Tampil Apa Adanya

[ Syafrudin Atasoge ]
 
0
34
Syafrudin Atasoge
Syafrudin Atasoge | DPD-RI

Syafrudin Atasoge adalah satu-satunya anggota DPD beragama muslim dari dapil NTT yang mayoritas masyarakatnya beragama nasrani. Trik kampanyenya sederhana, membuat konser amal untuk pembangunan masjid dan gereja serta tampil menyanyi dalam kampanye akbar partai-partai peserta Pemilu. Dia berniat maju lagi dalam persaingan ke kursi senator periode 2019-2024.

Syaf, begitu dia biasa disapa, mengaku menghabiskan hanya Rp 20 juta untuk kepentingan kampanye pada pemilu 2014 lalu. “Uang pribadi 5 Juta. Selebihnya saweran keluarga,” ungkap Syaf sebagaimana dikutip dari rilis.id. Syaf akhirnya berhasil mendulang 103.876 suara pada Pemilu 2014.

Kemampuan menyanyi pria kelahiran Waiwerang, 27 Mei 1983 ini sudah terbukti. Dia sudah mengikuti berbagai perlombaan menyanyi dan sebagian besar berhasil sebagai juara. Prestasi-prestasi dia diantaranya Juara 1 lomba Pop Dangdut tingkat Kota Kupang (2004), Juara II Talenta Maluku TVRI (2011), Juara I Tarung Dangdut MNC TV (2012), Juara III Lomba Lagu Tembang Kenangan Anjungan DKI Jakarta TMII (2012), Juara I Sing to Win SCTV (2012), dan lain-lain.

Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi PB HMI Periode 2010-2012 ini juga rajin mengikuti lomba-lomba keagamaan. Diantaranya, Juara 1 STQ (Qori Dewasa) tingkat Kabupaten Kupang (2005), Juara 1 MTQ (Qori Dewasa) tingkat Kabupaten Kupang (2006), Juara II MTQ (Qori Dewasa) tingkat Kota Kupang (2008), membawa Grup Nasyid NTT (sebagai pelatih) menjadi juara I Lomba Nasyid SMA/SMK tingkat nasional PENTAS PAI (2008), dan lain-lain.

Tidak heran bila putra bungsu dari tujuh bersaudara buah kasih Ben Karoa dan Deran Lein ini sudah populer di NTT karena prestasinya di dunia tarik suara. Meski sudah cukup populer, Syaf mengaku gamang juga saat dia disarankan maju ke DPD oleh beberapa tokoh muslim NTT. Dia merasa masih banyak tokoh muslim NTT yang jauh lebih layak. Selain itu, dia merasa tidak punya modal dan menyadari bahwa pemilih muslim termasuk minoritas di NTT. Tapi setelah mempertimbangkan dengan matang, dia akhirnya nekad maju ke DPD. Alumni Program Pendidikan Kimia, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini kemudian membuka komunikasi dan bersilaturahim ke tokoh-tokoh muslim, tokoh-tokoh gereja, dan masyarakat.

Sadar bahwa kalangan mayoritas memilih minoritas seperti dirinya, Syaf mengaku bersyukur. “Jabatan ini bukan milik saya. Tapi milik seluruh masyarakat NTT,” kata pria yang pernah tergabung dalam grup Nasyid Flobamora Islamic Voice dan Trio Sonekad ini.

Syaf yang murah senyum ini tetap tampil adanya. Ketika dilantik sebagai Senator, ia tak risih mengendarai motornya ke Senayan untuk menghadiri pelantikan tersebut. Dia juga selalu berusaha bersyukur agar tidak mudah mengeluh tatkala melayani konstituennya. Tugas-tugasnya sebagai anggota DPD dia kerjakan dengan sungguh-sungguh.

Dia giat menyuarakan toleransi dan persatuan. Menurut dia, seharusnya tidak ada lagi dikotomi mayoritas dan minoritas dalam berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini sering dia ungkapkan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Salah satunya bersama Tim Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan Alqur’an Indonesia Wilayah NTT di Aula kantor DPD RI perwakilan NTT, 26 November 2016. Sebagai wakil pemerintah daerah yang ada di pusat dan perwakilan masyarakat NTT, Syaf mengharapkan agar semua warga masyarakat NTT menjaga dan merawat toleransi di bumi Flobamora secara baik.

Mantan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) ini mendesak kepada Pemerintah dan aparat hukum supaya menindas keras para pelaku yang mencoba merongrong empat pilar kebangsaan yang telah menjadi pedoman hidup bangsa ini. “Sangat kita sesalkan jika terjadi tindakan anarkisme di negara ini dengan mengatasnamakan agama baik tindakan perorangan maupun kelompok sehingga mengganggu stabilitas keamanan dalam negara. Oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini, mari kita ciptakan kebersamaan dan kekeluargaan dengan pondasi keragaman yang kokoh di daerah ini sehingga semua masyarakat dapat merasakan ketentraman dan kedamaian,” kata Syaf sebagaimana dikutip dari kupangmedia.com.

Hal yang sama kembali disuarakan Syaf saat memperingati Hari Lahir Pancasila dan melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar bersama masyarakat Desa Tuwagoetobi, Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur (2/6/2018). Pada kesempatan itu, suami dari Dyah Dwi Lestari ini mengajak untuk memaknai hari lahir Pancasila itu dengan merawat, menjaga, memelihara, dan merangkul semua lapisan masyarakat untuk memperkuat Empat Pilar MPR RI.

Melihat banyak sekali persoalan yang masih harus diselesaikan di NTT, Syaf berniat maju kembali pada Pemilu 2019 untuk melanjutkan perjuangan melalui DPD RI. Dari sekian banyak balon anggota DPD RI yang mendaftar di KPU NTT, hanya 2 orang muka lama yaitu Ir. Abraham Paul Liyanto dan Syaf sendiri. Di Kabupaten Lembata, berdasarkan rekapitulasi verifikasi faktual, Syafrudin Atasoge memiliki jumlah pendukung terbanyak (622 orang) dibandingkan dengan 28 bakal calon lainnya. Bio TokohIndonesia.com | cid, red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here