Lulusan S3 di Jerman

[ Wa Ode Hamsinah Bolu ]
 
0
111
Wa Ode Hamsinah Bolu
Wa Ode Hamsinah Bolu

Terhitung sejak 29 September 2015, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu M.Sc. resmi menjadi senator PAW dapil Sultra menggantikan Lalu Muhammad Rusman Emba ST (calon Bupati Muna). Lulusan S3 Georg-August-Universitaet Goettingen, Jerman ini pernah menjadi PNS di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi selama kurang lebih 23 tahun.

Perempuan cantik kelahiran Buton, 20 April 1967 ini termasuk sosok yang cerdas dan aktif. Pendidikan TK-SD-SMP dia tempuh di Baubau, Sulteng. Pendidikan SMA dia tempuh di SMA Negeri 1 Kendari, Sulawesi Tenggara. Tamat SMA, dia melanjutkan kuliah S1 ke Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat (1986-1991).

Pada masa pendidikan SD hingga kuliah, Wa Ode menunjukkan diri sebagai siswi teladan dan berprestasi. Sejumlah penghargaan dia terima diantaranya Siswa Teladan Tingkat SD, Juara I Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (1979), Siswa Teladan Tingkat SMP, Juara I Kab. Buton (1983), Siswa Teladan Tingkat SMA, Juara III Tingkat Nasional (1985), Puteri Remaja Indonesia, Juara II Nasional (1985), Mahasiswa Berprestasi (Mahasiswa Teladan) Institut Pertanian Bogor (1991).

Semasa SMA dan kuliah, dia juga aktif dan meraih prestasi dalam bidang seni tari, drum band, vocal group/band, puisi, pers kampus, organisasi dan kepemimpinan. Semasa SMP dan SMA dia menjadi Wakil Ketua OSIS. Semasa kuliah dia pernah menjadi Kabag Organisasi, Badan Pengurus Pusat SYLVA INDONESIA, Badan Koordinasi Keluarga Mahasiswa Kehutanan Seluruh Indonesia (1988-1989), Kepala Departemen Keuangan, Badan Pekerja SENAT MAHASISWA IPB (1988-1989), Pengurus YON VII Resimen Mahasiswa MAHAWARMAN (1988-1990), Pengurus PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Goettingen Jerman, berturut-turut sebagai Sekretaris, Ketua Bidang IPTEK, Ketua Bidang Seni dan Budaya (1997-2006), Pengurus Pengajian Masyarakat Indonesia di Goettingen Jerman (1997-2006).

Kegiatan organisasi lainnya yang dia ikuti adalah Pengurus Organisasi HIKMA BUTON (Himpunan Keluarga dan Masyarakat Buton) se-JABODETABEK (2007-sekarang), Sekretaris Organisasi KKST Pusat (Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara, 2008-sekarang), Pengurus Forum Percepatan Pembentukan Provinsi Buton Raya (FPPPBR) di Jakarta (2010-sekarang), Pengurus Pusat PAJ (Persatuan Alumni Jerman, 2011-2015), salah satu pendiri Organisasi Kerukunan Keluarga dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (KKMST) di Bogor (1987).

Dia juga pernah menjadi inisiator dan juru bicara “TASK FORCE TSUNAMI” PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Goettingen Jerman untuk penggalangan bantuan teknis Gabungan Perguruan Tinggi Jerman ke Aceh pasca Tsunami.

Saat menjadi PNS di BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Wa Ode mendapat kesempatan belajar ke luar negeri. Dia mengambil pendidikan S2 di Georg-August-Universitaet Goettingen, Jerman (1998-2001) dan S3 di universitas yang sama lulus tahun 2014.

Pada Pemilu 2014, dia ikut dalam pemilihan anggota DPD wilayah Sulawasi Tenggara. Namun total perolehan suara yang dia kumpulkan tidak termasuk dalam 4 besar. Namun, Tuhan berencana lain. Pada tahun 2015, anggota DPD terpilih, Lalu Muhammad Rusman Emba ST maju sebagai calon Bupati Muna. Sesuai keputusan MK, anggota DPD yang ikut pilkada, mesti mengundurkan diri. Akhirnya Wa Ode Ida dipilih masuk sebagai anggota DPD PAW menggantikan Lalu Muhammad Rusman Emba ST.

Selesai dilantik di gedung Nusantara IV, 29 September 2015, Wa Ode Hamsinah Bolu saat itu mengatakan optimis akan membangun Indonesia dari dapilnya di Sultra dengan memberdayakan masyarakat di dalam setiap kegiatan di daerah. “Alhamdulilah saya latar belakangnya aktif terjun ke masyarakat pada saat menjadi pegawai BPPT di daerahnya, jadi tinggal meneruskan saja yang jangkauannya luas untuk Indonesia lebih baik lagi,” katanya. Wa Ode yang duduk di Komite II DPD RI mengaku siap untuk bekerjasama dengan anggota DPD lainnya dalam mengemban amanat yang diberikan masyarakat Kendari kepada dirinya.

Dalam tugasnya sebagai senator, Wa Ode Hamsinah Bolu dipercaya memegang posisi-posisi strategis. Dia pernah dipercaya sebagai Ketua Timja Penyusunan RUU Pengembangan Energi Terbarukan.  Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan pakar geothermal Yunus Daud di Ruang Rapat Komite II DPD RI, Wa Ode Hamsinah mengatakan Indonesia memiliki ketergantungan terhadap energi fosil dan hal itu akan membahayakan ketahanan energi pada masa depan.

Hal tersebut mendorong Komite II DPD RI untuk segera menyusun RUU Inisiatif tentang Pengembangan Energi Terbarukan. Melalui RUU yang juga masuk dalam prolegnas tahun 2015-2019 tersebut, diharapkan memunculkan upaya terkait diversifikasi energi yang berupa sumber energi terbarukan dalam rangka mengamankan pasokan energi dalam negeri.

Lulusan S3 Georg-August-Universitaet Goettingen, Jerman ini juga menyatakan penyusunan RUU tentang Energi Terbarukan bertujuan untuk membuat sebuah landasan regulasi dalam diversifikasi energi sehingga ke depannya Indonesia tidak hanya tergantung pada energi fosil dan justru beralih ke energi terbarukan. “Semangat DPD untuk mengangkat RUU Energi Terbarukan dalam produk legislasi ini agar kita punya landasan menginisiasi dan mengelola energi terbarukan,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Tahun 2017, Wa Ode pernah berniat maju bertarung di Pilwali Kota Baubau 2018. Dia sempat mengambil formulir di Nasdem dan PDIP, namun akhirnya lebih memilih tetap bertahan di DPD RI. Dia mengurungkan niatnya karena beberapa kabupaten dan kota di Sultra masih sangat menginginkannya untuk berada di pusat untuk duduk di kursi DPD RI. “Banyak kepala daerah kabupaten dan kota di Sultra mereka maunya saya bertahan di DPD RI karena sebagai perwakilan Sultra di sana, jadi bisa menghendel semua yang berkaitan dengan Sultra nantinya,” katanya kepada Baubau Post. Bio TokohIndonesia.com | cid, red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here