BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
32.1 C
Jakarta
Populer Hari Ini
Populer Minggu Ini
Populer (All Time)

Wiki Tokoh

Titiek, dari Biologi ke ‘Warta Loji’

Ada slogan iklan berbunyi "sudah duduk lupa berdiri". Secara bebas, itu kadang diartikan "sudah mapan lupa berendah hati". Hal itu tak berlaku bagi Setijati Sastrapratedja. Hidup bagi dia adalah ruang yang harus diisi dengan memberikan diri agar bermanfaat bagi orang lain.

Pelindung ‘Nona’ Manado

Hatinya teriris setiap kali mendengar berita tentang perdagangan anak dan perempuan. Tak cukup dengan membatin, kepiluan itu ia "letupkan" lewat kampanye dan advokasi antiperdagangan manusia.

Membedah Lempeng Bumi

Di mata Sri Widiyantoro, lapisan kerak dan lempeng Bumi tidak ubahnya organ-organ tubuh manusia. Berbekal geotomografi, ia bisa membedah-bedah isi perut Bumi dan mendiagnosis pergerakan lempeng Bumi layaknya seorang dokter bedah.

Keuletan ‘Sarjana’ Krisan Bandungan

Wahyudi awalnya hanya petani penggarap yang tidak memiliki lahan pertanian. Namun, berbekal ketekunan dan keuletan, laki-laki yang tak tamat sekolah dasar itu mampu memperbaiki nasibnya lewat budidaya bunga hias di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Melawan Anomali dengan Tari

Mugiyono Kasido konsisten menampilkan karya tarinya dengan mengusung kesederhanaan.
Majalah Horas Indonesia Edisi 08

Perunggu Olimpiade Beijing

Atlet angkat besi Indonesia, ini meraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 (10/8/2008) di kelas 56 kg dengan total angkatan 288 kg. Dia atlet pertama Indonesia yang meraih medali di ajang Olimpiade Beijing 2008. Sang Juara kelahiran Lampung, 24 Juli 1989, ini telah meraih beberapa medali di ajang nasional dan internasional.

Guru Pencak Silat dari Kamal

Kamal, Kabupaten Bangkalan, menjadi semakin sepi setelah sebagian besar arus transportasi melalui feri Ujung-Kamal beralih lewat Jembatan Suramadu sejak setahun lalu. Namun, dari sisi barat Pulau Madura inilah ribuan pendekar pencak silat besutan Suhaimi Salam bermunculan.

Anak Jalanan yang Jadi Maestro Batik

"Saya ini anak jalanan. Anak jalanan sering dipandang masyarakat kebanyakan sebagai orang yang pesimistis. Namun, saya punya visi. Orang-orang melihat bagaimana saya memperjuangkan satu kehidupan lewat karya seni," tutur seniman batik kenamaan, Sarkasi Said.

Populer

Ayah bagi Anak Yatim dan Tunakarya

Abah adalah panggilan akrab bagi Cecep Maman Suherman, lelaki kelahiran Cirebon, 72 tahun silam ini. Dia menjadi ayah bagi seratusan lebih anak yatim piatu dan tunakarya. Lewat tangannya, para penganggur diajarkan untuk hidup mandiri dan anak yatim piatu bisa tetap bersekolah.

Dunia Gelap yang Memberi Terang

Dia merasa kerasan sebagai tunanetra karena dia bisa menemukan keberartian hidup di tengah gelapnya dunia. Meski ia hanya bisa melihat sosok hitam orang di hadapannya, aktivitas Fitri Nugrahaningrum tak kalah dibandingkan orang lain. Tunanetra yang disandangnya tak menghalangi Fitri mewujudkan mimpinya.

