Data Singkat
Prof Dr Kuntowijoyo, Pendiri Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK), 1980 / Sejarawan Beridentitas Paripurna | 18 Sept 1943 – 22 Feb 2005 | Ensiklopedi | K | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, UGM, Dosen, pendiri, penulis, sastra
Nama:
Prof Dr Kuntowijoyo
Lahir:
Bantul, Yogyakarta, 18 September 1943
Meninggal:
Yogyakarta, 22 Februari 2005
Pekerjaan:
Pendiri Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK), 1980
Agama:
Islam
Isteri:
Drs Susilaningsih MA (Menikah 8 November 1969)
Anak:
Ir Punang Amaripuja SE MSc
Alun Paradipta
Pendidikan:
S3 (Doktor) Ilmu Sejarah dari Universitas Columbia, AS (1980)
S2 (MA) Universisity of Connecticut, AS (1974)
S1 (Sarjana) Fakultas Sastra UGM, Yogyakarta (1969)
1950: Pemerintah Indonesia menetapkan lambang negara Garuda Pancasila.
1981: Presiden AS Ronald Reagan ditembak dalam upaya pembunuhan di Washington D.C.
1856: Perang Krimea berakhir dengan penandatanganan Traktat Paris.
30 Maret
Orang pribumi yang pertama kali menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesier ("orang Indonesia").