03 | Guru Jadi Panutan Pengusaha

Jakob Oetama
Jakob Oetama

Jakob Oetama menerima penghargaan sebagai Entrepreneur of The Year untuk Tokoh yang Memberi Inspirasi di Masa Mendatang. Jakob memulai pengalaman kerja sebagai guru, tetapi kini menjadi usahawan yang meraih penghargaan Entrepreneur of The Year dari Ernst & Young. Dia memasuki dunia usaha tahun 1963, setelah bersama dengan PK Ojong memulai penerbitan majalah Intisari dan penerbitan surat kabar Kompas tahun 1965.

Saat menerima penghargaan, Pemimpin Kelompok Kompas Gramedia Jakob Oetama mengungkapkan, dalam perjalanan hidupnya, dirinya terinspirasi pemikiran besar dari Anthony Giddens. Di mana disebutkan bahwa ada tiga pilar yang mutlak dijaga keseimbangannya, yakni pemerintah, civil society, dan kalangan bisnis.

“Pengalaman saya dalam bekerja, tujuan terwujud karena tim, bukan bekerja secara pribadi. Akan tetapi, kerja sama itu hanya dapat terwujud dengan semangat totalitas antara pikiran, hati, dan komitmen,” ujar Jakob Oetama.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution menyatakan, penghargaan setinggi itu pantas diberikan kepada Jakob Oetama. Sejak dahulu, kebolehan filosofi Jakob Oetama sungguh hebat karena bukan hanya berhenti pada pemikiran, tetapi juga sampai pada realitas.

“Bangsa Indonesia membutuhkan pemikiran besar Jakob Oetama yang mampu menggerakkan seluruh negara ini,” kata Anwar.

Dalam buku program EoY 2005 disebutkan, Kelompok Kompas Gramedia dalam 40 tahun terakhir ini terus membukukan keuntungan secara konsisten, meskipun para penerbit bermunculan dan berguguran. Bahkan, selama krisis keuangan bisa bertahan tanpa melakukan pemecatan terhadap satu karyawan pun.

Kelompok Kompas Gramedia yang mempunyai lebih dari 30 anak perusahaan di bidang media cetak, media elektronik, ritel, hotel, penerbitan, bisnis tisu dan sejalan dengan perkembangan grup ini telah menyediakan lapangan pekerjaan bagi 11.000 karyawan. Saat ini Kelompok Kompas Gramedia sedang menjajaki kemungkinan kemitraan dengan perusahaan internasional dan ekspansi regional.

Bidang budaya
Jakob Oetama bukan hanya memberikan sumbangsih dalam bidang usaha, tetapi juga bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. Dia juga diakui telah memberikan pengaruh tertentu kepada kehidupan pers di Indonesia.

Bulan April 2003, Jakob Oetama pernah menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) di Bidang Komunikasi yang dianugerahkan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada menilai, Jakob Oetama sejak tahun 1965 berhasil mengembangkan wawasan dan karya jurnalisme bernuansa sejuk. Salah satu “kultur jurnalisme yang khas” yang dikembangkan promovendus adalah “jurnalisme damai”.

Program Tahunan
Ernst & Young menyelenggarakan program penghargaan tahunan Entrepreneur Of The Year (EOY) yang diciptakan di Amerika Serikat pada tahun 1986 untuk memilih para usahawan yang dinilai paling berhasil dan inovatif. Selama 19 tahun terakhir ini, program penghargaan EOY telah menjangkau ke lebih dari 35 negara di dunia.

Program EOY di Indonesia akan menobatkan para usahawan yang berhasil di bidangnya. Dengan demikian, program ini sekaligus menetapkan tokoh panutan di bidang usaha yang dapat memberi inspirasi kepada para usahawan untuk menjadi pemimpin industri di masa mendatang.

Program ini juga mendorong berbagai kegiatan entrepreneur serta menghargai keberhasilan luar biasa para entrepreneur yang telah memberikan kontribusi berharga bagi perekonomian Indonesia, antara lain dengan membuka lapangan pekerjaan, menghasilkan inovasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Selain itu, seiring dengan meningkatnya minat untuk menghargai peran penting para usahawan dalam ekonomi global, untuk ketiga kalinya Ernst & Young akan mempersembahkan penghargaan World Entrepreneur of The Year (WEOY) di Kota Monte Carlo, Monaco, Mei 2006.

Proses penghargaan dimulai dengan mengirimkan undangan para nominasi. Dari banyaknya para nominator yang diterima, dilakukan seleksi untuk menjadi nominasi penerima penghargaan EOY. Untuk menerima penghargaan tersebut, setiap penerima penghargaan EOY akan melewati proses seleksi ketat, yang mencakup pendaftaran kinerja keuangan masing-masing perusahaan, berikut keterangan pribadi, serta perusahaan tersebut dan referensi lain yang terkait.

Perwakilan Ernst & Young akan mewawancarai nominator tersebut dan ditindaklanjuti dengan seleksi akhir oleh panel juri independen. Hasilnya menemukan satu tokoh yang diharapkan dapat menjadi panutan oleh dunia usaha dunia. (Stefanus Osa Triyatna dan Buyung W Kusuma, Kompas 25 November 2005) e-ti

Data Singkat
Jakob Oetama, Wartawan Pendiri dan Pemimpin Umum Kompas / Tawarkan Jurnalisme Damai | Ensiklopedi | Wartawan, Kompas, tokoh pers, CEO, Pengusaha, PWI, gramedia, pemred

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here