Fleksibilitas Kesenian

Berhadapan dengan Ubiet—begitu pemusik "avant-garde" Nyak Ina Raseuki ini biasa dipanggil—bisa membuat musik terdedah dari berbagai jurusan. Ubiet baru saja pulang kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan pendidikan S-3, meraih gelar PhD dalam etnomusikologi dari University of Wisconsin-Madison, AS dengan disertasi "Being Islamic in Music: Two Contemporary Genres from Sumatera". 

Artikel Lainnya

Pencipta Reaktor Biogas

Di kalangan peternak sapi perah, terutama di Jawa Barat, membuat biogas dari kotoran sapi tengah menjadi kesenangan baru. Apalagi dalam kondisi persediaan bahan bakar minyak yang tidak menentu dan harganya terus melaju seperti sekarang.

Internet Marketer Dunia

Pada saat berusia 25 tahun, penghasilannya sudah ribuan dollar AS. Perempuan yang selalu mengaku 'orang kampung' ini bekerja dari rumahnya di pinggiran kota Bandung mengembangkan bisnis berskala internasional berbasis internet marketing. Ia bercita-cita akan 'pensiun' sebelum umur 30 tahun.

Aktivis Penikmat Sastra

Kegemaran Binny Buchari melahap karya sastra merupakan bagian dari upayanya untuk menjaga keseimbangan antara kerja otak dan nurani. Binny sampai tiga kali membaca ulang novel Hotel Du Lac karya Anita Brookner. Novel ini meraih Booker Prize tahun 1984. Dia memang penikmat sastra, bukan karena kebetulan S1-nya Jurusan Sastra Inggeris Universitas Gajah Mada.

Wartawan ”Pembaruan” Wafat

Dunia kewartawanan Indonesia kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya, Albert Situmorang (53 tahun), yang tutup usia, Minggu 18Juli 2004 siang. Jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Sunter Jaya 4A Nomor 32 RT 011 RW 02, Jakarta Utara. Jenazah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur Selasa 20 Juli 2004 petang.

Integrasi Mesin ATM Antarbank

Adalah bukan lagi istimewa jika setiap nasabah bank memiliki kartu ATM. Semua bank telah menjadikan kartu ATM sebagai pelayanan standar. Namun akan sangat istimewa jika setiap mesin ATM bisa melayani semua kartu tanpa pandang nama bank penerbit. Impian itulah yang diwujudkan oleh Arya Damar, Direktur Utama PT Artajasa Pembayaran Elektronis sebuah anak perusahaan PT Indosat Tbk. Integrasi antarbank dalam mesin ATM akan memudahkan setiap nasabah bertransaksi.

Berani Bersuara dan Berbuat

Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa & Sarjana Tridharma Indonesia 1996-2001, ini mengaku menjadi berani karena dididik di kampus yang memang berani. Di kampus itu, Institut Sains & Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, ia mengaku dididik memikirkan demokrasi, menjadi hebat dan berani bersuara. Aktivis yang kini Kandidat Program Doktor Bidang Ekonomi ini mengatakan bukan lagi waktunya untuk turun ke jalan, tetapi langkah perbaikan yang konkrit.

Penemu Kata Carik Kenangan

Dia seorang jurnalis dan filatelis berkebangsaan Indonesia yang berdomisili di Tokyo, Jepang. Pria kelahiran Jakarta 15 Maret, ini selain aktif sebagai wartawan, juga berperan sebagai Kordinator Forum Ekonomi Jepang- Indonesia dan Direktur Japan Spa Association (JSPA). Filatelis ini adalah penemu kata 'carik kenangan' sebagai terjemahan dari Souvenir Sheet (1985).

Menjadikan Pengantin Bangga Budayanya

Mengantar pengantin menjalani hari bahagianya dengan kenangan indah dan menjadikan mereka bangga akan budayanya. Itu sebagian kecil ambisi perias pengantin Yustine Apriyanto. Selain itu, Yustine yang memulai bisnisnya tahun 1995 tersebut dengan jeli menekuni rias pengantin Batak yang jarang diminati para rekan seprofesinya.

Advertisement

spot_img