Melejit Jadi Kapolri

[ Timur Pradopo ]
 
0
77
Timur Pradopo
Timur Pradopo | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Komisaris Jenderal Timur Pradopo menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke DPR RI, Senin (4/10/2010). Nama dan karir pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 10 Januari 1956, itu melejit dan mengejutkan karena pengajuannya sebagai calon Kapolri hanya sekitar empat jam setelah dia dilantik menjabat Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, dengan lebih dahulu menaikkan pangkatnya dari Irjen (bintang dua) menjadi Komjen (bintang tiga). Sebelumnya, dia pun belum lama (baru diangkat pada 22 Juni 2010) menjabat Kapolda Metro Jaya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi mengajukan Komisaris Jenderal Timur Pradopo sebagai calon Kepala Polri, pengganti Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri. Surat pengajuan calon itu diterima Ketua DPR Marzuki Alie di ruangannya, Senayan, Jakarta, Senin 4 Oktober 2010 sekitar pukul 19.20. Di hadapan pers, Marzuki langsung membacakan surat dari Presiden itu. Pengajuan nama Timur Pradopo itu terkesan tergesa-gesa. Sebab nama yang disebut-sebut sebelumnya adalah Komjen Nanan Soekarna dan Komjen Imam Sudjarwo serta terakhir Komjen Ito Sumardi. Tetapi ketiga nama ini tiba-tiba tenggelam setelah sebelum Sidang Kabinet Paripurna Pukul 11.00 (4/10/2010) Presiden SBY bertemu dengan Kapolri Bambang Hendarso Danuri. Lalu, setelah itu Kapolri meninggalkan Kantor Presiden, tidak ikut rapat. “Acara di sana (Mabes Polri) lebih penting,” kata Kapolri sambil berlalu.

Kemudian, sekitar pukul 15.00, Kapolri melantik Timur Pradopo menjadi Kabaharkam Polri, dengan lebih dahulu menaikkan pangkatnya dari Inspektur Jenderal (bintang dua) menjadi Komisaris Jenderal (bintang tiga). Dengan kenaikan pangkat dan jabatan itu, Timur Pradopo memenuhi syarat menjadi calon Kapolri. Padahal dia pun belum lama menjabat Kapolda Metro Jaya, baru diangkat pada 22 Juni 2010.

Lalu, sekitar pukul 18.30, Kapolri Bambang Hendarso Danuri kembali menghadap Presiden SBY ke Istana. Setelah itu, sekitar pukul 19.30, Ketua DPR Marzuki Alie mengumumkan telah menerima surat dari Presiden tantang pengajuan nama Timur Pradopo sebagai Calon Kapolri, untuk mendapat persetujuan DPR. Sehingga proses ini terkesan tergesa-gesa. Sebab, hanya sekitar empat jam setelah Timur Pradopo dilantik menjabat Kabaharkam Polri, sudah diajukan jadi calon Kapolri. Belum sehari dia berkantor sebagai Kabaharkam Polri dan belum pula sempat memberesi ruangan Kapolda Metro Jaya, Presiden sudah langsung menunjuknya sebagai calon Kapolri.

Siapa Timur Pradopo

Karir yang melejit dan mengejutkan membuat orang ingin tahu siapa Timur Pradopo. Dia lahir di Jombang, Jawa Timur, 10 Januari 1956. Suami dari Irianti Sari Andayani dan ayah dari sua anak (Moh Bimo Aryo Seto dan Dhea Istigfarina Miranti) ini lulusan Akademi Kepolisian (1978) dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, PTIK (1989). Dia juga pernah mengikuti pendidikan Kejuruan PA Lantas. Juga telah menyelesaikan Sekolah Staf dan Pimpinan Polisi (Sespimpol) (1996) dan Sekolah Staf Administrasi Tingkat Tinggi (Sespati Polri), (2001).

Dia memulai karir sebagai Perwira Samapta Poltabes Semarang. Kemudian menjadi Perwira Operasi Satuan Lalu Lintas Semarang, Kepala Seksi Ops Poltabes Semarang, dan Kapolsekta Semarang Timur. Setelah itu menjabat Kabag Lantas Polwil Kedu. Tak lama kemudian dipromosi menjabat Kasubag Ops Dit Lantas Polda Metro Jaya, Kasat Lantas Restro Jakarta Pusat, Kapolsek Metro Sawah Besar, Waka Polres Tangerang, dan Kabag Jianma Dit Lantas Polda Metro Jaya. Lalu menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat (1997-1999) dan Kapolres Metro Jakarta Pusat (1999-2000).

Kemudian menjabat Kapuskodal Ops Polda Jawa Barat (2000-2001) dan Kepala Polwiltabes Bandung (2001-2002). Diangkat menjadi Kakortarsis Dediklat Akpol (2002-2004) dan Irwasda Polda Bali (2004-2005), sebelum menjabat Kapolda Banten (2005-2008). Lalu sempat menjabat Kaselapa Lemdiklat Polri (2008) dan Staf Ahli Bidang Sosial Politik Kapolri (2008) sebelum kembali menjabat Kapolda Jawa Barat (2008-2010) dan Kapolda Metro Jaya (22 Juni 2010 – 4 Oktober 2010). Hanya tiga bulan lebih menjabat Kapolda Metro Jaya, penerima penghargaan Satya Lencana 16 Tahun, ini diangkat menjabat Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri (4 Oktober 2010). Empat jam kemudian diajukan sebagai calon Kapolri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian disetujui oleh DPR RI menjadi kapolri menggantikan Bambang Hendarso Danuri setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan. e-ti | crs

Data Singkat
Timur Pradopo, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (2010-Sekarang) / Melejit Jadi Kapolri | Direktori | kapolri, polisi, Polri, kapolda, Akpol

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here