Emha Ainun Najib
Emha Ainun Najib | Tokoh.ID

Data Singkat
Emha Ainun Najib, Budayawan / Kyai Kanjeng Sang Pelayan | 27 Mei 1953 | Direktori | E | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Wartawan, Budayawan, UGM, kolumnis, Gontor

Nama:

Emha Ainun Najib

Lahir:

Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953

Pekerjaan:

Budayawan

Agama:

Islam

Isteri:

Novia Kolopaking

Pendidikan:
  • SD, Jombang (1965)
  • SMP Muhammadiyah, Yogyakarta (1968)
  • SMA Muhammadiyah, Yogyakarta (1971)
  • Pondok Pesantren Modern Gontor
  • FE di Fakultas Filsafat UGM (tidak tamat)
Karir:
  • Pengasuh Ruang Sastra di harian Masa Kini, Yogyakarta (1970)
  • Wartawan/Redaktur di harian Masa Kini, Yogyakarta (1973-1976)
  • Pemimpin Teater Dinasti (Yogyakarta)
  • Pemimpin Grup musik Kyai Kanjeng
  • Penulis puisi dan kolumnis di beberapa media
Karya Seni Teater:
  • Geger Wong Ngoyak Macan (1989, tentang pemerintahan ‘Raja’ Soeharto),
  • Patung Kekasih (1989, tentang pengkultusan),
  • Keajaiban Lik Par (1980, tentang eksploitasi rakyat oleh berbagai institusi modern),
  • Mas Dukun (1982, tentang gagalnya lembaga kepemimpinan modern).
  • Santri-Santri Khidhir (1990, bersama Teater Salahudin di lapangan Gontor dengan seluruh santri menjadi pemain, serta 35.000 penonton di alun-alun madiun),
  • Lautan Jilbab (1990, dipentaskan secara massal di Yogya, Surabaya dan Makassar),
  • Kiai Sableng dan Baginda Faruq (1993).
  • Perahu Retak (1992).
Buku Puisi:
  • “M” Frustasi (1976),
  • Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978),
  • Sajak-Sajak Cinta (1978),
  • Nyanyian Gelandangan (1982),
  • 99 Untuk Tuhanku (1983),
  • Suluk Pesisiran (1989),
  • Lautan Jilbab (1989),
  • Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990),
  • Cahaya Maha Cahaya (1991),
  • Sesobek Buku Harian Indonesia (1993),
  • Abacadabra (1994),
  • Syair Amaul Husna (1994)
Buku Essai:
  • Dari Pojok Sejarah (1985),
  • Sastra Yang Membebaskan (1985)
  • Secangkir Kopi Jon Pakir (1990),
  • Markesot Bertutur (1993),
  • Markesot Bertutur Lagi (1994),
  • Opini Plesetan (1996),
  • Gerakan Punakawan (1994),
  • Surat Kepada Kanjeng Nabi (1996),
  • Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994),
  • Slilit Sang Kiai (1991),
  • Sudrun Gugat (1994),
  • Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1995),
  • Bola
  • Bola Kultural (1996),
  • Budaya Tanding (1995),
  • Titik Nadir Demokrasi (1995),
  • Tuhanpun Berpuasa (1996),
  • Demokrasi Tolol Versi Saridin (1997)
  • Kita Pilih Barokah atau Azab Allah (1997)
  • Iblis Nusantara Dajjal Dunia (1997),
  • 2,5 Jam Bersama Soeharto (1998),
  • Mati Ketawa Cara Refotnasi (1998)
  • Kiai Kocar Kacir (1998)
  • Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (1998)
  • Keranjang Sampah (1998) Ikrar Husnul Khatimah (1999)
  • Jogja Indonesia Pulang Pergi (2000),
  • Ibu Tamparlah Mulut Anakmu (2000),
  • Menelusuri Titik Keimanan (2001),
  • Hikmah Puasa 12 (2001),
  • Segitiga Cinta (2001),
  • Kitab Ketentraman (2001),
  • Trilogi Kumpulan Puisi (2001),
  • Tahajjud Cinta (2003),
  • Ensiklopedia Pemikiran Cak Nun” (2003),
  • Folklore Madura (2005),
  • Puasa ya Puasa (2005),
  • Kerajaan Indonesia (2006, kumpulan wawancara),
  • Kafir Liberal (2006)
  • Jalan Sunyi EMHA (Ian L. Betts, Juni 2006)
Alamat Rumah:

Jalan Kadipaten Wetan K-11 Yogyakarta

Alamat Kantor:

Dewan Kesenian Daerah Istimewa Yogyakarta

Pusat Data Tokoh Indonesia
Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here