SDA Kembali Pimpin PPP

 
0
33

SDA Kembali Pimpin PPP

[BERITA TOKOH] – Politik Muktamar VII PPP – Bandung TI (6/5/2011) | Suryadharma Ali (SDA) kembali memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) perioden 2011-2016 setelah secara telak memenangkan pemillihan Ketua Umum pada Muktamar VII PPP di Bandung. SDA memperoleh 859 suara, jauh mengungguli dua kompetitornya, yaitu Akhmad Muqowam 281 suara dan Ahmad Yani hanya 39 suara.

Pemungutan suara di Hotel Panghegar dimulai sejak Selasa (5/7/2011) pukul 21.00 dan berakhir pada Rabu (6/7/2011) pukul 02.00. Sebanyak 1.184 peserta dari 497 pengurus DPC dan 33 pengurus DPW ditambah suara perimbangan menggunakan hak suaranya. Abstain sebanyak satu suara, dan yang dinyatakan batal empat suara.

Suryadharma juga menegaskan komitmen kebangsaan PPP. Dijelaskannya, salah satu tujuan pendirian partai ini adalah memupus dikotomi antara Islam dan nasionalisme. “Dengan berdirinya PPP sebagai partai Islam secara konstitusional, pupus sudah keinginan umat Islam untuk mendirikan negara Islam di Indonesia. Sebab, melalui partai Islam, aspirasi keislaman dijamin dapat disuarakan, bahkan diwujudkan dalam koridor NKRI.Ketua sidang, Hasrul Azwar, mengetuk palu mengesahkan bahwa Suryadharma Ali memenangkan pemungutan suara. Tidak hanya para pendukung SDA, para peserta muktamar berteriak sukacita atas kemenangan SDA tersebut. Dengan kemenangan mutlak itu, SDA kembali menjabat Ketua Umum PPP untuk periode kedua (2011-2016), juga menjabat Ketua Formatur untuk membentuk susunan kepengurusan DPP PPP periode 2011-2016.

Setelah mengetuk palu sidang penetapan SDA sebagai Ketua Umum PPP terpilih periode 2011-2016, Hasrul Azwar langsung mendaulat SDA untuk menyampaikan pidato kemenangan. SDA berterima kasih karena para muktamirin masih kembali mempercayainya memimpin DPP PPP. “Saya ucapkan terimakasih, ini penghargaan yang tiada terkira bagi saya dan keluarga. Keterpilihan saya tidak lepas dari penghargaan yang diberikan pada saya, ini berharga, tidak ada kata lain kecuali terimakasih saya yang sebesar-besarnya,” ujar SDA.

Dia pun berjanji akan berusaha lebih keras lagi dari yang sebelumnya. “Saya berjanji akan bekerja lebih keras lagi bersama saudara-saudara untuk merebut masa depan PPP yang lebih gemilang,” katanya disambut takbir muktamirin. Lebih lanjut dia menyampaikan ucapan terimakasih kepada kedua kompetitornya yaitu Akhmad Muqowam dan Ahmad Yani. “Saya ucapkan terimakasih kepada saudara Akhmad Muqowam dan saudara Ahmad Yani yang telah memanfaatkan demokrasi yang berkembang di PPP,” ujarnya. Ahmad Yani yang masih ada di ruangan langsung digiring muktamirin ke atas panggung. SDA dan Ahmad Yani pun berpelukan.

“Saya sadar betul bahwa kepercayaan yang di berikan pada saya hari ini harus ditindaklanjuti dengan kerja keras dan bersama-sama. Bersama anda semua insya Allah kita akan menapaki kemenangan, kebaikan dan tentu bisa menempatkan PPP menjadi partai yang di cintai rakyat dan partisipasinya bagi kepentingan bangsa dan negara,” kata SDA.

Rumah Besar Umat Islam
Sebelumnya, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dalam pidato pembukaan Muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Minggu (3/7/2011), menegaskan, muktamar kali ini sebagai momentum menjadikan kembali partai berlambang Kakbah ini sebagai rumah besar umat Islam. Suryadharma menjelaskan, Islam yang menjunjung tinggi toleransi dan kesantunan bertindak tanpa harus kehilangan ketegasan dalam bersikap.

Suryadharma juga menegaskan komitmen kebangsaan PPP. Dijelaskannya, salah satu tujuan pendirian partai ini adalah memupus dikotomi antara Islam dan nasionalisme. “Dengan berdirinya PPP sebagai partai Islam secara konstitusional, pupus sudah keinginan umat Islam untuk mendirikan negara Islam di Indonesia. Sebab, melalui partai Islam, aspirasi keislaman dijamin dapat disuarakan, bahkan diwujudkan dalam koridor NKRI. Selain itu, melalui PPP, Pancasila sebagai ideologi bangsa juga semakin kuat dan kokoh karena umat Islam tidak lagi mempertentangkan antara Pancasila dan Islam. PPP berkeyakinan bahwa Pancasila telah memberikan pijakan bagi umat Islam untuk melaksanakan ajaran Islam dengan aman, damai, dan tenteram dalam bingkai NKRI. Bagi kami, keluarga besar PPP, Pancasila dan NKRI adalah sudah final,” ujar Suryadharma Ali.

SDA berharap PPP bisa menjaring 13 juta kader dalam waktu tiga tahun ke depan. Rencana penjaringan tersebut, menurut SDA, untuk mengubah PPP menjadi partai yang baru (reborn) dan berbeda dari sebelumnya. PPP baru itu, katanya, akan dikemas dalam konsep ‘menjadikan PPP sebagai rumah umat Islam’. PPP baru adalah partai yang mampu merangkul seluruh kekuatan politik Islam. Kader PPP akan meletakkan tekad dan prilaku mereka di tengah-tengah umat Islam seluruhnya.

Menurut SDA, PPP baru akan meletakkan nilai-nilai islam di tengah-tengah kebobrokan aparatur negara, pragmatisme politik, krisis kepercayaan terhadap partai politik dan krisis multidimensi lainnya. Selain itu, PPP juga akan menjadi partai yang bisa mengakomodasi aspirasi umat Islam. Dia menjelaskan, bukan negara Islam, tapi aspirasi umat Islam ditampung PPP. Dia pun menegaskan PPP akan terus berada di garda terdepan menjauhkan korupsi. Berita TokohIndonesia.com | rbh

© ENSIKONESIA – ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA

Tokoh Terkait: Suryadharma Ali, | Kategori: Berita Tokoh – Politik | Tags: Presiden Pertama RI, politik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here