Dirut PLN, Bankir Puri Cikeas

[ Sofyan Basir ]
 
0
597
Sofyan Basir
Sofyan Basir | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Sofyan Basir, Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Puri Cikeas yang juga menjabat Direktur Utama BRI (2005-2014) diangkat menjadi Direktur Utama PLN. Bankir kelahiran Bogor, 2 Mei 1958, itu disebut Seknas Jokowi sebagai ‘Kasir Cikeas’ dan pernah diduga terlibat kasus korupsi alat pengering gabah.1] Namun hal itu tidak menghalangi pemerintahan Presiden Jokowi memilihnya menjadi Dirut PLN dalam RUPS PLN 23 Desember 2014.

Pengangkatan Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Puri Cikeas Sofyan Basir jadi Dirut PLN (Perusahaan Listrik Negara) amat menarik perhatian beberapa pihak. Redaksi TokohIndonesia.com memandang: Itulah misterinya politik. Jangan diharap akan ada pengakuan bahwa pengangkatan Sofyan Basir, Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI) selama 10 tahun pemerintahan Presiden SBY, itu terkait dengan politik. Apalagi, jangan harap, mengaitkannya dengan kerjasama (kompromi) politik Presiden Jokowi dengan SBY pemimpin Partai Demokrat.

Secara formal, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sudah menyampaikan pandangan khusus atas pengangkatan Sofyan Basir. Kata Rini, Sofyan memiliki rekam jejak yang baik saat memimpin BRI. Selain itu, kata Rini, yakin utang PLN dapat menurun dalam kepemimpinan Sofyan Basir. “Apalagi beliau sudah mampu mengatur sumber daya manusia di BRI yang jumlahnya tidak beda banyak dengan PLN,” papar Rini, Selasa 23 Desember 2014.

Rini Soemarno mengatakan RUPS PLN sudah memutuskan untuk menunjuk dirut baru, dan beberapa direksi baru, dan juga komisaris baru. Rini mengatakan, PLN dituntut melakukan banyak perbaikan. “Dalam Musrenbang Nasional beberapa waktu lalu, banyak sekali keluhan dari para kepala daerah. Atas dasar itulah, PLN membutuhkan tim yang lebih gigih,” jelas Rini.

Rini Sumarno mengungkapkan bahwa pengangkatan Sofyan menjadi Dirut PLN sudah dibicarakan dan mendapat restu dari Presiden Jokowi. “Kami menganggap, dibutuhkan putra terbaik untuk memimpin PLN. Saya, dan Pak Menteri ESDM, dan sudah direstui Pak Presiden Joko Widodo, menunjuk Pak Sofyan Basir sebagai Presdir PLN, dan Pak Chandea Hamzah sebagai Presiden Komisaris,” ujar Rini.

Rini juga mengungkapkan bahwa pengangkatan Sofyan menjadi Dirut PLN sudah dibicarakan dan mendapat restu dari Presiden Jokowi. “Kami menganggap, dibutuhkan putra terbaik untuk memimpin PLN. Saya, dan Pak Menteri ESDM, dan sudah direstui Pak Presiden Joko Widodo, menunjuk Pak Sofyan Basir sebagai Presdir PLN, dan Pak Chandra Hamzah sebagai Presiden Komisaris,” ujar Rini.

Sementara, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Sudirman Said mengatakan, susunan direksi dan komisaris PLN ini merupakan kombinasi antara orang lama dan baru di PLN. Sudirman Said berharap mereka bisa berkerjasama dengan baik dan mampu menjawab tantangan listrik ke depan.

Pertanyakan Integritas Sofyan

Sementara itu, M. Yamin, Ketua Umum Sekretariat Nasional Jokowi — relawan pendukung Jokowi dalam pemilihan presiden lalu, meragukan integritas Sofyan Basyir sebagai direktur utama PLN. Sebagaimana dirilis Tempo.co, selain terlibat kasus korupsi alat pengering gabah, Sofyan Basyir juga terkait dengan bisnis satelit yang langsung ia pimpin sebagai Direktur Utama BRI.2]

Yamin menjelaskan bisnis satelit itu terjadi pada sekitar bulan April 2014. Padahal, kata Yamin, bisnis satelit bukan bisnis inti BRI. “Aneh BRI mau menangani bisnis satelit di penghujung kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ada apa di balik ini semua?” kata Yamin. Selain itu, kata Yamin dalam pernyataan pers yang diterima Tempo, Selasa, 23 Desember 2014, Sofyan Basri masih menjabat Bendahara Cikeas.

