Tiket Capres Prabowo Masih di Tangan Muhaimin

Prabowo Keliru Jika Remehkan Muhaimin

Tokoh Hebat Pesaing Jokowi Prabowo, Yakin Menang Pilpres 2019 Dipecat dari Militer Prabowo Merujuk Novel Armada Hantu Prabowo Paling Setia Visi Jokowi? Muhaimin Iskandar Ketua Umum Tanfidz DPP PKB 2005-2010
 
0
155
Prabowo dan Muhaimin tandatangani piagam deklarasi koalisi KIR, Sabtu 13 Agustus 2022

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang

Ada tiga nama putra bangsa yang elektabilitasnya paling berpotensi bersaing dalam kontestasi Pilpres 2024 yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Namun sesuai dengan syarat Presidential Threshold (PT), baru satu bakal Capres yang pasti telah memegang tiket yakni Ganjar Pranowo. Tiket dari PDIP, satu-satunya partai yang memenuhi syarat PT. Sementara, tiket Capres Prabowo masih di tangan Muhaimin (PKB); dan tiket Capres Anies masih di tangan AHY (Demokrat) dan Aher (PKS).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terbilang cerdik ketika sejak Sabtu (13/8/2022) sudah memiliki tiket Presidential Threshold Capres 2024 dengan penandatanganan piagam deklarasi koalisi Gerindra dan PKB. Sebaliknya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pun tak kalah cerdik, bahkan kelihatan lebih cerdas karena memegang kunci PT tersebut.

@tokoh.id

Catatan Kilas: Tiket Capres Prabowo Masih di Tangan Muhaimin #tokohid #catatankilas #robinsimanullang #partaikebangkitanbangsa #prabowosubianto #muhaiminiskandar

♬ original sound – Tokoh Indonesia – Tokoh Indonesia

Kedua ketua umum Parpol ini dengan cerdik dan cerdas telah menandatangani piagam deklarasi koalisi yang mereka sebut Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) pada 13 Agustus 2022 jauh lebih awal dari Parpol lainnya. Saat penandatanganan piagam deklarasi koalisi di Sentul itu Prabowo didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono, Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani. Sedangkan Cak Imin didampingi oleh Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid dan Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid.

Inilah naskah piagam kecerdikan Prabowo dan Muhaimin tersebut:

  1. Dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkesinambungan Partai Gerindra dan PKB bekerja sama dalam pemilu serentak tahun 2024.
  2. Kerja sama Partai Gerindra dan PKB didasarkan pada visi bersama agar terjadi percepatan pembangunan untuk Indonesia secara berdaulat, adil, makmur, sejahtera, dan aktif mendorong terciptanya perdamaian dunia.
  3. Kerja sama Partai Gerindra dan PKB dilatarbelakangi keinginan menyatukan dua kekuatan besar di Indonesia yakni nasionalis dan religius untuk menghindari polarisasi masyarakat pada Pemilu tahun 2024 dan dapat membuka koalisi dengan partai politik lain atas persetujuan kedua belah pihak.
  4. Calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh kerja sama politik Partai Gerindra dan PKB akan ditentukan secara bersama-sama oleh Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum Partai Gerindra H.Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB H.Abdul Muhaimin Iskandar.
  5. Kesepakatan kerja sama Partai Gerindra dan PKB ditindaklanjuti dengan kerja politik bersama untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang disepakati.

Dengan piagam deklarasi koalisi KIR tersebut, gabungan kedua Parpol ini telah memiliki tiket PT mengusung pasangan Capres – Cawapres. Sementara, kedua Ketum Parpol ini sudah diamanahkan kongres masing-masing menjadi Capres; dan Muhaimin selain Capres juga Cawapres. Maka jika mengacu hasil kongres kedua Parpol ini sudah sangat mudah diambil kesepakatan pasangan Prabowo sebagai Capres dan Muhaimin sebagai Cawapres. Namun pendeklarasian Capres-Cawapres KIR ini sampai saat ini masih belum dilakukan.

Bahkan terkesan, Prabowo (Gerindra) masih cawe-cawe mencari-cari sosok Cawapres di luar Muhaimin. Menanggapi cawe-cawe Prabowo itu, Muhaimin (PKB) kemungkinan sudah mulai gerah, tapi masih terlihat kalem, adem-ayem saja. Ketenangan ini menunjukkan kecerdikan dan kecerdasan Muhaimin sedikit di atas Prabowo (Gerindra) yang sudah grasa-grusu. Masih ingat betapa lihainya Muhaimin? Tokoh sekaliber Gus Dur, yang notabene guru dan pamannya sendiri, bisa disingkirkan Muhaimin dari PKB.

Mengapa Muhaimin (PKB) terlihat tenang-tenang saja? Karena mereka sudah memegang satu dari dua kunci tiket PT Capres-Cawapres. Hal ini bisa kita cermati dari bunyi poin 4 piagam kesepakatan KIR bahwa Capres dan Cawapres akan ditentukan secara bersama-sama oleh Prabowo dan Muhaimin. Silakan saja Prabowo grasa-grusu mencari Cawapres lain, tapi ingat: satu kunci ada di tangan Muhaimin.

Begitu pula tentang cawe-cawe mengajak partai lain berkoalisi dengan Gerindra. Satu kuncinya juga ada di tangan PKB. Perhatikan poin 3 piagam koalisi KIR: “… dapat membuka koalisi dengan partai politik lain atas persetujuan kedua belah pihak.”

Advertisement

Jika Prabowo (Gerindra) mengingkari kesepakatan KIR tersebut, sangat terbuka kemungkinan PKB akan mengambil sikap berpaling dari Prabowo. Tentang hal ini, Muhaimin berkata diplomatis: Jika Prabowo memilih Cawapres di luar dirinya, dia pribadi akan tetap mendukung Capres Prabowo, tapi tentang sikap resminya akan diserahkan kepada keputusan partai (PKB).

Maka akan menjadi suatu kekeliruan jika Prabowo (Gerindra) memandang dan memperlakukan remeh Muhaimin dan PKB. Bisa saja Prabowo menggandeng Cawapres dari Golkar atau PAN, namun itu berpotensi kehilangan PKB yang berbasis Nahdlatul Ulama; yang juga berarti berpotensi Prabowo akan mengalami kekalahan ketiga kalinya sebagai Capres dan kekalahan keempat kalinya dalam kontestasi Pilpres. Maka, ingat ya Pak Bowo, tiket Capres Anda masih di tangan Muhaimin!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini