Data Singkat
RM Tirto Adhi Soerjo, Pahlawan Nasional, Perintis Pers Indonesia / Tokoh Pers yang Terlupakan | 1875 – 7 Desember 1918 | Pahlawan | T | Laki-laki, Islam, Blora, pahlawan, pers, wartawan, perintis, surat kabar
Nama:
RM Tirto Adhi Soerjo
Lahir:
Blora, 1875
Wafat:
Jakarta, 7 Desember 1918
Gelar Kepahlawanan:
Pahlawan Nasional. SK Presiden Republik Indonesia No. 085/TK/Tahun 2006, tanggal 3 November 2006
Gelar:
Perintis Pers Indonesia
Ayah:
R. Ng. Haji Chan Tirtodipuro
Pendidikan:
STOVIA, sekolah dokter jawa di Batavia
Karier:
Surat kabar Chabar Hindia Olanda, 1888-1897
Pembrita Betawi, 1884-1916
Menerbitkan Soenda Berita, 1903-1905, Medan Prijaji (1907) dan Putri Hindia (1908)
Tenaga tetap di Pewarta Priangan
Penasehat H. Samanhudi di Komite Pusat
Perjuangan:
Mendirikan surat kabar Medan Prijaji yang merupakan koran berbahasa Melayu, 1907
Dalam tulisannya dalam surat kabar Medan Prijaji, ia menggugah kesadaran masyarakat untuk menentang penjajahan
Memprakarsai pendirian Sarekat Dagang Islamiyah di Batavia pada tahun 1909 dan Sarekat Dagang Islam di Bogor pada tahun 1911. Kedua organisasi tersebut dimaksudkan sebagai wadah perkumpulan para warga merdeka
Bersama H. Samanhudi menerbitkan koran organisasi yang diberi nama Sarotomo
1932: KNIL mengadakan latihan militer besar-besaran di Jawa Tengah.
1912: Titanic menabrak gunung es di Atlantik Utara.
2003: Human Genome Project umumkan penyelesaian pemetaan gen manusia.
14 April
Burung Garuda yang merupakan lambang negara RI dibuat oleh Sultan Hamid II (lahir di Pontianak, 12 Juli 1913), putra sulung Sultan Pontianak: Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia dan Arab, pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istrinya seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak, keduanya sekarang di Belanda.