Raih Doktor dari UGM

 
0
52

Raih Doktor dari UGM

[BERITA TOKOH] – – Golkar Tak Responsif terhadap Aspirasi Rakyat Sinar Harapan 1/9/2007: Yogyakarta – Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung, berhak menyandang gelar doktor di bidang ilmu politik setelah berhasil mempertahankan disertasinya di depan sembilan penguji, Sabtu (1/9) pagi ini. Ia berhasil meraih predikat cum laude.  

Dalam ujian terbuka yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, tampak hadir sejumlah tokoh Golkar yang Jumat (31/8) malam dijamu di rumah makan Tohjoyo, Jl Solo, Yogya, milik kakak ipar Akbar.
Dalam penilaian Prof Dr Ichlasul Amal, selaku promotor, disertasi Akbar Tandjung ini menarik. Menarik, karena studi atau penelitian ilmiah terhadap Golkar biasanya dilakukan oleh orang luar. Namun, kali ini justru dilakukan oleh orang dalam sendiri dan bahkan mantan Ketua Umum. Maka dalam disertasi itu tak jarang Akbar menulis tentang dirinya sendiri.

“Maka kami kadang meminta dia untuk berpendapat secara objektif dalam menyoroti Golkar. Nyatanya Pak Akbar mampu melakukan itu,” kata Amal ketika dihubungi SH via telepon. Menurutnya, Akbar menyoroti tetap eksisnya Partai Golkar meski banyak dikecam ketika awal reformasi. Malah meski pada pemilu tahun 1999 kalah dari PDIP, toh pada pemilu 2004 Golkar kembali menang.

Sementara itu, Akbar di sela-sela menjamu tamunya itu, menjelaskan bahwa Golkar tetap eksis dan malah berkembang karena menyesuaikan perkembangan zaman.

Misalnya melakukan perubahan di struktur organisasi, pengambilan keputusan demokratis dan transparan dengan melibatkan semua pihak.

“Juga menghilangkan Dewan Pembina, karena institusi Dewan Pembina itu menyebabkan Golkar tidak bisa mandiri, padahal situasi sudah berubah,” kata mantan Mensesneg yang juga pernah menjadi Menpora ini. Selain itu, Golkar menjadi lebih responsif terhadap aspirasi rakyat karena kekuatannya sekarang bertumpu pada rakyat, tidak seperti pada zaman Orde Baru yang bertumpu pada jalur ABRI dan Birokrasi. “Sekarang kedua pilar itu sudah tidak bisa lagi. Karena itu kalau ingin mendapat dukungan, Golkar harus responsif terhadap aspirasi rakyat,” ujarnya lagi.

Pemilu 2009
Pada kesempatan itu Akbar juga mengakui dalam membuat serta mempertahankan disertasinya yang berjudul “Partai Golkar Dalam Pergolakan Politik Era Reformasi, Tantangan dan Respons” itu, ia mengalami situasi yang agak sulit, karena dirinya juga sebagai pelaku. “Jadi kalau ada keterlibatan saya, maka saya memosisikan diri sebagai partisipan, tetapi ini juga didukung dengan bukti-bukti yang valid. Jadi saya di sini memosisikan sebagai partisipan sekaligus observer,” katanya lagi.

Akbar juga menegaskan, inovasi politik demokratis yang dilakukan Partai Golkar melalui konvensi penetapan calon presiden berhasil mengangkat citra Partai Golkar. Ini terlihat dari luasnya apresiasi masyarakat terhadap langkah-langkah demokratisasi politik yang dilakukan Golkar. Nyatanya partai ini mampu meraih tambahan dukungan suara serta memenangi Pemilu Legislatif 2004.

Mencermati Partai Golkar pada saat ini, menurut Akbar, terlihat bahwa kepemimpinan partai tidak memiliki pola dan perencanaan yang sistematis dalam menghadapi agenda politik ke depan khususnya Pemilu 2009. Juga tidak terlihat sikap responsif terhadap aspirasi rakyat, sehingga nyata-nyata bertentangan dengan jargon politik yang pernah ditawarkan yakni “bertindak cepat untuk rakyat”.

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Tokoh Terkait: Akbar Tandjung, | Kategori: Berita Tokoh – | Tags: Politisi, gelar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here