Pria paruh baya DR. Ir. Nurdin Tampubolon kelahiran desa Siabalabal, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara 29 Desember 1954, ini setelah sukses berbisnis sebagai pengusaha dengan berbagai karya nyata, ia merambah ke dunia politik. Tekadnya sebagai politisi ingin berjuang dan mengabdi menyejahterakan rakyat. Anggota MPR RI 2003-2004 ini berhasil meraih kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sumatera Utara periode 2004-2009.
Letjen TNI Purnawirawan Wiyogo Atmodarminto, yang akrab dipanggil Pak Wi menjabat Gubernur DKI Jakarta periode 1987-1992. Sebelumnya pria kelahiran 22 November 1922, itu bertugas sebagai Duta besar RI untuk Jepang. Mantan Panglima Kowilhan II (1981-1983) dan Panglima Kostrad (Januari 1978 - Maret 1980) menerapkan program BMW (bersih, Manusiawi dan ber-Wibawa) saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Lahir di Bandung, 20 Oktober 1948. Meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung dan MA dibidang Economics dari Central Missouri State University, Amerika Serikat.
Lagu ciptaannya, Boneka dari India, menjadi penanda awal masuknya elemen India ke dalam musik yang kini dikenal sebagai dangdut. Sejak tahun 1950-an, peraih penghargaan Anugerah Dangdut TPI 2000 ini sudah merekam sedikitnya 400 lagu dangdut. Selain menyanyi, ia juga dikenal sebagai aktris yang telah membintangi puluhan judul film layar lebar.
Mantan Ajudan Presiden Soekarno ini seorang penggemar keris, yang kemudian lebih kompeten digelari pakar keris! Saking senangnya pada benda pusaka warisan nenek moyang itu, Ir. Haryono Haryoguritno rela menukar mobil Mercy-nya dengan keris. Hobinya terhadap keris, juga sempat membuat isterinya kaget, kesal dan cemburu. Betapa tidak? Jika dia sampai menimang-nimang kerisnya di tempat tidur.
Setelah dahulu dikenal sebagai penari latar Madonna, Eko Supriyanto kini salah satu sosok di balik kebangkitandrama musikal Indonesia. Ia yakin seni bisa membangkitkan nasionalisme.
Bank sentral harus independen. Untuk menegakkan hal ini, Syahril Sabirin, Gubernur Bank Indonesia (BI), harus menghadapi tantangan hebat. Ia dipaksa memilih: mundur atau ditahan! Ia tidak rela BI diintervensi, maka ia tak mau mundur. Akibatnya, Syahril dituduh korupsi, diadili dan mendekam dalam tahanan. Sempat divonis tiga tahun penjara, namun akhirnya dalam pengadilan yang lebih tinggi, ia divonis bebas. Pengagum Nelson Mandela ini berjuang menegakkan independensi BI, lembaga yang dipimpinnya.
Pemilihan umum, dalam pandangan Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum Prof. Ramlan Surbakti, MA, PhD, merupakan sebuah peristiwa politik yang penting dan berharga mahal. Karena itulah, ketika muncul desakan agar Pemilu 2004 dipercepat, Ramlan tidak langsung menerima usulan itu. "Dibutuhkan waktu minimal dua tahun untuk mempersiapkan Pemilu," katanya.
Di kalangan mahasiswanya, Dosen Unpad yang jadi anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum), ini digelari sebagai ilmuwan politik yang tak tergoda politik praktis. Sebagai ilmuwan, ia juga tak tergiur dengan kepentingan- kepentingan sesaat suatu kelompok kepentingan, termasuk partai politik. Ia ilmuwan yang independen dan nonpartisan.
Menjadi pemandu talk show hanya salah satu dari setumpuk kegiatan sehari hari sosiolog tamatan Brown University, Rhode Island, AS ini. Menjadi pembicara di berbagai forum seminar atau menulis kolom, adalah kegiatan lain yang dijalani laki laki kelahiran Purwokerto ini. Pria yang dikira sombong oleh beberapa jurnalis, ini memang orang yang lebih banyak bicara dan seperti mengetahui segalanya.
