Budi Gunawan Jejak Polisi Pembaharu

Budi Gunawan
 
0
156
Budi Gunawan saat menjabat Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri

Jenderal Polisi Prof. Drs. Budi Gunawan, SH, MSi, PhD, akrab disebut BG, yang sejak Jumat 9 September 2016 menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) adalah seorang berlatar bhayangkara sejati yang sebelumnya telah mengabdi selama 33 tahun di institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Alumni Akabri Kepolisian 1983 itu seorang polisi brilian dan pembaharu yang telah mengukir berbagai solusi dan prestasi demi peningkatan profesionalisme Polri dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Dalam setiap jenjang kariernya, BG selalu menjalan­kan tugas pengabdian dengan kesetiaan tinggi dan jauh mele­bihi beban tugas yang diembannya. Dia selalu meninggalkan jejak pembaharuan, kreatif, inovatif dan solutif dalam setiap jenjang jabatan (tugas) yang diembannya. Sehingga pantas Jenderal Polisi Tito Karnavian saat menjabat Kapolri menyebut BG sosok fenomenal bagi institusi kepolisian.

Bagaimana Budi Gunawan menjalankan tugas pengabdian dengan kesetiaan tinggi dan jauh melebihi beban tugas jabatan yang diembannya? Sebagai contoh, seperti dikemukakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat Budi Gunawan (BG) bertugas sebagai Ajudan Wakil Presiden (1999-2001) dan Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004) di tengah turbulensi politik dan terjadi power stagel (pertahapan kuasa) kala itu, Polri beruntung hadirnya BG di pusat kekuasaan. “Dia bukan ajudan biasa, tapi dia punya kemampuan intelektual di atas rata-rata,” papar Tito.

Menurut Tito, tahun 1999 saat terjadinya reformasi di tubuh Polri baik struktural, instrumental dan kultural, serta selanjutnya pada tahun 2000-2002 Polri lepas (mandiri dari ABRI) dan ditempatkan langsung di bawah Presiden dan diberikan kewenangan sebagai penegak hukum utama dan penanggung jawab Kamtibnas, yang menjadikan Polri semakin kuat, semua itu tidak lepas dari peran besar seseorang yang mungkin pada masa itu tidak banyak dilihat yakni Budi Gunawan. Hal mana, Budi Gunawan bukan ajudan biasa tapi Ajudan Presiden yang punya kemampuan intelektual di atas rata-rata sehingga mampu menjalankan tugas jauh melebihi beban tugas jabatan ajudan yang diembannya.

 

Selalu Lulusan Terbaik

BG memiliki kemampuan intelektual tinggi, terlihat dari prestasinya selalu menjadi lulusan terbaik sejak Akpol, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (SESPIM) dan Sekolah Perwira Tinggi (SESPATI) Polri, hingga Lemhannas. Dia juga giat menggali pengetahuan dengan mengikuti pendidikan Program Pascasarjana S2 (MSi) bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan dari Universitas Satya Gama, dan S3 (Ph.D) bidang Public Administration and Criminal Justice, dari Lacrosse University.

Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 11 Desember 1959, ini di kalangan Polri dikenal cerdas, santun, berintegritas tinggi, berkarakter berani dan tegas, bertanggungjawab dan bekerja sungguh-sungguh dalam setiap jenjang tugas dan jabatan yang dipercayakan kepadanya. Sejak dia bertugas di kepolisian setelah menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian 1983, sampai dipilih Presiden menjadi calon tunggal Kapolri (2015) dan dilantik menjadi Wakil Kapolri (2015-2016).

Budi Gunawan saat menjabat Wakapolri

Dalam pengabdiannya di kepolisian, BG pernah menjabat Kapolsekta Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung (saat itu dia meraih penghargaan sebagai Kapolsek terbaik di Polresta Bandarlampung); Kapolresta Polwil Bogor; Kapolda Jambi dan Kapolda Bali. Juga pernah bertugas di bidang operasional fungsi Lantas, sebagai Kasat Lantas Polrestabes Palembang, Sesdit Lantas Polda Lampung, Kabag Sus Lantas Sundit Regident Dit Lantas Polri. Serta bertugas di bidang pembinaan berkaitan dengan fungsi SDM, sebagai Kepala Biro Binkar Desumdaman Polri, Kepala Selapa Polri, dan Kelemdikpol. Juga pernah bertugas dalam jabatan operasional fungsi hukum, sebagai Kepala Div Binkum Polri dan jabatan fungsi pengawasan, menjabat Kepala Divpropam Polri.

