
Sebuah proses hening “berhenti sejenak” (kontemplasi empati) untuk merenungkan kembali (refleksi empati) secara mendalam pengalaman jurnalistik (peliputan dan penulisan) selama lebih 22 tahun — bertepatan milad jubileum 80 tahun Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang — atas karya agung (masterpiece)-nya yang supranalar (di atas nalar, nalar berkecerdasan iman) Ma’had Al-Zaytun (Kampus Agropolitan Al-Zaytun Indonesia), dengan berbagai dinamika peristiwa dan tantangan yang meliputinya, serta bagaimana Syaykh dan segenap komunitas Al-Zaytun menyikapinya; guna lebih memahami makna mendalam di baliknya, demi pencerahan dan penegakan kebenaran dan keadilan, yang menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil’alamin), khususnya rahmat, garam dan terang bagi Indonesia abadi.