Setelah meraih gelar Ph.D pada 1998 dalam bidang Ilmu Politik dari The University of Sydney, Australia, Chusnul Mar'iyah kembali ke Indonesia untuk menekuni panggilan hidupnya: mengajar. Namun, kendati dosen adalah pekerjaan resmi di KTPnya, perempuan ini yang lahir di Babad, Lamongan, Jawa Timur, lebih tepat disebut sebagai 'ilmuwan yang terlibat' karena mengecimpungkan diri di pelbagai kegiatan sosial.
Menjelang Pemilu 1999, Valina memandu acara talk show 'Wacana Pemilu' stasiun AN Teve yang merupakan program Universitas Indonesia dalam melakukan pendidikan politik masyarakat. Sampai saat ini ia masih menyempatkan diri menjadi pembicara di berbagai acara diskusi dan seminar, serta menulis di berbagai media massa.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), ini oleh para koleganya, dikenal sebagai figur yang mau bekerja keras, tekun dan ulet. Walaupun Purek II Uncen, Jayapura, ini tidak mendalami secara spesifik studi politik, ia memiliki pengalaman memadai soal pemilu. Pada Pemilu 1999, ia mendapat kepercayaan untuk menjadi trainer (penatar) Panitia Pemilihan Umum Indonesia untuk Irian Jaya. Iapun diangkat menjadi anggota Panitia Pemilihan Umum Daerah Irian Jaya. Dia pun tersandung masalah korupsi KPU.
Andaikata Anda bertanya berapa kekayaan Dr. FX Mudji Sutrisno, sebuah jawaban praktis akan Anda terima. Romo Mudji atau mas Mudji, akan menyodorkan sebuah buku, bukan buku daftar kekayaan, melainkan buku yang berisi catatan judul buku yang dimilikinya. "Inilah kekayaan saya," papar dosen STF Driyarkara, Jakarta ini. Sebagai penggembala umat, praktis sebagian terbesar penghasilannya diserahkan ke gereja.
Hampir dua dasawarsa, Anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) Drs Mulyana W Kusumah, ini menjadi tenaga pengajar di FISIP UI. Tak hanya UI, sarjana kriminologi, ini juga mengajar di perguruan tinggi swasta, antara lain Universitas Pancasila, Jakarta maupun Universitas Ibnu Khaldun, Bogor. Namun pekerjaan tetap laki laki berperawakan kecil ini, seolah ditelan oleh aktivitas di luar kampus yang sangat padat. Dia tersandung masalah korupsi di KPU.
Lahir di Bireuen, Aceh, pada 5 November 1944, Nazaruddin Sjamsuddin menamatkan pendidikan sampai SMA di Provinsi yang sekarang bernama Nanggroe Aceh Darussalam itu. Setelah meraih gelar sarjana ilmu politik di Universitas Indonesia pada awal 1970, tahun tahun berikutnya dihabiskan di Monash University, Melbourne, Australia, dimana ia memperoleh gelar MA dan PhD, juga dalam ilmu politik.
Penerima penghargaan jurnalistik Adinegoro (1976), ini menjadi salah seorang anggota Fraksi PDIP DPR RI yang tergolong menonjol. Ia sering tampil dalam dialog interaktif dan seminar. Pria kelahiran Siborong-borong,Tapanuli Utara, 13 Februari 1944, ini pernah menjabat Wakil Pemimpin Umum Majalah Forum Keadilan, 1990-1999 dan sampai saat ini sebagai pemegang saham majalah tersebut.
Belum banyak perempuan yang jadi bupati. Satu di antara yang sedikit itu adalah Dra. Haeny Relawati Rini Widyastuti,MSi, Bupati Tuban. Ketua DPD Partai Golkar berparas ayu ini menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama menjabat Bupati di Jawa Timur. Alumnus S1 dan S2 Universitras Gadjah Mada ini bertekad membangun daerahnya dengan segenap kemampuannya.
Bermodalkan semangat yang selalu dipompakan Sang Ayah sejak menduduki bangku SMA, sejak 1973 Agustin Teras Narang memantapkan hati memasuki bangku kuliah Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH-UKI), Jakarta. Ia, sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kristen Banjarmasin (1967), SMP Bruder Banjarmasin (1970), dan menamatkan pendidikan SLTA di SMAN 1 Banjarmasin (1970-1973).