Tidak hanya dalam jabatan struktural, BG juga beberapa kali dipercaya memimpin tim kerja untuk penugasan khusus, baik sebagai ketua maupun wakil ketua. Di antaranya: Tim Restrukturisasi Polri pada 2010, Tim Reformasi Birokrasi Gelombang I (2004 – 2009) dan Gelombang II (2010 -2014), di antaranya menyusun Dokumen Road Map Program RBP Gelombang I dan II;

Advertisement

Tim Pembangunan Postur Polri menuju Polri yang Paripurna pada 2012 -2014; Tim Penyusunan Tanggapan/Jawaban Polri untuk rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI; Tim Penyusunan Program Akselerasi Transfor­masi Polri menuju Polri yang Mandiri, Profesional dan Dipercaya Masyarakat (2008 -2010); Tim Penyusunan Program Revitalisasi Polri menuju Pelayanan Prima untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat (2010 -2013); Tim Penyusunan Rasionalisasi /Realokasi Personil Polri dari Mabes ke Satwil pada 2014.

Budi Gunawan telah melakukan berbagai inovasi kreatif selama bertugas dalam berbagai jabatan memimpin Satker dan Satwil di Polri maupun saat bertugas sebagai Ajudan Wapres dan Ajudan Presiden. Saat berpangkat Komisaris Besar, BG menjabat Pamen SSDM Polri sebagai Ajudan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri (1999-2001) dan Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004). Dalam posisi berada di pusat kekuasaan itu, BG mengoptimalkan posisinya sebagai wakil Polri dalam rangka reformasi dalam tubuh Polri.

Maka pantas kemudian, BG dipercaya menjabat Kepala Biro Pembinaan Karyawan (Binkar) SSDM Mabes Polri (2004-2006). Dengan jabatan itu, dia pun menjadi perwira termuda di angkatannya yang dipromosikan menyandang pangkat jenderal bintang satu (brigadir jenderal).

Setelah itu, BG menjabat Kepala Sekolah Lanjutan Perwira (Kaselapa) Lemdiklat Polri (2006-2008), lembaga pendidikan yang menginduk pada Lemdikpol. Saat menjabat Kaselapa Polri, dia menerbitkan Jurnal Ilmiah Kualita, Majalah Selapa News, dan portal Selapa Polri. Juga menyusunan program dan kerjasama dalam rangka peningkatan kualitas Selapa, baik kompetensi Gadik dan Siswa, Silabus dan kurikulum maupun hanjar (bahan ajar) dalam rangka mencapai standar kualitas 3 Q yakni Quality of Education (kualitas pendidikan), Quality of Operation (kualitas operasional pendidikan) dan Quality of Output (kualitas kelulusan).

 

Kapolda Pertama Akpol 1983

Dua tahun menjabat Kaselapa, BG dipercaya menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi (2008-2009), tergolong Polda tipe B. Brigjen Pol Drs Budi Gunawan SH, Msi menggantikan Brigjen Pol Drs Carel Risakotta pada tanggal 14 Januari 2008. Posisi ini menempatkan Budi Gunawan merupakan alumni Akpol 1983 pertama yang menjabat Kapolda.

Pada masa kepemimpinannya sebagai Kapolda Jambi, Brigjen Pol. Budi Gunawan terkenal dengan kebijakan “Lima Laluan, Searah Tujuan”. BG berhasil membangun kepercayaan masyarakat terhadap polisi dengan cara memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan dengan tulus. BG berhasil membangun kemitraan dan melakukan pemberdayaan semua komponen masyarakat.

