Ketua MA yang Tak Pernah Marah

[ Sarwata ]
 
0
255
Sarwata
Sarwata | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Ketua Mahkamah Agung Sarwata bin Kertotenoyo, SH (periode 1 November 1996 – 1 Agustus 2000) yang dikenal nyaris tak pernah marah itu mengembuskan napas terakhir pada usia 68 tahun hari Minggu 3/8/03 pukul 13.50, di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, akibat komplikasi kanker usus, gejala stroke, dan fungsi ginjal yang menurun. Marsekal Madya (Purn) TNI itu meninggalkan seorang istri, Sri Hartini, dan empat anak serta tujuh cucu.

Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Pejaten Mas III Blok G No 3, Jakarta Selatan. Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Senin 4/8/03 pukul 10.00 dalam sebuah upacara militer yang dipimpin Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Chappy Hakim. Sebelum dimakamkan, almarhum disholatkan terlebih dahulu di mesjid sekitar rumah duka.

Ia dikenang para kerabatnya sebagai orang yang tidak pernah marah. Saat menjabat Ketua MA 1 November 1996 – 1 Agustus 2000, ia membina hubungan yang sangat dekat dengan para rekan sejawat dan pegawai kecil sekalipun.
Sarwata lahir di Tebingtinggi, 2 Juli 1935. Ia menyelesaikan S-1 di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta tahun 1962, Sekolah Dasar Perwira Tahun 1962, Sekolah Ilmu Siasat tahun 1969, Sekkau tahun 1971 dan Sesko-AU tahun 1973.

Ia mengawali karir di Departemen Luar Negeri sebagai ahli tata usaha pada direktorat hukum. Namun, dua tahun kemudian ia meninggalkan Deplu dan mengikuti Sekolah Dasar Perwira TNI Angkatan Udara, untuk meraih pangkat letnan satu. Lalu, ia pun menekuni karir sebagai hakim militer pada tahun 1964. Hanya dalam setahun, karirnya sebagai hakim militer semakin menanjak tatkala ia menduduki jabatan Ketua Pengadilan TNI Angkatan Udara Yogyakarta, pada tahun 1965.

Setahun kemudian (1966), ia pun dilantik sebagai Hakim Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmillub) oleh Pangkopkamtib Mayjen TNI Soeharto. Sarwata mengadili tokoh-tokoh militer yang terlibat G-30 S/PKI, seperti Utomo Ramelan dan Josep Rabidi (1967), serta Sjam Kamaruzzaman (1968). Tahun 1968 karirnya menanjak lagi sebagai hakim militer tinggi. Kepala Mahkamah Militer Jakarta (1979), dan Asisten Operasi Badan Pembinaan Hukum ABRI (1983) dan menanjak menjadi Ketua Mahkamah Militer Tinggi III/IV Ujungpandang (1984).

Tahun 1991 ia menjabat sebagai hakim agung MA dan sejak Februari 1993 menjabat Ketua Muda MA Bidang Peradilan Militer hingga dilantik menjabat Ketua MA menggantikan Soerjono yang pensiun 1 November 1996. Sarwata sendiri pensiun 1 Agustus 2000, namun kursi Ketua MA baru diisi Bagir Manan pada 5 Mei 2001.

Sebelum berkiprah di MA, saat masih berpangkat kolonel, ia menjabat Dirjen Agraria. Pada pertengahan tahun 1980-an itu, Sarwata juga dipercaya menjabat Ketua Tim Tanah yang dibentuk presiden dan menjadi Asisten Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Ia pun menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Pengawasan Khusus MA untuk menangani isu kolusi di lingkungan MA. Pernah juga menjabat staf Ahli Mendagri dan Staf Ahli Menteri Negara Perencanaan Pembangunan. Setelah empat tahun meninggalkan dunia peradilan, pada tahun 1991, ia diangkat sebagai hakim agung, hingga terakhir menjabat Ketua MA. Ia juga telah memperoleh beberapa tanda penghargaan. T

Data Singkat
Sarwata, Ketua Mahkamah Agung 1996-2000 / Ketua MA yang Tak Pernah Marah | Ensiklopedi | agung, mahkamah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here