Performa Kelautan Menyedihkan

 
0
41
Performa Kelautan Menyedihkan
Urip Santoso | TokohIndonesia.com | ms

[OPINI] – Sebagai seorang yang menyenangi, menggumuli dan mengabdi di bidang kelautan, Laksamana Pertama (Purn) Urip Santoso, melihat komitmen pemerintah terhadap kemaritiman (kelautan) Indonesia masih kurang. Performa kelautan masih menyedihkan dan amburadul!

Performa kelautan menurut ukuran Urip Santoso masih menyedihkan. “Karena kita sudah 65 tahun merdeka, tapi sampai sekarang urusan laut masih amburadul,” katanya dalam percakapan dengan Wartawan TokohIndonesia.com.

Dalam kaitan ini, Urip sangat menyayangkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, yang bukan orang kelautan, ‘ya mbok tanya-tanya.’ “Jangankan nanya, diajak ngobrol saja susah,” katanya.

Menurutnya, kita kualat karena mengingkari laut. “Bung Karno sudah menjelaskan Pancasila tanggal 1 Juni 1945, sebelum kita merdeka. Di situ dia tekankan jiwa political destiny kita, maritim. Sampai sekarang kan kita nggak memperhatikan,” jelas Urip. Dia memberi contoh yang disebutnya paling lucu tapi menyedihkan, yakni pembagian anggaran pemerintah yang berdasarkan penduduk, kalau begitu Maluku tetap dapatnya hanya sepeser. Padahal, Maluku itu, dari pulau ke pulau memerlukan perahu. Padahal itu daerah kaya.

Urip mengungkapkan, dia bersama beberapa mantan SMT Jakarta, antara lain Rosihan Anwar, sempat menulis surat kepada Presiden SBY waktu baru saja teripilih jadi presiden pada tahun 2004. Surat itu dikirim pakai kop surat SMT. Namun tidak ada respon. Lalu, setelah sekian bulan, dia berusaha menanyakan apakah surat itu dibaca Presiden atau tidak. Katanya sih dibaca.

Di situ dia menulis, bahwa ini pesan dari mantan-mantan SMT. Dalam surat itu diingatkan supaya kita tidak lupa sejarah. Sebab, “only if you understand the past then navigate the future”. Terutama dalam kaitannya dengan maritim, antara lain bahwa nenek-moyang kita adalah pelaut. Tapi ternyata sampai sekarang belum kedengaran arah kebijakannya soal maritim.

Kemudian, awal Juli 2010, saat dia bersama Dr. Rusdi (sejarawan) bertemu secara khusus dengan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Muda TNI Soeparno, dia mempertanyakan komitmen Presiden SBY tentang kelautan. Menurut Wakasal, Presiden SBY memperhatikan juga soal kemaritiman. “Tapi di dalam policy maker, saya belum lihat. Ya memang belum. Masih ragu, tapi mempunyai perhatian. Itu yang ngomong Kasal, saya percaya,’ ungkap Urip. Opini TokohIndonesia.com | crs-san

{/reg}

Tokoh Terkait: Urip Santoso, | Kategori: Opini | Tags: Kelautan, TNI, AL

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here