Dia pun berusaha sungguh-sungguh menegakkan supremasi hukum yang adil, obyektif, transparan, dan tidak memihak, untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban. Berupaya meningkatkan kompetensi Polri sehingga menjadi lebih profesional, lebih bermoral, lebih modern, dan taat hukum.Dia menerapkan manajemen kinerja terpadu untuk mencapai keunggulan.

Salah satu prestasinya, saat menjabat Kapolda Jambi adalah keberhasilannya memberantas berbagai kegiatan illegal logging, sehingga saat itu praktis tidak ada kegiatan illegal logging di daerah itu.

Kol Inf (Purn) Sutrisno yang menjabat Danrem 042 Garuda Putih saat Budi Gunawan menjabat Kapolda Jambi mengatakan BG sangat familiar selama menjabat Kapolda Jambi. BG dikenal sangat santun dan dermawan, peduli terhadap kegiatan sosial, olahraga dan kemasyarakatan.

 

Konsep 4 Co dan Tri Hita Karana

Tahun 2009, BG dipromosi ke Mabes menjabat Kepala Divisi Pembinaan Hukum (Kadiv Binkum) Polri dan naik pangkat menjadi bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen). Saat menjabat Kadivkum Polri (2009-2010) tersebut, BG menunjukkan kepekaan dalam menerapkan kebijakan dan program pengembangan hukum kepolisian.

Kemudian, dia menjabat Kadiv Propam Polri (2010-2012). Saat itu, dengan cerdas, dia menyusun paradigma baru pengawasan propam Polri dan menerapkan Konsep 4 Co, yakni Compliance (peningkatan kepatuhan); Consultative (pening­katan kualitas); Coordination (pe­ning­katan kerja sama); dan Corrective (perbaikan kesalahan). Ia juga terlibat dalam pembuatan logo Propam dan sertifikasi ISO SOP Propam.

Keberhasilannya memimpin Divisi Propam, membuatnya kemudian dipercaya memimpin kewilayahan sebagai Kapolda Bali yang merupakan Polda tipe A (2012). Irjen (Pol) Budi Gunawan menggantikan Irjen (Pol ) Totoy Herawan Indra yang menempati posisi baru sebagai Staf Ahli Manajemen Kapolri. Budi Gunawan saat acara lepas sambut Kapolda Bali, Selasa, 6 Maret 2012, mengatakan, Bali sebagai etalase Indonesia di mata internasional, stabilitas keamanan sangat menentukan.”Selain sebagai daerah pariwisata, adat dan budaya telah menjadi pilar kehidupan masyarakat Bali dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, jika stabilitas keamanan dapat terjaga maka semua kegiatan di Bali akan berjalan lancar,” tuturnya.

Budi Gunawan mengatakan bahwa masyarakat Bali sangat ramah, mengedepankan seni dan religiusitas dalam ritme yang harmonis baik adat dan budaya yang menjadi pilar kehidupan masyarakat dalam kegiatan hidup sehari-hari sehingga dapat menciptakan stabilitas keamanan yang menunjang segala kegiatan di Bali.

Budi Gunawan tampaknya sangat memahami falsafah Tri Hita Karana, terlihat dari perhatiannya pada keseimbangan hubungan Manusia dengan Tuhan, Manusia dengan Manusia dan Manusia dengan Alam yang terkait satu sama lainnya dalam kaitan bidang tugasnya men­jaga keamanan dan kenyamanan Bali.

Kesadaran dan pemahaman yang tinggi atas kebijakan lokal tersebut telah mendukung keberhasilan BG sebagai Kapolda Bali. BG pun berha­sil mengukir beberapa prestasi. Dia berhasil menjaga kondisi keamanan, kenyamanan dan kesakralan religi serta adat istiadat Bali sebagai etalase pariwisata Indonesia.

BG dikenal sebagai kapolda yang tegas dalam penindakan jaringan terorisme di Bali bekerjasama dengan Densus 88 Anti Teror dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Dia melakukan inisiasi terbentuknya Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Pariwisata, Beach Guard Police (BGP) dan Bali Police Coast Guard (BPCG). Juga aktif menggelar Patroli Dialogis, melaksanakan patroli Quick Response, pembentukan 10 Unit CRT. Semua kegiatan itu  bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang datang ke Bali.

