Peduli Pendidikan dan Kesehatan

[ Delis Julkarson Hehi ]
 
0
59
Delis Julkarson Hehi
Delis Julkarson Hehi

Dr. Delis Julkarson Hehi yang pernah menjadi calon Wakil Bupati Morowali ini berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPD dapil Sulawesi Tengah dengan meraih 101.620 suara pada Pemilu 2014.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar ini memiliki pengalaman organisasi diantaranya Ketua Persekutuan Mahasiswa Kristen Fakultas Kedokteran UNHAS (1997-1999), Sekretaris GMKI Komisariat FK-UNHAS, Makassar (1997-1999), Pengurus Senat Mahasiswa FK-UNHAS, Makassar (1997-1999), dan Anggota Lions Club, Makassar, (2010-2013).

Pada tahun 2011 dia pernah maju sebagai calon wakil bupati di Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah yang diusung Partai GOLKAR, PKS, PDP dan beberapa partai lain. Sayang, waktu itu keberuntungan belum berpihak kepada dirinya.

Sebagai seorang dokter, pria kelahiran Beteleme, 25 Juli 1976 ini akrab bersentuhan dengan masyarakat di daerah terpencil. Ia pernah menjadi Kepala Puskesmas Bualemo, Kab. Banggai (2003-2004) dan Kepala Puskesmas Tomata, Tomata (2005-2008).

Tidaklah mengherankan bila dalam menjalankan tugasnya sebagai senator, Dr. Delis Julkarson banyak menaruh perhatian pada upaya membenahi permasalahan di sektor kesehatan seperti kualitas layanan kesehatan terutama bagi masyarakat tidak mampu, pembiayaan kesehatan, kecukupan pemerataan tenaga kesehatan untuk daerah terpencil, dan penurunan angka kematian ibu.

Dr. Delis Julkarson juga menaruh perhatian pada sektor pendidikan. Menurut Delis Julkarson Hehi, beberapa permasalahan yang dihadapi oleh guru dan dosen, di antaranya, rendahnya kualitas kompetensi guru dan dosen, rendahnya kesejahteraan guru dan dosen, lemahnya perlindungan profesi guru dan dosen, minimnya rekrutmen dan tidak meratanya distribusi guru dan dosen, serta tata kelola dan pembinaan profesi guru dan dosen yang belum efektif dan efisien. “Keberadaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen telah berlangsung selama 13 tahun. Tetapi dalam implementasinya, masih banyak ditemukan permasalahan yang dihadapi oleh guru dan dosen. Sementara itu, perkembangan ilmu dan teknologi yang kian pesat juga menuntut perubahan untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Delis di sela-sela acara uji sahih di Universitas Mahasaraswati, di Denpasar, Provinsi Bali, Senin (9/7/2018).

DPD RI melakukan uji sahih Rancangan Undang-undang Perubahan tentang Guru dan Dosen (RUU Guru dan Dosen) di Universitas Mahasaraswati Kota Denpasar, Provinsi Bali. Uji sahih DPD RI ini ramai dihadiri pelaku dunia pendidikan di Bumi Pulau Dewata.

Kegiatan uji sahih DPD RI ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komite III DPD RI Delis Julkarson Hehi. Turut hadir Wakil Rektor Universitas Mahasaraswati I Wiryawan Gede, Ketua PGRI Provinsi Bali I Gede Wenten, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Wayan Suwarne, Senator Bali Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendratta, tim ahli dan seluruh stakeholder pemerhati dunia pendidikan di Provinsi Bali Sukawati Lanang.

“Komite III DPD RI berinisiatif untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang Perubahan atas Undang-Undang tentang Guru dan Dosen. Hasil uji sahih cukup memberi banyak masukan. Semoga masukan yang diberikan bisa terakomodir dengan baik dalam rancangan undang-undang ini,” kata dokter alumni Universitas Hasanuddin ini.

Pada Rapat Paripurna DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/4/2017), terjadi kericuhan. Delis Julkarson pernah dilaporkan ke polisi atas tuduhan pengeroyokan. Delis Julkarson Hehi sempat berencana melaporkan balik Senator DI Yogyakarta Afnan Hadikusumo.

Menurut Delis, Afnan berhak melaporkan kejadian di rapat paripurna DPD kepada pihak berwajib. Tetapi, ia juga meminta Afnan untuk membuktikan laporan tersebut. “Anggapan itu tidak bisa menjadi barang bukti, pendapat itu tidak bisa dijadikan barang bukti, barang buktinya adalah fakta di lapangan seperti apa,” kata Delis. Delis mengaku tidak menyentuh Afnan saat terjatuh. Ia mengaku sempat merangkul Afnan saat berada di podium. “Ketika dia jatuh posisi saya tidak dekat dia. Saya tidak terima,” katanya saat itu.

Pada akhir Agustus 2018, Delis Julkarson Hehi terpilih menjadi Ketua Kelompok DPD RI di MPR. Delis terpilih secara aklamasi karena mendapat dukungan penuh dari anggota DPD se-Indonesia. Kelompok DPD RI di MPR bertugas mengoordinasi kepentingan segenap anggota MPR yang berasal dari DPD. Serta memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah melalui MPR.”Saya akan bekerja keras agar aspirasi masyarakat di daerah melalui MPR bisa terjembatani dengan baik. Kita akan berjuang di MPR untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat daerah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya di sela-sela Rapat Paripurna DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Delis menyampaikan, ada beberapa tugas pokok yang diemban Ketua Kelompok DPD RI di MPR. Salah satunya memantau implementasi peran parlemen dan lembaga-lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. “Kita juga akan memperjuangkan agar keberadaan lembaga DPD RI diperkuat dalam sistem ketatanegaraan. Kekuatan parlemen sejatinya ada di DPD sebagai representasi kuat rakyat di daerah,” kata Wakil Ketua Komite III DPD RI ini.

Di tengah-tengah kesibukan, Delis Julkarson Hehi masih menyempatkan diri melakukan hobi mengendarai motor ke berbagai tempat. “Saya suka keliling kemana saja terutama mengendarai sepeda motor dengan berbagai komunitas yang ada di Jakarta. Kalau dulu ya di Sulawesi tapi sekarang sudah terbiasa dengan teman-teman yang ada di sini,” kata Delis pada TeropongSenayan.

Hobinya juga tidak semata-mata untuk menyalurkan hasratnya pribadinya tetapi juga melakukan berbagai kegiatan sosial. “Biasanya sebulan sekali pasti jalan ke daerah-daerah baik di Jakarta maupun di luar Jakarta sama teman-teman komunitas motor,” jelasnya.

Pria lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar ini menikah dengan Febriyanthi Hongkiriwang dan dikaruniai dua orang anak. Bio TokohIndonesia.com | pan, red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here