Orde Baru Lebih Baik

 
0
290

Orde Baru Lebih Baik

[TOPIK PILIHAN] – Survei Reformasi Gagal – TI 15/5/2011: Orde Baru lebih baik dibandingkan dengan Orde Reformasi dan Orde Lama. Soeharto adalah presiden yang paling disukai dan dianggap paling berhasil dibanding lima presiden lainnya. Hasil survei nasional Indo Barometer yang bertajuk “Evaluasi 13 Tahun Reformasi dan 18 Bulan Pemerintahan SBY-Boediono” membuktikan hal itu.

Survei itu menunjukkan, mayoritas publik menyatakan bahwa kondisi saat Orde Baru adalah lebih baik (40,9%) dibandingkan kondisi saat ini Orde Reformasi (22,8%) atau kondisi saat Orde Lama di bawah Soekarno (3,3%). Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari yang memaparkan hasil survei itu kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/5/2011) mengatakan, hasil ini merupakan pukulan bagi semua pihak yang menganggap reformasi sebagai momentum perubahan. “Ini ironi yang menunjukkan bagaimana rezim (Orba) yang ingin dikoreksi justru dipandang lebih baik,” katanya.

Publik yang menyatakan bahwa kondisi saat ini lebih baik dibandingkan sebelum Reformasi (13 tahun lampau) hanya 31% atau hanya 1 dari 3 responden. Selebihnya mengatakan bahwa kondisi saat ini adalah lebih buruk sebanyak 28,2% dan sama saja/tidak ada perubahan sebesar 27,2% atau total 55.4%.

Mayoritas publik menyatakan bahwa Orde Baru adalah lebih baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial,dan keamanan. Hanya dalam bidang hukum Orde Reformasi lebih baik. Di bidang politik, 33,3 persen responden mempersepsikan Orba lebih baik dan hanya 29,6 persen responden yang mempersepsikan Orde Reformasi lebih baik. Di bidang ekonomi, 56,3 persen responden mempersepsikan Orba lebih baik, sedangkan Orde Reformasi hanya 20,3 persen responden yang mempersepsikan lebih baik. Di bidang keamanan, sebanyak 53,7 persen responden menyatakan Orba lebih baik dan hanya 20,6 persen responden yang menganggap Orde Reformasi lebih baik. Sementara itu, di bidang hukum, 27,6 persen menganggap Orba lebih baik dan 34,3 persen responden menganggap Orde Reformasi lebih baik.Publik di berbagai pulau mempersepsikan Orde Baru lebih baik dibanding Orde Reformasi,kecuali yang tinggal di Sulawesi. Publik di Jawa-Bali adalah yang persentasenya paling banyak menganggap Orde Baru sebagai orde yang lebih baik. Mayoritas pemilih dari sembilan parpol yang ada di DPR, menyatakan Orde Baru lebih baik. Hanya dua (pemilih Demokrat dan PAN) yang menyatakan Orde Reformasil lebih baik.

Mayoritas publik menyatakan bahwa Orde Baru adalah lebih baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial,dan keamanan. Hanya dalam bidang hukum Orde Reformasi lebih baik. Di bidang politik, 33,3 persen responden mempersepsikan Orba lebih baik dan hanya 29,6 persen responden yang mempersepsikan Orde Reformasi lebih baik. Di bidang ekonomi, 56,3 persen responden mempersepsikan Orba lebih baik, sedangkan Orde Reformasi hanya 20,3 persen responden yang mempersepsikan lebih baik. Di bidang keamanan, sebanyak 53,7 persen responden menyatakan Orba lebih baik dan hanya 20,6 persen responden yang menganggap Orde Reformasi lebih baik. Sementara itu, di bidang hukum, 27,6 persen menganggap Orba lebih baik dan 34,3 persen responden menganggap Orde Reformasi lebih baik.

Survei Indo Barometer juga membuktikan, Soeharto adalah presiden yang paling disukai masyarakat Indonesia. Soeharto juga presiden yang dianggap paling berhasil. Sebanyak 36,5 persen responden memilih Presiden Soeharto sebagai presiden yang paling disukai, jauh di atas lima presiden lainnya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 20,9 persen; Presiden Soekarno 9,8 persen; Presiden Megawati Soekarnoputri 9,2 persen; Presiden BJ Habibie 4,4 persen; Presiden Abdurrahman Wahid 4,3 persen.

Selain itu, survei juga membuktikan persepsi publik mengenai presiden yang paling berhasil. Lagi-lagi, mayoritas (40,5 persen) responden mempersepsikan Presiden Soeharto sebagai presiden (pemimpin) paling berhasil. Disusul 21,9 persen memilih Presiden Yudhoyono; 8,9 persen memilih Presiden Soekarno; 6,5 persen memilih Presiden Megawati Soekarnoputri; 2,0 persen memilih Presiden BJ Habibie; dan 1,8 persen memilih Presiden Abdurrahman Wahid.

Hasil survei ini menunjukkan Orde Reformasi masih belum berhasil (gagal) mewujudkan perubahan. Salah satu hal menarik dari penyelenggaraan survei ini adalah untuk mengetahui bagaimana kata “Reformasi” dimengerti oleh masyarakat Indonesia setelah 13 tahun berlalu. Pengertian yang paling banyak adalah “adanya perubahan” (24%), dengan beberapa variasinya, namun bukan “demokrasi”, “pemberantasan korupsi” atau “krisis ekonomi”.

Survei itu dilaksanakan pada tanggal 25 April• 5 Agustus 2010 di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1200 orang (margin of error sebesar ± 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%). Responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia (berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan). Metode pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Dari perbandingan karakteristik demografis yang terpilih, tampak bahwa responden survei ini mirip dengan populasi secara keseluruhan. TSL | Berita TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA – ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA

Tokoh Terkait: BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, Soeharto, | Kategori: Topik Pilihan – Survei | Tags: Orde Baru, survei, Indo Barometer, Orde Lama, Orde Reformasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here