Seknas Jokowi menyatakan Sofyan Basyir pernah terlibat dalam kasus korupsi alat pengering gabah di Bank Bukopin.3] Hingga kini, penyelesaian kasus tersebut masih menggantung di Kejaksaan Agung. “Saat itu, Sofyan Basyir menjabat sebagai Dirut Bank Bukopin,” kata Ketua Umum Seknas Jokowi, M. Yamin.

Menurut Yamin, integritas Sofyan Basyir semakin diragukan karena ia tidak hanya tersangkut korupsi soal alat pengering gabah. “Ada sejumlah hal yang membuat kami meragukan integritasnya,” kata Yamin.

Jejak Rekam

Sofyan Basir adalah lulusan Diploma, STAK Trisakti, Jakarta (1980) dan Sarjana Ekonomi STIE Ganesha, Jakarta (2010). Dia juga telah menerima penghargaan akademis Doktor Kehormatan dari Universitas Trisakti, Jakarta (2012).

Selain itu, dia telah mengikuti berbagai pendidikan serta pelatihan di bidang perbankan baik di dalam maupun luar negeri, di antaranya: Seminar Risk Management Certification Refreshment Program (Frankfurt); Eksekutif Manajemen Risiko, ABN Amro (Denpasar); Islamic Finance Forum (Swiss); Seminar Business Continuity Planning, Ernst & Young; SESPIBANK (Jakarta); Strategy Development Session, IBM; dan Structuring Loans & Short Term, The Institute Banking & Finance.

Dia mengawali karier parbankan di Bank Duta, 1981. Kemudian, pada 1986 dia bergabung dengan Bank Bukopin. Di Bank Bukopin ini dia meniti karier secara intensif: Menjadi Pimpinan Cabang, Group Head Line of Business, Direktur Komersial, hingga Direktur Utama Bank Bukopin.

Kemudian dalam pemerintahan Presiden SBY, dia dipercaya menjabat Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia sejak tanggal 17 Mei 2005 dan terpilih kembali untuk periode jabatan kedua pada tanggal 20 Mei 2010. Jabatan Dirut BRI itu digenggam sampai dia dipilih menjadi Dirut PLN 23 Desember 2014. Dalam kepemimpinan Sofyan, BRI berubah menjadi bank modern yang siap bersaing dengan bank umum lain.

Semoga nggak kesetrum

Pada saat namanya dinominasikan menjadi Dirut PLN, Sofyan Basir sempat mengatakan bahwa orang yang berlatar belakang perbankan tak mungkin dicomot oleh kementerian BUMN menjadi Direktur Utama PLN. Sofyan mengatakan jika dirinya memimpin PLN, bisa kesetrum. Hal ini dikemukakannya karena dia sama sekali tidak mempunyai latar belakang di bidang listrik.

Setelah Sofyan ditetapkan menjadi Dirut PLN, wartawan pun sempat mengingatkan pernyataannya itu. “Selamat ya pak jadi dirut PLN. Semoga nggak kesetrum ya pak,” kata wartawan yang mengundang tawa saat jumpa pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (23/12/2014) malam.

Inilah susunan Direksi PLN yang ditetapkan dalam RUPS 23 Desember 2014: Direktur Utama Sofyan Basir; Direktur (7): Sarwono Sudarto, Nasri Sebayang, Murtaqi Syamsuddin, Supangkat Iwan Santoso, Amir Rosidin, Nieke Widyawati, dan Amin Subekti.

Susunan Direksi lama adalah: Direktur Utama Nur Pamudji; Direktur (7): I.G.A. Ngurah Adnyana, Moch. Harry Jaya Pahlawan, Vickner Sinaga, Nasri Sebayang, Bagiyo Riawan, Eddy D. Erningpraja, dan Setio Anggoro Dewo.
Penulis: Ch. Robin Simanullang | Bio TokohIndonesia.com |

Footnotes:
1] Seknas Jokowi Sebut Sofyan Basyir Kasir Cikeas; http://www.tempo.co/read/news/2014/12/23/078630600/Seknas-Jokowi-Sebut-Sofyan-Basyir-Kasir-Cikeas
2] Ibid
3] Seknas Jokowi: Sofyan Basyir Terlibat Korupsi; http://www.tempo.co/read/news/2014/12/23/078630593/Seknas-Jokowi-Sofyan-Basyir-Terlibat-Korupsi

Data Singkat
Sofyan Basir, Dirut BRI (2005-2014) dan PLN (2014-sekarang) / Dirut PLN, Bankir Puri Cikeas | Direktori | CEO, BUMN, PLN, bankir, BRI, Cikeas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here