Makin Berkibar Lewat AB Three

[ Cynthia Lamusu ]
 
0
141
Cynthia Lamusu
Cynthia Lamusu | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Perempuan bernama lengkap Prilianty Cynthia Lamusu ini mulai mencuat namanya ketika bergabung dengan AB Three di tahun 2001. Sebelum bergabung dengan AB Three, artis berdarah Gorontalo ini pernah merilis sebuah album solo bertajuk Sesal di usia 12 tahun. Ayahnya sangat berperan menghantarkannya menjadi penyanyi sukses.

Bakat menyanyi putri pasangan Rafflyn Lamusu dan Sri Wardhani ini, diendus pertama kali oleh ayahandanya. Bakat anaknya tersebut disadari sang ayah dalam satu acara pesta di Gorontalo. Cynthia tiba-tiba mengatakan ingin sekali menjajal kemampuannya bernyanyi di atas panggung. Padahal menurut sang ayah, putri ketiganya itu sebelumnya dikenal sebagai anak yang pemalu, lagipula usianya ketika itu masih empat tahun.

“Aku sampai ngancam papa, pokoknya kalau nggak diundang nyanyi ke atas panggung, aku akan guling-gulingan di lantai. Akhirnya, aku dibolehin nyanyi. Dari situ papa lihat aku ada bakat nyanyi. Mulailah diajak ke acara atau pesta yang ada musiknya,” kenang Thia, sapaan akrab Cynthia Lamusu.

Setelah merasa cukup bekal, Thia pun memberanikan diri untuk mengikuti berbagai lomba menyanyi tingkat sekolah. Mengenai jenis aliran musik, ia mengikuti aliran musik yang cukup beragam, mulai dari pop, rock, hingga kasidah.

Menginjak usia dua belas tahun, Thia dapat kesempatan untuk merekam suaranya dari sebuah perusahaan rekaman yang dimenejeri oleh penyanyi Rama Aiphama.

“Aku lalu dites nyanyi karena katanya dia butuh penyanyi. Eh, tiba-tiba langsung rekaman. Duh itu luar biasa banget senangnya. Umurku masih dua belas tahun, tapi nyanyinya lagu orang dewasa,” kata Thia. Tak dinyana, respon masyarakat, khususnya masyarakat Gorontalo terhadap album bertitel Sesal itu sangat heboh. “Itu fenomena dan juga berkah yang Allah berikan,” ujar Thia. Melihat karier anaknya semakin menanjak, sang ayah kemudian memboyong Thia dan keluarga hijrah ke Jakarta. Kebetulan, sang ayah memang ada bisnis di Jakarta.

Namun di tengah upayanya meniti karir di bidang tarik suara itu, langkah Thia sempat terkendala karena kebosanan dan kejenuhan. Selama setahun, hampir setiap hari memang Thia gencar mempromosikan albumnya. “Ternyata aku belum bisa menikmati profesi keartisan. Aku mau sekolah saja. Mungkin masih terlalu kecil juga,” tukas Thia yang akhirnya memutuskan vakum dari dunia keartisan selama empat tahun.

Beberapa saat berikutnya, Thia mencoba peruntungan lagi lewat ajang Asia Bagus. “Sebenarnya persyaratannya nggak boleh rekaman, tapi aku nggak bilang. Alhamdulillah lolos,” kata Thia yang merasa bersyukur sekali karena selalu mendapat sokongan dari orangtuanya. “Apalagi papa ya. Kalau papa nggak punya sedikit skenario untuk bohongi aku, mungkin aku nggak akan pernah ikut Asia Bagus. Terus terang aja, mood aku lagi malas ikut ini itu. Tadinya papa cuma ngajak jalan-jalan. Eh nggak tahunya ke TVRI. Aku langsung disuruh ikutan audisi Asia Bagus. Alhamdulillah dapat dan langsung berangkat ke Singapura. Itu pengalaman pertama kali aku ke luar negeri,” ungkap Thia panjang lebar. Hasilnya, Thia berhasil menyabet juara mingguan dan bulanan untuk kemudian diikutkan dalam Grand Champion Asia Bagus di Jepang. “Alhamdulillah menang juga, juara 2,” lanjut Thia.

Agar kariernya lebih berkembang, Thia kemudian bergabung ke manajemen Chris Pattikawa bersama alumni Asia Bagus lainnya. Tapi di situ, Thia hanya bertahan selama enam bulan. “Bung Chris juga mulai sibuk dengan AB Three. ‘Kan baru dibentuk. Aku juga pengin mandiri. Jadi, aku pergi dari manajamen Bung Chris,” ceritanya.

Selepas dari manajemen Chris Pattikawa, rezeki Thia makin mengalir deras. Beberapa kali ia dipercaya mengisi jingle iklan. Ia pun kontrak rekaman lagi pada tahun 1998. Ketika itu, ia merilis album kedua bertajuk Cintaku Hanya Satu. Sayang, gaung album tersebut kurang keras terdengar. Namun, Thia tidak patah semangat. Ia pun membentuk band bersama teman-temannya yang diberi nama Ocean Park. “Kami ngeband dari satu kafe ke kafe lain bawain lagu-lagu top forty,” sebutnya. Selama lima tahun ngeband, Thia banyak beroleh pengalaman. “Aku matang di situ. Mulai dari yang nonton cuma dua orang sampai ada fans tetap,” kenang Thia.

Merasa punya potensi lain dalam dirinya, penyuka warna hitam dan merah ini mencoba dunia presenter dengan memandu acara Video Musik Indonesia (VMI). Pekerjaan itu diperolehnya secara kebetulan. “Waktu itu aku lagi nyanyi di Tembang Persada di Indosiar. Tiba-tiba MC-nya sakit. Lalu, produsernya panggil aku untuk menggantikan. Aku sih selalu berani mencoba sesuatu, selama itu positif. Aku nekatan orangnya,” tutur Thia. Tiga tahun Thia di VMI. Ia juga pernah memandu acara Pokoknya Musik di SCTV.

Tahun 2001, Thia mendapat tawaran untuk mengisi posisi Lucy Rahmawati yang mengundurkan diri di AB Three. Bersama grup yang sejak tahun 2009 berubah nama menjadi B3 itu, tercatat sudah dua buah album yang dihasilkan Thia. Ia bersyukur bisa mendapat kesempatan bergabung dengan grup vokal yang dihuni tiga wanita cantik bersuara emas itu. Bahkan ia juga tidak menyangkal bahwa bersama grup AB Three, olah vokal dan kreativitasnya semakin terasah. Bersama B3, ia harus menyatukan ‘kepala’ bersama dua personil lainnya, Widi dan Nola. Selain itu, toleransi pun harus ekstra tinggi mengingat setiap personel berbeda tingkah laku dan pendapat.

Di penghujung tahun 2006, Thia diketahui menjalin hubungan khusus dengan aktor Surya Saputra, mantan suami Dewi Sandra. Hubungan keduanya pun berlanjut hingga jenjang pernikahan yang diresmikan pada 18 Juni 2008. Di tahun yang sama, ia merambah dunia akting dengan berperan sebagai Tante Canda dalam film drama anak berjudul Liburan Seru…!!

Untuk mencapai kesuksesan di dunia yang baru digelutinya itu, Thia sangat mengandalkan sang suami, Surya Saputra. “Sebelumnya aku sempat ragu waktu ditawari main film ini. Tapi setelah dipikir-pikir, akhirnya aku mau. Hitung-hitung mencoba hal baru apa salahnya,” ungkapnya.

Demi kesuksesan film pertamanya, ia berusaha keras untuk belajar akting. Salah satunya, belajar dengan Surya yang sudah lebih dulu terjun ke dunia akting. “Mas Surya itu kan lebih pengalaman, jadi aku dapat banyak masukan dan saran dari dia untuk peran saya. Dia benar-benar mendukung saya,” tuturnya memuji sang suami.

Ketika menjalani masa produksi, Thia mengaku sempat mengalami kesulitan terutama pada salah satu adegan dimana ia diharuskan mendaki gunung. “Adegan mendaki gunung itu benar-benar sulit. Belum lagi, aku harus menyetir mobil sendirian di jalan yang rusak dan dekat dengan jurang,” katanya.

Walau demikian, Cynthia mencoba tidak menganggap kesulitan itu sebagai beban. Sebab, selain kesulitan yang dia temui, ada hal yang menyenangkan dialaminya saat proses syuting film itu.”Ada satu adegan yang paling aku suka di film itu. Yaitu, aku harus bernyanyi sambil menari bersama anak-anak,” tambahnya.

Ketika sedang tidak disibukkan dengan kegiatannya sebagai penyanyi, Cynthia kerap menghabiskan waktunya untuk mendesain pakaian. Minatnya yang besar pada dunia fashion bahkan mendorongnya untuk memasarkan hasil rancangannya ke pasar. Salah satu cara adalah dengan membuka butik. Sebuah butik yang diberi nama House of Lamusch di bilangan Kemang Jakarta Selatan menjadi ruang perwujudan kreativitasnya dalam merancang busana. Jika ada segelintir orang yang menyebutnya aji mumpung, ia pun tak merasa keberatan. Karena baginya, jika memang punya bakat tidak ada salahnya untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada. e-ti | muli, red

Data Singkat
Cynthia Lamusu, Penyanyi / Makin Berkibar Lewat AB Three | Selebriti | Penyanyi, cantik, artis

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here