Selain menjaga keamanan Bali, BG juga berhasil mereformasi birokrasi Polri dan meningkatkan pelayanan prima. BG sangat concern pada upaya peningkatan SDM kepolisian di jajaran Polda Bali melalui berbagai pelatihan dan pendidikan sehingga kualitas jajaran polda Bali bisa setara dengan polisi di dunia internasional. Dengan berbagai upaya konkrit itu, Polda Bali berhasil meraih Juara I Reformasi Birokrasi Polri tingkat nasional dan menjadi proyek percontohan polda seluruh Indonesia.

 

Grand Design Lemdikpol Polri

Setelah sukses memimpin Polda Bali, Budi Gunawan dipromosikan menjadi Kepala Lembaga Pendidikan (Kalemdiklat) Polri (2012-2015). Bintang tiga (Komisaris Jenderal) pun disematkan di pundaknya. Lemdikpol Polri adalah membawahi Akademi Kepolisian (Akpol), Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), dan sejumlah lembaga pendidikan Polri.

Sebagai Kalemdikpol, Komjen Pol membuat grand design Lemdikpol Polri. Di antaranya, mendesain kebutuhan prioritas penguatan kapasitas dan kapabilitas Lemdikpol serta jajarannya. Menyusun modul-modul pendidikan dan pelatihan Polri, melakukan pembangunan karakter, budaya berkeunggulan di sekolah, Pusdik dan SPN. Penggunaan e-learning/IT dan PPJJ di setiap sekolah, Pusdik dan SPN. Juga pembuatan logo Lemdikpol, penataan administrasi untuk mendapatkan sertifikasi ISO, serta pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri.

Sebagai seorang doktor (intelektual) BG memiliki kemampuan menuangkan pemikiran ke dalam bentuk tulisan, baik dalam buku dan media massa. Buku-buku yang pernah dia tulis di antaranya, Kiat Sukses Polisi Masa Depan, Membangun Kompetensi Polri: Sebuah Model Penerapan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi, Rancang Bangun SDM Polri, Community Policing, Terorisme: Mitos dan Konspirasi, dan Koloni Keadilan (Kumpulan Analisis di Majalah Forum). Dia juga aktif menulis beberapa artikel yang dimuat di sejumlah media, seperti Majalah Gatra, Forum, Media Indonesia, Suara Pembaruan, Kompas dan SINDO.

 

Keunggulan Berkomunikasi

BG memiliki kemampuan dan keunggulan dalam melakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik dalam setiap jenjang jabatan yang diembannya. Dia pemimpin yang memiliki kemampuan membina hubungan yang baik dengan berbagai pihak. Dia juga memiliki jaringan yang luas yang terus dibina dalam setiap jenjang penugasannya, termasuk pengalaman dan jaringannya saat menjabat sebagai Ajudan Presiden Megawati.

Maka, sangat patut ketika Presiden Jokowi pada 10 Januari 2015 mengajukan nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri dan disetujui oleh DPR. BG memang memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menduduki jabatan puncak di kepolisian tersebut. Namun, karena ulah komisioner KPK yang menetapkannya jadi tersangka tanpa bukti yang cukup, meski status tersangka itu dibatalkan dalam praperadilan, akhirnya kursi Kapolri diberikan kepada Jenderal Badrodin Haiti. Komjen Budi Gunawan pun berlapang dada dilantik sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri) pada 24 April 2015 menggantikan Badrodin Haiti.

Enam belas bulan menjadi Wakapolri, Presiden Jokowi pun mengajukan nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ke Dewan Perwakilan Rakyat. Surat diantar langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke pimpinan DPR, Jumat (2/9/2016). DPR pun meloloskannya, dan Presiden Jokowi pun melantiknya menjabat Kepala BIN, Jumat 9 September 2016 menggantikan Letjen TNI (Purn) Sutiyoso.

Penulis Ch. Robin Simanullang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini