Data Singkat
Tiopan Bernhard Silalahi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993-1998) / Kisah Jenderal Anak Pedagang | 17 Apr 1938 | Ensiklopedi | T | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, TNI, Menteri, Dosen, AMN
International Peace Keeping Training, Wina, Austria (1979)
Sesko ABRI, lulus terbaik (1977)
Defence Management Course, Monterey (USA) (1976)
Seskoad (1971-1972)
Suslapa Kav ( Kursus Dan Yon), lulus terbaik
Kursus Guru Perang Nuklir Biologi dan Kimia, lulus terbaik (1966)
Kupaltu Kav (setingkat Kursus Dan Ki), lulus terbaik (1965)
Akademi Militer Nasional (1958 – 1961)
Kepemimpinan Nasional Lemhannas KRA XVI, lulus terbaik, Bintang Seroja/Garuda (1983)
Umum:
Doctor HC, Gregorious ArenataUniversity, Manila dalam bidang Administrasi Negara (1997)
Sarjana Hukum STHM, Jakarta, Cum Laude (1996 – 1997)
Executive Program, Stanford University USA, National University of Singapore (1992)
Sarjana Muda Hukum Univ. Padjajaran, Bandung (1966 – 1969)
Riwayat Jabatan, antara lain:
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Hankam (2006–2009)
Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah (2006-sekarang)
Penasehat Khusus Presiden RI (2004 – 2006)
Ketua Dewan Kehormatan Yayasan Pondok Pesantren Tradisional Indonesia dan Yayasan Pengembangan Pondok Pesantren Tradisional Indonesia di Bandung (2004–sekarang)
Ketua Dewan Pembina Yayasan Soposurung (1990 – sekarang)
Komisaris Utama di berbagai perusahaan Nasional dan Internasional (1990–sekarang )
1950: Pemerintah Indonesia menetapkan lambang negara Garuda Pancasila.
1981: Presiden AS Ronald Reagan ditembak dalam upaya pembunuhan di Washington D.C.
1856: Perang Krimea berakhir dengan penandatanganan Traktat Paris.
30 Maret
Orang pribumi yang pertama kali menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesier ("orang Indonesia").