Jejak Usia 65 Tahun Ashadi Siregar

 
0
168

Jejak Usia 65 Tahun Ashadi Siregar

[BERITA TOKOH] – – Jakarta–MI: Menjejak usia 65 tahun, jurnalis senior Ashadi Siregar mendapat kado manis dari para sahabat dari kalangan jurnalis, budayawan dan sineas. Sebuah buku berjudul Ashadi Siregar : Penjaga Akal Sehat dari Kampus Biru, yang berisi testimoni para sahabat pun diluncurkan.

Adalah Retno Intani, anggota Dewan Pengawas TVRI yang menjadi salah satu inisiator penulisan buku tersebut. “Ini bukan keinginan satu orang, tetapi keinginan sahabat-sahabat Hadi. Tidak semata karena memasuki usia 65 tahun, tetapi sebagai apresiasi kepada Ashadi Siregar,” ujar Retno dalam peluncuran buku yang digelar di auditorium TVRI, Jakarta, Kamis (29/7) malam.

Retno menyebut Ashadi sebagai manusia langka yang berkomitmen kuat. Karena sebagai pendidik, novelis, jurnalis dan budayawan, ia sama sekali tidak tergiur kekuasaan industri. “Mudah-mudahan dengan momentum ini para sahabat dapat mengambil sari-sari ilmu dari beliau, yang akan bermanfaat bagi ilmu jurnalistik di Indonesia,” paparnya.

Ashadi Siregar lahir di Pematang Siantar, 3 Juli 1945. Lulus dari Jurusan Publisistis Fakultas Sospol Universitas Gadjah Mada pada 1970 ini, kemudian mengabdi sebagai dosen di almamaternya. Keterlibatan Ashadi dalam pers adalah ketika dia menjadi Pemimpin Redaksi koran mingguan Sendi, yang hanya terbit 13 edisi karena dibredel pemerintah. Saat ini, Ashadi menjabat Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerbitan Yogya (LP3Y) sejak 1992.

Salah satu sahabat Ashadi sesama jurnalis, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Saur Hutabarat, menilai Ashadi sebagai guru, abang sekaligus sahabat. Ashadi menjadi teman untuk berdiskusi dan curhat. “Ashadi selalu memberi dukungan dengan caranya,” imbuhnya.

Saur Hutabarat pernah menjadi mahasiswa Ashadi selama menempuh pendidikan di UGM. Ia menyebut Ashadi sebagai seorang yang keras kepala. “Ashadi memang bukan sosok yang tergiur dengan pragmatisme, ia keras memegang pendiriannya,” tuturnya.

Dalam acara launching buku tersebut, Ashadi mendapat kejutan dengan hadirnya Roy Marten dan Ray Sita, bintang utama dalam film Cintaku di Kampus Biru. Sebuah fillm yang terkenal pada zamannya itu, merupakan adaptasi dari trilogi novel karya Ashadi.

Sineas Garin Nugroho menilai, Ashadi sebagai seorang intelektual yang berkarakter. “Dia mengolok-ngolok sekaligus mengkritisi, semua menjadi satu. Intelektual tanpa karakter itu omong kosong. Karakter seperti Hadi sangat diperlukan,” kata Garin. (NJ/OL-2) (sumber: Harian Media Indonesia, Kamis, 29 Juli 2010)

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Tokoh Terkait: Ashadi Siregar, | Kategori: Berita Tokoh – | Tags: Budayawan, Sineas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here