cawapres.

PDI Perjuangan bersama partai pengusung Capres Ganjar dan TPN Ganjar Presiden mulai terlihat terusik dan mengambil sikap. Mulai muncul diksi, Ganjar ya Ganjar tanpa telunjuk Jokowi. Puncaknya, terlihat dari pengumuman dan pendeklarasian Mahfud Md sebagai Cawapres pendamping Ganjar Pranowo, tanpa perlu telunjuk dan dihadiri Jokowi (18/10/2023).

Mereka kelihatan mulai terluka atas indikasi sikap mabok kekuasaan dan aroma pengkhianatan Jokowi selaku kader terbaik PDI Perjuangan bersama keluarganya. Namun, Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan masih tegas memerintahkan jajarannya untuk tetap menjaga dan mengawal pemerintahan Presiden Jokowi sampai Oktober 2024, dan berjuang untuk melanjutkan dan mengakselerasinya dengan memenangkan Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024-2029.

Suasana batin PDI Perjuangan tersebut tercermin dari ungkapan Adian Napitupulu. Adian mengaku seringkali merasa sakit hati dengan dinamika politik jelang Pilpres 2024. Namun, ia tetap memegang perintah partai untuk menjaga Jokowi. Perintah partai kepada saya sampai hari ini masih menjaga Jokowi,” kata Adian di Kantor PDIP Jawa Timur, Surabaya, Minggu (15/10/2023).

Advertisement

Lebih lanjut Adian mengungkapkan: “Kadang kala kita suka teriris-iris hati kita. Tapi perintahnya jaga Jokowi, ya kita jaga. Sesakit apapun itu kita jaga Jokowi.” Adian masih berharap Jokowi memegang janjinya bersama-sama mendukung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024. Ia pun akan menunggu janji Jokowi tersebut. “Saya berharap dia masih bersama-sama dengan kami. Sampai hari ini saya tidak menemukan alasan beliau untuk meninggalkan kami, dan dia pernah berjanji pada saya untuk bersama-sama mendukung Ganjar Pranowo,” ungkapnya lirih.

Jokowi adalah orang baik dan bijak yang akan menyadari setiap kekeliruan langkahnya.

 

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini