Perhatian Pada Masalah Sosial

[ Adjie Massaid ]
 
0
84
Adjie Massaid
Adjie Massaid | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Wafatnya Adjie Massaid, artis yang juga politisi dari Partai Demokrat, Sabtu (5/2/2011) dini hari, usai bermain bola, mengejutkan banyak orang. Hingga akhir hayatnya, anggota DPR RI dua kali periode berturut-turut ini cukup gigih memperjuangkan masalah sosial kemasyarakatan. Baginya, keadilan dan kesejahteraan seharusnya milik seluruh rakyat Indonesia. 

Belum usai menunaikan tugasnya sebagai wakil rakyat, anggota Komisi V sekaligus Ketua Kelompok Fraksi Partai Demokrat di Komisi V ini tiba-tiba dipanggil yang Maha Kuasa sekitar pukul 00.45 WIB, Sabtu (5/2/2011) dini hari. Adjie meninggal pada usia 43 tahun setelah mengeluhkan sakit di bagian dada usai bermain futsal. Kepergiannya itu membuat syok banyak orang terutama sang isteri, Angie yang tak henti-hentinya menangis. Selama proses penanganan dokter, Angie terus mendampingi suami tercintanya.

Menurut dokter, Adjie meninggal karena serangan jantung dan sudah akut. Ketua Staf Medis Fungsional Jantung RSU Fatmawati, dr Eddy Sunarjuniarto Spjb mengatakan, proses serangan jantung yang dialami oleh Adjie Massaid tidak terjadi seketika. Meskipun almarhum tidak pernah mengeluhkan sakit, namun sebenarnya, sudah terjadi penyempitan jantung sejak lama. Tim dokter mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menolong nyawa Adjie, namun Tuhan berkehendak lain.

Hingga akhir hayatnya, Adji Massaid mendapat amanat sebagai Manajer Timnas PSSI U-23 yang disiapkan untuk ajang Sea Games 2011 dan Pra Olimpiade 2012. Ketua Departemen Pekerjaan Umum DPP Partai Demokrat ini sempat melaporkan kegiatan tim nasional U-23 pada rapat internal Fraksi Partai Demokrat, beberapa jam sebelum wafat.

Adjie terlahir dengan nama Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid. Masa kecil pria kelahiran Jakarta, 7 Agustus 1967 ini dihabiskan di Rawamangun, Jakarta Timur. Kemudian sekitar tahun 1975, Adjie diboyong orang tuanya bermukim di Belanda. Di Negeri Kincir Angin itu ia menempuh pendidikannya hingga tingkat sekolah menengah atas. Lulus SLTA, anak kedua dari tiga bersaudara ini kembali ke Tanah Air dan kemudian melanjutkan studinya ke Sekolah Tinggi Nasional Indonesia (STIENI) Jakarta.

Bermodal wajah tampannya, pria berdarah campuran Jawa-Madura-Belanda ini mulai menapaki karirnya di dunia showbizz dengan menjadi peragawan dan fotomodel. Dari panggung catwalk hingga cover majalah yang memakai jasanya, nama Adjie semakin dikenal khalayak. Tawaran di bidang lain pun berdatangan. Setelah sukses sebagai model, ia kemudian menjadi pemain film. Film pertamanya berjudul Cinta Dalam Sepotong Roti yang dibintanginya bersama bersama Monica Oemardi dan Tio Pakusadewo pada 1990 karya Garin Nugroho. Disusul Rini Tomboy (1991), Asmara (1992), Pengantin Cinta (2010) dan sejumlah sinetron.

Usai debutnya di dunia seni peran itu, Adjie kebanjiran tawaran untuk membintangi film hingga sinetron. Selama karirnya, terhitung sudah puluhan judul yang memasang namanya sebagai aktor.

Memasuki tahun 2000-an, dimana bibit-bibit seniman baru mulai bermunculan, Adjie mundur perlahan dari dunia hiburan. Bukannya takut akan persaingan tapi ia ingin memberi kesempatan kepada para generasi muda untuk berkarya. Di samping itu, Adjie juga ingin mengembangkan potensinya di bidang lain. Setelah pensiun sebagai pemain film dan sinetron, ia mencoba peruntungannya di dunia politik, dunia yang sebenarnya bukan hal baru lagi bagi Adjie, sebab ia memang terlahir dari keluarga Bupati Kabupaten Pasuruan.

Selain kegigihannya, Adjie jugasosok yang sangat idealis. Sang suami merupakan pria yang sangat concern terhadap masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Kepada Angie, Adjie juga pernah bercerita bagaimana seharusnya keadilan dan kesejahteraan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

Berkat nama besarnya sebagai selebriti dan kegigihannya dalam kampanye, Adjie Massaid berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota dewan periode 2004-2009 dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan Jawa Timur II yang meliputi Kabupaten dan Kota Probolinggo dan Pasuruan.

Baru setahun menjalani pekerjaan barunya, cobaan hidup mulai menimpanya. Pernikahannya dengan penyanyi Reza Artamevia yang dinikahinya pada 9 Februari 1999 diterpa masalah. Pernikahan yang telah membuahkan dua orang putri bernama Zahwa dan Aaliya itu akhirnya semakin retak dan pada 17 Januari 2005 resmi bercerai.

Pasca perceraian, bertahun-tahun Adjie seakan menikmati kesendiriannya dan kegiatannya di panggung politik sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri masa dudanya dengan memperistri rekan kerjanya sesama anggota dewan, Angelina Sondakh, pada 29 April 2009.

Tentang pernikahan itu, Angie, panggilan akrab Angelina Sondakh mengaku awalnya tidak terlalu menghiraukan Adjie karena pamornya sebagai selebriti. Namun akhirnya ia luluh juga karena melihat kesungguhan Adjie yang seakan tak mengenal kata menyerah dalam mendekatinya.

Di mata mantan Puteri Indonesia 2001 itu, selain kegigihannya, Adjie juga sosok yang sangat idealis. Sang suami merupakan pria yang sangat concern terhadap masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Kepada Angie, Adjie juga pernah bercerita bagaimana seharusnya keadilan dan kesejahteraan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

Adjie juga memberikan pandangannya tentang bagaimana anak-anak sebagai generasi penerus tongkat estafet pembangunan bangsa harus mendapat perhatian yang khusus oleh pemerintah dan seharusnya mereka dilihat sebagai aset bangsa yang mahal. Seperti pendapat Adjie: “Masa depan bangsa ini harus diselamatkan dan kitalah sebagai generasi muda yang harus memperjuangkannya”. Dari pernikahan pasangan Adjie dan Angie lahirlah Keanu Jabbar Massaid tanggal 9 September 2009 yang dilahirkan secara caesar di RS Brawijaya Women and Children, Jakarta.

Sebagai kader utama Partai Demokrat, Adji Massaid yang kembali terpilih sebagai anggota DPR periode 2009-2014 disebut sebagai salah satu sosok penting saat mengegolkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat pada Kongres II di Bandung, April 2010. Maklum Angie saat itu berperan sebagai sekretaris tim pemenangan Anas. e-ti | muli, mlp

Data Singkat
Adjie Massaid, Anggota DPR-RI periode 2004-2009 dan 2009-2011 / Perhatian Pada Masalah Sosial | Direktori | Politisi, DPR, aktor, demokrat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here