Seniman Betawi Bergaya Orisinil

[ Jaja Mihardja ]
 
0
347
Jaja Mihardja
Jaja Mihardja | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Dunia seni peran, tarik suara hingga presenter sukses dirambahnya. Dengan gayanya yang orisinil, Jaja Mihardja mampu mempertahankan eksistensinya di dunia hiburan.

Masih ingat dengan jargon ‘Apaan Tuh..!’ yang sering diucapkan seorang presenter kuis di pertengahan tahun 90-an? Ucapan khas itu lahir dari Jaja Mihardja saat menjadi pemandu acara ‘Kuis Dangdut’ yang tayang tiap akhir pekan di salah satu stasiun televisi swasta. Tak seperti presenter kuis lain yang tampil serius dan formal, Jaja tampil dengan gayanya yang kocak diselingi dengan dialek khas Betawinya. Tak heran jika ‘Kuis Dangdut’ banyak digandrungi masyarakat karena selain menghibur juga merakyat dengan mengangkat tema musik dangdut.

Sebelum berkecimpung pada dunia presenter, masyarakat telah terlebih dahulu mengenal pria kelahiran Jakarta, 1 November 1944 ini sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu dangdut. Karir menyanyinya bahkan telah dirintis sejak ia duduk di bangku SD. Di usia yang sangat belia itu, Jaja berani tampil di depan umum menyanyikan lagu-lagu Melayu, cikal bakal musik dangdut.

Hobinya pada musik terus berlanjut hingga ia beranjak remaja dengan mendirikan grup Orkes Melayu. Kebanyakan lagu dangdut yang dibawakannya memiliki lirik yang menggelitik. Walaupun mengusung tema cinta, Jaja seolah tak dapat meninggalkan gaya khasnya yang kocak. Seperti pada salah satu lagu ciptaannya yang cukup terkenal, Cinta Sabun Mandi.

Selain mengarang lagu untuk dinyanyikannya sendiri, Jaja juga menerima ‘pesanan’ lagu dari penyanyi lain. Bahkan ia juga pernah diminta untuk menciptakan lagu untuk seorang calon pejabat daerah. Sebagai musisi kawakan, Jaja tak membutuhkan banyak waktu untuk mengarang sebuah lagu. Untuk 3 buah lagu saja ia mengaku hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit. Sebelumnya Jaja memang sering kebanjiran tawaran untuk membuat lagu yang akan digunakan untuk berkampanye sejumlah politisi hingga calon presiden.

Sederet nama tokoh terkenal seperti Prabowo dan Megawati Soekarnoputri pernah menggunakan karya hasil kreativitas Jaja. Bahkan menurut Jaja, lagu yang pernah ia buat untuk Megawati pernah dibandrol dengan harga milyaran rupiah. Sayangnya ia lupa judul lagu yang ia buat untuk putri proklamator Bung Karno itu. Dangdut yang telah lama identik dengan musik rakyat memang sering kali dimanfaatkan para calon penguasa untuk mendekatkan diri dengan masyarakat kelas bawah.

Bakat seni yang telah mendarah daging dalam tubuhnya juga membawa Jaja aktif dalam seni peran. Sejak tahun 60-an, Jaja Mihardja terbilang rajin mengasah talentanya bermain sandiwara dalam seni pertunjukan tradisional seperti Lenong hingga Topeng Betawi.

Bakat seni yang telah mendarah daging dalam tubuhnya juga membawa Jaja aktif dalam seni peran. Sejak tahun 60-an, Jaja Mihardja terbilang rajin mengasah talentanya bermain sandiwara dalam seni pertunjukan tradisional seperti Lenong hingga Topeng Betawi.

Setelah sekian lama manggung sebagai seniman dari kampung ke kampung, tahun 1968 Jaja berkesempatan untuk tampil di televisi milik pemerintah, TVRI. Saat itu ia memulai karirnya dengan menjadi penyanyi dan pemain dalam sebuah fragmen atau sinetron. Dari situ karir Jaja sebagai aktor mulai beranjak dengan bermain di film. Film pertamanya diproduksi tahun 1973 berjudul ‘Sebatang Kara’. Dalam debutnya, Jaja hanya kebagian peran sebagai pemain pendukung. Ia baru mendapat kepercayaan menjadi aktor utama dalam film bertajuk ‘Memble Tapi Kece’ yang rilis pada tahun 1986.

Saat televisi swasta mulai menjamur di awal tahun 90-an, Jaja mulai merambah dunia sinetron. Salah satu judul sinetron yang pernah dibintanginya adalah serial ‘Si Doel Anak Sekolahan’ (SDAS). Meski hanya mendapat peran kecil dalam sinetron fenomenal besutan aktor Rano Karno itu, keterlibatan Jaja dirasa cukup memberi warna.

Selain ‘SDAS’, judul-judul sinetron yang pernah dibintangi Jaja antara lain ‘Get Married The Series’, ‘Satu Atap Seribu Wajah’, ‘Upik Abu dan Laura’, serta ‘Mister Olga’. Perannya memang tak jauh-jauh dari sosok babe-babe Betawi yang suka marah-marah. Meski demikian justru itulah yang menjadi ciri khas seorang Jaja Mihardja yang memang putra asli Betawi. Aktingnya dirasa natural dan tak dibuat-buat, belum lagi celetukan khas Betawinya yang kerap mengundang tawa pemirsa.

Semakin bertambahnya umur, nyatanya tak membuat pamornya meredup. Ia justru semakin matang dalam berakting. Tak heran saat bibit-bibit muda banyak bermunculan di dunia akting, Jaja masih mendapat tempat baik dalam sinetron maupun film. Film yang dibintanginya pun terbilang cukup berbobot. Ia mendapat kehormatan untuk bermain dalam film besutan maestro film kawakan, Deddy Mizwar, yakni ‘Nagabonar Jadi 2’ dan ‘Alangkah Lucunya (Negeri Ini)’. Film-film tersebut bahkan sempat menghantarkan Jaja masuk dalam nominasi pemeran pembantu terbaik pada ajang Festival Film Indonesia. Hal tersebut membuktikan eksistensi Jaja Mihardja yang belum tergoyahkan. Sepanjang karirnya sebagai aktor, Jaja Miharja telah membintangi puluhan judul film dan sinetron dengan beragam genre, mulai dari drama, komedi, hingga horor.

Pada tahun 2010, selain masih aktif berakting dalam film dan sinetron, Jaja juga didapuk menjadi bintang iklan layanan masyarakat, Jasa Raharja. Iklan berdurasi kurang dari dua menit itu dikemas secara sederhana namun lucu, dan amat mengena bagi masyarakat. PT Jasa Raharja (Persero) cukup cerdik dengan memilih Jaja sebagai ikon karena selain soal kemiripan nama, citra seniman Betawi itu juga dinilai lebih mampu memudahkan masyarakat menyerap pesan ketimbang memakai artis lainnya. eti | muli, red

Data Singkat
Jaja Mihardja, Penyanyi dangdut, aktor, presenter / Seniman Betawi Bergaya Orisinil | Selebriti | Penyanyi, betawi, dangdut, aktor, presenter

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here