Data Singkat
Dr. R Siti Zuhro, MA, Peneliti Senior LIPI / Spesialis Otonomi Daerah | 7 Nov 1959 | Direktori | S | Perempuan, Islam, Jawa Timur, pengamat, peneliti, LIPI, otonomi daerah, Universitas Jember, politik nasional, pemilukada
Abdussomad Abdullah (Peneliti bidang sosiologi LIPI)
Anak:
Galan Azra Wirawan
Pendidikan:
S3 Ilmu politik di Curtin University, Perth, Australia.
S2 Ilmu politik di The Flinders University, Adelaide, Australia
S1 jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember
Karir:
Peneliti Senior pada Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Peneliti Senior The Habibie Center
Karya tulis:
Model Demokrasi Lokal di Jawa Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali (Jakarta: PT THC Mandiri), 2011
Kisruh Perda: Mengurai Masalah & Solusinya (Yogyakarta: Ombak), 2010
Demokrasi Lokal: Peran Aktor dalam Demokratisasi (Yogyakarta: Ombak), 2009
Demokrasi Lokal: Perubahan dan Kesinambungan Nilai-nilai Budaya Politik Lokal di Jawa Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Bali (Yogyakarta: Ombak), 2009
Demokrasi dan Globalisasi: Meretas Jalan menuju Kemandirian, Jakarta: PT THC Mandiri), 2008
Profesionalitas dan Netralitas Birokrasi: Menuju Daya Saing Ekonomi Daerah, Studi di Empat Provinsi (Jakarta: The Habibie Center dan Hanns Seidel Foundation), 2007
Efektivitas dan Efisiensi Pemerintahan Daerah di Jawa Tengah dan Sumatera Barat (Jakarta: Pusat Penelitian Politik LIPI), 2006
Menata Kewenangan Pusat-Daerah yang Aplikatif Demokratis (Jakarta: Pusat Penelitian Politik LIPI), 2005
Konflik dan Kerjasama AntarDaerah (Jakarta: Pusat Penelitian Politik LIPI), 2004
1950: Pemerintah Indonesia menetapkan lambang negara Garuda Pancasila.
1981: Presiden AS Ronald Reagan ditembak dalam upaya pembunuhan di Washington D.C.
1856: Perang Krimea berakhir dengan penandatanganan Traktat Paris.
30 Maret
Orang pribumi yang pertama kali menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesier ("orang Indonesia").