Penyanyi dari Gang Kelinci

[ Lilis Suryani ]
 
0
1334
Lilis Suryani
Lilis Suryani | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Lilis Suryani, pelantun lagu Gang Kelinci yang amat populer era 1960-an, meninggal dunia, Minggu 7 Oktober 2007 pukul 21.30 di rumahnya di Jalan Haji Namam, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Penyanyi kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1948, itu meninggal akibat penyakit kanker rahim yang dideritanya empat tahun.

Pemakamannya diurus oleh Pemprov DKI Jakarta Senin 8/10 di Taman Pemakaman Umum Pondok Kelapa. Lilis meninggalkan seorang suami, tiga anak, dan tujuh cucu.

Lilis Suryani memulai karier sebagai penyanyi saat masih berusia 15 tahun pada 1963. Lagu Gang Kelinci karya Titiek Puspa melambungkan namanya sontak terkenal. Lagu itu berkumandang di rumah gedung sampai lorong-lorong kampung serta digemari anak-anak hingga orang dewasa.

Lilis adalah seorang penyanyi yang sempurna. Selain penyanyi dia juga pencipta lagu. Dia telah menciptakan 50 lagu antara lain Tiga Malam, Hadiah Ulang Tahun dan Hesty selama lebih dari 40 tahun kariernya di dunia tarik suara. Termasuk lagu yang diciptakan khusus untuk Presiden Soekarno berjudul Paduka yang Mulia dan Muhibah. Dia memang seorang artis yang dikenal dekat dengan Presiden Pertama RI itu. Soekarno.

Gang Kelinci

Inilah sepenggal lirik lagu Gang Kelinci yang memomulerkan nama Lilis Suryani: “Jakarta kotaku indah dan megah/ Di situlah aku dilahirkan/ Rumahku di salah satu gang, namanya Gang Kelinci….”

Lagu itu membuatnya menjadi amat populer sebagai penyanyi yang lahir di lorong-lorong kehidupan rakyat dari semua golongan, kaya-miskin, kota-desa.
Titiek Puspa sebagai pencipta lagu Gang Kelinci itu menuturkan bagaimana proses penciptaan lagu itu. Suatu hari (1963) Lilis Suryani yang masih berusia 15 tahun datang menemui Titiek Puspa di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Gadis bertubuh mungil yang belum dikenal oleh Titiek itu meminta tolong bikinkan lagu untuk dinyanyikannya.

Lilis dengan sabar seharian menunggui berharap Titiek membuat lagu, tetapi belum juga dibuatkan. Akhirnya hati Titiek terketuk melihat kegigihan gadis mungil itu. Lalu ketika hari telah menjelang sore, Titiek mengantarkan Lilis pulang ke rumahnya di Gang Kelinci, Pasar Baru dengan naik becak.
Sesampai di Gang Kelinci, Titiek melihat rumah itu uyek-uyekan, amat padat, anak-anak pating kruntel, berjubelan. Selokannya pun bau. Kondisi Gang Kelinci itu melahirkan inspirasi bagi Titiek. Ketika naik becak pulang, muncul ide menulis lagu berjudul Gang Kelinci. Sesampai di rumah, Titiek segera menulis, dan jadilah Gang Kelinci.

Lagu Gang Kelinci direkam dan amat populer bertahun-tahun. Ia menjadi lagu rakyat yang digemari dan dinyanyikan di seantero negeri, mulai dari rakyat di gang-gang sampai pemimpin bangsa di Istana.

Menyanyi di Istana

Lilis sudah mulai bernyanyi sejak kelas VI sekolah rakyat di Gang Topekong, Kota, Jakarta. Pada usia 14 tahun saat bersekolah di Sekolah Kepandaian Putri Budi Utomo, Lilis telah didaulat bernyanyi di Istana Negara. Saat itulah Lilis pertama kali dikenal oleh Bung Karno. Kendati saat itu Lilis masih malu-malu dan duduk memojok karena masih malu dan takut.

Saat giliran Lilis menyanyi Bung Karno menghampiri sambil bertanya: ‘Mana yang nyanyi Tjai Kopi?’ (Tjai Kopi sebuah lagu pop berlirik bahasa Sunda gubahan Lilis. Lagu itu rupanya digemari Bung Karno. Padahal Tjai Kopi sebenarnya tidak masuk lagu yang harus dinyanyikan pada saat itu. Tetapi karena Bung Karno, meminta maka Lilis menyanyikannya). Kala itu Lilis sempat sejenak gemetar ketakutan. Namun dia juga bangga karena Bung Karno menunggui sampai Lilis selesai menyanyi. (Dari berbagai sumber, di antaranya Frans Sartono, Kompas 9 Oktober 2007) ti/tsl

Data Singkat
Lilis Suryani, Penyanyi dan Pencipta Lagu / Penyanyi dari Gang Kelinci | Ensiklopedi | Pencipta Lagu, Penyanyi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here