Data Singkat
Pdt. Bigman Fredore Leonard Sirait, Pendeta, Gembala Sidang Gereja Reformasi Indonesia / Menjunjung Tinggi Integritas | 11 Des 1961 | Direktori | B | Member | Laki-laki, Kristen, Sumatera Utara, yayasan, Pendidikan, Pendeta, gereja, pendiri, sekolah, integritas, persekutuan
Nama:
Bigman Fredore Leonard Sirait
Nama Populer:
Pdt. Bigman Sirait
Lahir:
Pematang Siantar, 11 Desember 1961
Meninggal:
Jakarta, 29 Juni 2019
Pekerjaan:
Pendeta, Gembala Sidang Gereja Reformasi Indonesia
Istri:
Greta Mulyati DS
Anak:
Kezhia Bianta (13-8-1988)
Keithy Dorothy (23-4-1990)
Kennan Jonathan (4-7-1994)
Pendidikan:
Sarjana Teologi di STTRII Jakarta, 1995
STM di Jakarta
SMP di Jakarta
Karir:
Gembala Sidang Gereja Reformasi Indonesia, 2000-sekarang
Marketing di PT. Astra Group, Tbk
Marketing di sebuah Perusahaan Farmasi
Organisasi:
Pendiri dan Pembina GPPB (Gerakan Pengabdian Pemuda Bangsa), 2001
Pendiri dan Pembina Yayasan PAMA (PelAyanan Media Antiokhia: Tabloid, Online, Siaran di 39 Radio dan 2 Stasiun Televisi), 2000
Pendiri dan Pembina Yayasan MIKA (MIsi Kita BersamA), 1999
1950: Pemerintah Indonesia menetapkan lambang negara Garuda Pancasila.
1981: Presiden AS Ronald Reagan ditembak dalam upaya pembunuhan di Washington D.C.
1856: Perang Krimea berakhir dengan penandatanganan Traktat Paris.
30 Maret
Orang pribumi yang pertama kali menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesier ("orang Indonesia").