Apakah Jokowi Dukung Prabowo?

Gibran Dipinang Prabowo Berkali-kali

 
0
490
Ketum/Bacapres Gerindra Prabowo Subianto berbincang empat mata dan makan malam bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di sela pertemuan dengan relawan Gibran dan Jokowi Jateng dan Jatim. Foto Instagram @prabowo

Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi, Walikota Solo dan kader PDI Perjuangan dipinang Bacapres Gerindra Prabowo Subianto untuk berpasangan dengannya sebagai Bacawapres dalam Pilpres 2024. Gibran mengaku dipinang lebih dari satu kali. Perihal alasan pinangan itu, Gibran meminta menanyakan hal itu langsung ke Prabowo. “Tanya ke Pak Prabowo,” jawab Gibran. Gibran juga mengaku telah melaporkan pinangan berkali-kali itu kepada pimpinan PDI Perjuangan. 

“Sudah saya laporkan ke pimpinan. Ke Pak Sekjen, ke Mbak Puan, dan lain-lain,” ujar Gibran di kantornya, Senin 9 Oktober 2023. Ditanya soal respon pimpinan PDIP, Gibran meminta wartawan untuk menanyakan langsung kepada mereka. “Ya biar beliau-beliau yang menyampaikan. Yang jelas saya kan sudah menyampaikan ke pimpinan. Keadaannya seperti ini. Biar para pimpinan yang menyampaikan,” jelasnya.

Kemudian, ditanya soal kesiapannya mendampingi Prabowo Subianto, Gibran menyebut dirinya belum cukup umur. Jawaban yang mengundang spekulasi bahwa jika uji materi ketentuan batas usia capres-cawapres minimum 40 tahun diubah menjadi 35 tahun dikabulkan Mahkamah Konstitusi, maka kemungkinan Gibran akan menerima pinangan Prabowo. Walaupun di sisi lain dia mengaku patuh kepada Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Sabtu (30/9/2023) menyebut, Gibran Rakabuming Raka sudah melaporkan pinangan untuk bersedia menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 tersebut. Hasto berharap, Gibran dapat memperjuangkan kepentingan yang lebih besar bersama partai berlambang banteng moncong putih itu. “Kami percaya bahwa berpartai itu untuk memperjuangkan kepentingan yang lebih besar,” ujar Hasto.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menilai pihak yang meminang Gibran menjadi bakal cawapres Prabowo sudah memiliki pertimbangan tertentu. “Ya, kan yang meminang punya pertimbangan tertentu. Tinggal yang dipinang mau atau tidak, Itu saja. Kan baru berandai-andai ini,” ujar Puan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (30/9/2023).

Bacapres dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto beserta timnya tampak all out memainkan segala cara, termasuk politik adu domba dan tanpa rasa malu mendompleng visi dan nama besar Presiden Jokowi dan keluarganya, untuk menghindari kekalahan ketiga kalinya dalam kontestasi Pilpres 2024. Prabowo tampaknya sangat menyadari kekuatan kompetitornya, terutama Ganjar Pranowo, Bacapres PDI Perjuangan yang juga diusung PPP, Perindo dan Hanura serta didukung sejumlah kelompok relawan akan sangat sulit diungguli tanpa melakukan penggembosan dan politik adu-domba dengan segala cara.

Paling tidak ada tiga strategi yang dilancarkan Prabowo dan timnya untuk menggembosi kekuatan Capres Ganjar Pranowo.

Pertama, Prabowo dan timnya berusaha mengapitalisasi semaksimal mungkin setiap momen pertemuannya dengan Presiden Jokowi dan keluarganya, untuk mengesankan bahwa Presiden Jokowi dan keluarganya lebih akrab dengannya dan lebih mendukung pencapresnya ketimbang Ganjar Pranowo. Menariknya, Presiden Jokowi dan keluarganya, terutama kedua putranya Gibran dan Kaesang, tampak juga menyadari strategi ‘kapitalisasi kedekatan’ Prabowo ini, dimana Jokowi, Gibran dan Kaesang seperti sengaja (apakah karena kesahajaan atau keluguan atau kehausan kekuasaan?) memberi ruang dan waktu bertemu dengan Prabowo. Maka sejauh ini, terkesan Prabowo cukup berhasil dalam strategi ini. Prabowo sejauh ini berhasil merangkul (mengapitalisasi) Jokowi, Gibran dan Kaesang demi keuntungan elektoralnya.

Hal ini identik dengan Strategi Giring macan untuk meninggalkan sarangnya, dalam Tiga Puluh Enam Strategi koleksi sajak Tiongkok yang mengulas taktik kemiliteran yang diidentikkan dengan Seni Perang Sun Tzu. Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan dengan posisinya yang baik. Giring mereka meninggalkan sarangnya sehingga mereka terjauh dari sumber kekuatannya.

Kedua, Prabowo dengan tegas menyatakan tanpa malu akan melanjutkan visi dan program Presiden Jokowi. Dalam strategi ini, Prabowo dalam berbagai kesempatan memuja-muji visi dan program Jokowi, walaupun bertolak-belakang dengan visi dan programnya sendiri sebagai Capres yang bersaing dengan Jokowi dalam dua kali Pilpres (2014 dan 2019). Prabowo sangat menyadari perbedaan visi dan program ini, sehingga dia menggunakan diksi tanpa malu akan melanjutkan visi dan program Presiden Jokowi.

Advertisement

Hal ini identik dengan Strategi Perdaya Langit untuk melewati Samudra. Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar. Untuk memperlemah pertahanan musuh, harus bertindak di tempat terbuka dengan menyembunyikan maksud sesungguhnya (hidden agenda) seolah merupakan aktivitas biasa sehari-hari. Dan, Strategi Mencuri Kambing Sepanjang Perjalanan. Sementara tetap berpegang pada rencana tersembunyi, dengan mesti cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.

Ketiga, Prabowo dengan dua strategi di atas, berusaha dengan segala cara memecah kelompok relawan Jokowi dan relawan Ganjar untuk menjadi relawan yang mendukungnya; dan juga menarik dan memecah partai koalisi pemerintahan Presiden Jokowi. Sejauh ini Prabowo tampak cukup berhasil dalam hal ini. Beberapa relawan Jokowi, seperti Projo, dan relawan Ganjar, seperti Ganjar Mania, berhasil dipecah dan ditarik menjadi relawan pro Prabowo. Bahkan juga berhasil menggoda dan menarik kader PDIP untuk membelot mendukungnya secara terbuka, seperti Budiman Sudjatmiko, atau terselubung, seperti kemungkinan Effendi Simbolon. Juga berhasil menggaet Golkar dan PAN.

Identik dengan Strategi Pinjam Tangan Seseorang untuk Membunuh. Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain. Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri. Juga identik dengan Strategi Melempar Batu Bata untuk Mendapatkan Giok. Persiapkan jebakan dan perdaya musuh dengan umpan. Dalam konteks ini, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.

Juga identik dengan Strategi Kalahkan Musuh dengan Menangkap Pemimpinnya. Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ambisi, maka ambil pemimpin atau komandannya. Jika komandannya mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak Anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah idealisme dan loyalitas terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan musuh akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.

Ketiga strategi Prabowo ini, suka atau tidak, setuju atau tidak, beretika atau tidak, cukup jitu untuk memecah dan menggembosi kekuatan Ganjar dan PDIP dan mengapitalisasinya untuk usaha menghindari kekalahan kesekian kalinya dengan memenangkan Pilpres 2024.

Puncak dari strategi adu-domba kekuatan kompetitor yang dilancarkan Prabowo tersebut adalah menggoda Jokowi untuk menyatakan dukungan kepada Prabowo, baik secara terbuka atau terselubung. Antara lain, menarik Kaesang selaku Ketum PSI menyatakan dukungan kepada Prabowo; dan yang paling jitu menggaet Gibran menjadi Cawapres pendamping Prabowo.

Apakah upaya Prabowo tersebut akan berhasil? Tergantung pada dua hal. Pertama, jika  Presiden Jokowi dan keluarganya tergoda untuk membangun dinasti politik secara instan, dengan mengorbankan idealisme politiknya bersama PDI Perjuangan. Kedua, jika Ganjar dan PDI Perjuangan terpancing ‘kebakaran jenggot’ dan saling bertikai hingga kelelahan sendiri. Jika ini terjadi, kompetitor akan berhasil memancing di air keruh.

Seni Perang Sun Tzu menyebut, yang identik dengan strategi jitu Prabowo, sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah diserang. Serta Strategi Chaos, Jauhkan Kayu Bakar dari Tungku Masak. Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat, maka untuk menghadapinya secara langsung harus melemahkannya lebih dahalu dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumber dayanya.

Apakah Prabowo akan berhasil? Jawaban awalnya akan dapat kita identifikasi ketika Gibran berhasil digaet menjadi Cawapres pendamping Prabowo atau puncaknya Jokowi menyatakan dukungan kepada Prabowo. Walaupun kedua hal itu belum akhir dari pertarungan Pilpres 2024. Memang, peluang Prabowo menjadi pemenang akan lebih terbuka; Tetapi, karakter dan jatidiri Ganjar dan Anies Baswedan, terutama Ganjar dan PDI Perjuangan yang dikhianati, justru akan mendulang simpati dan empati publik yang memperlebar peluang Ganjar memenangkan Pilpres 2024.

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini