03 | Kejujuran, Integritas dan Motivasi

Betti Alisjahbana
Betti Alisjahbana | TokohIndonesia.com – Ist

Bagi Betti, kejujuran dan integritas sangat diperlukan karena kedua hal ini menumbuhkan kepercayaan terhadap orang di sekitarnya termasuk pelanggan, atasan, rekan kerja, dan tim yang dipimpinnya. Kepercayaan membuat kerjasama melakukan suatu pekerjaan menjadi lebih mudah. Kepercayaan akan melahirkan dukungan, meskipun situasi sedang sulit dan penuh dengan tantangan.

Dengan prinsip yang dipegangnya ini, karir Betti terus menanjak. Betti tidak takut mengambil risiko dan berani mencoba hal-hal yang baru. Semakin tinggi posisi seseorang maka semakin besar pula risikonya. Betti mengenang masa-masa ketika ia ditugaskan di Singapura untuk menangani bisnis pemasaran ke perusahaan-perusahaan menengah, sebuah bidang pekerjaan yang dikuasainya. Awalnya ia menanganinya di Indonesia dan setelah sukses ia diminta untuk menggantikan atasannya menangani bisnis itu di negara-negara ASEAN dan Asia Selatan. Kesempatan ini merupakan tantangan baginya.

Tidak lama kemudian, Betti diminta untuk menangani bisnis di bidang e-business yang baginya merupakan hal baru. Pada saat itu, e-business masih pada tahap awal dan ia diminta untuk menangani e-business untuk kawasan regional. Saat itu, Betti berpikir hati-hati dalam memutuskan karena ia diminta menangani bidang yang belum dikuasainya dengan cakupan yang wilayah yang luas secara regional. Namun, akhirnya ia memutuskan bahwa jika ia berusaha, ia pasti bisa memegang tanggung jawab tersebut sehingga tahun 1998 ia menjabat sebagai General Manager, e-business, untuk IBM ASEAN/ Asia Selatan.

Sebagai pemimpin IBM Indonesia, Betti berusaha membawa IBM tumbuh lebih cepat daripada marketnya serta mengubah persepsi orang yang selama ini menganggap IBM sebagai perusahaan hardware saja. IBM saat ini merupakan solution provider yang memberikan layanan konsultasi bisnis, sistem integrasi, perangkat keras dan perangkat lunak kepada pelanggan sehingga mereka bisa memperoleh manfaat secara maksimal dari teknologi.

Berbagai penghargaan diperoleh karena kerja kerasnya sebagai pemimpin, di antaranya Outstanding Achievement Award di tahun 1999, Country General Manager Excellence Award 2000, yaitu penghargaan yang diberikan pada lima negara terbaik dari 170 negara di mana IBM beroperasi.

Dalam hubungannya dengan karyawan, Betti membuka lebar pintu ruang kerjanya dan mempersilakan karyawan masuk dan bertukar pikiran dengannya. Dalam waktu-waktu tertentu ia mengadakan diskusi terbatas dengan lapisan-lapisan karyawan. Ia tidak ingin menjadi pemimpin di atas menara gading yang tidak mengenal siapa sebenarnya orang-orang yang dipimpinnya. Betti harus bisa memposisikan dirinya dengan tepat di antara para karyawannya. Suatu saat ia harus bersikap keras dan tegas, di waktu yang lain ia harus bersikap luwes, fleksibel dan penuh tenggang rasa.

Itulah makanya ia tidak segan-segan berpanas terik berbaur dengan karyawan setiap kali diadakan family gathering. Ia tidak canggung mengambil bagian ikut dalam lomba lari bakiak, tarik tambang dan tulus berbagi canda dan tawa bersama mereka.

Dalam setiap langkah hidupnya, Betti selalu berusaha tetap rendah hati dan menggunakan energinya untuk menuntut suatu perbaikan kualitas kehidupan dengan berbagi pengalaman yang didapatnya, pengetahuan ataupun harta yang dimilikinya secara pribadi. Ia memberikan perhatian yang besar terhadap program-program kemasyarakatan IBM dan dunia pendidikan. Ia menilai bahwa perbaikan-perbaikan terhadap pemanfaatan IT dimulai dari dunia pendidikan. Mangatur Lorielcide Paniroy – Marjuka(Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here