IEDS: Prediksi Kerusuhan 2014

 
0
59
IEDS: Prediksi Kerusuhan 2014
Prediksi Kerusuhan 2014

[NASIONAL] – Politik – Indonesia Economic Development Studies (IEDS) melakukan diskusi ‘Prediksi Indonesia yang berpotensi terjadinya kerusuhan 2014’ pada pukul 10.00 WIB, Minggu 15 Desember 2013 di Asean Room 123 Hotel Sultan, Jakarta.

Peneliti Senior IEDS Musyafaur Rahman dalam rilis persnya yang diterima TokohIndonesia.com dan Majalah Berita Indonesia menjelaskan bahwa sebelum Presiden SBY bertolak ke Jepang, sempat melontarkan pernyataan tentang adanya pihak-pihak yang akan melakukan kerusuhan di tahun 2014. Siapakah mereka? Apa pemicunya? Cukupkah syarat-syarat terjadinya kerusuhan sosial? Apakah kerusuhan 2014 adalah buah dari kebijakan pemerintah tahun 2013?

Musyafaur Rahman menyatakan semua itu akan dikupas tuntas dalam diskusi tajam berbasis data dan mengulas fakta. Tampil sebagai pembicara Pembicara yakni Ratna Sarumpaet, Haris Rusli Moti, Boni Hargens, Adhi Masardi, Eggie Sudjana dan Jhon Mempi. Berikut rilis pers IEDS selengkapnya:

Beberapa hari lagi tahun 2013 akan segera berakhir. Indonesia akan memasuki tahun-tahun sulit yang sangat mungkin bermuara pada kerusuhan dibanyak tempat yang pada akhirnya bisa membuat Pemilu tidak terlaksana atau diundur. Secara objektif syarat-syarat akan terjadinya kerusuhan tersebut sudah terpenuhi saat ini dan akan memuncak di awal tahun 2014:

Kelima faktor tersebut diperkirakan akan bertemu bersamaan pada awal tahun 2014 dan menjadikan Indonesia seperti rumput kering yang mudah terbakar. Satu trigger kecil yang muncul bisa menciptakan kerusuhan yang merambat. Namun jika ada pihak-pihak yang memang ingin menggagalkan pemilu untuk melanggengkan status Quo maka situasi saat ini sangat memungkinkan untuk terjadi.

Pertama: Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang sangat tidak stabil berdampak pada ketidakpastian dunia usaha, khususnya industry dan perdagangan dalam melakukan transaksi ekonomi dan investasi jangka panjang di Indonesia. Instabilitas dunia usaha ini akan berujung pada instabilitas ekonomi secara nasional. Multiplayer efek dari fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dollar ini bias mengulang apa yang pernah terjadi di tahun 1997 • 1998. Instabilitas ini sangat mungkin mendorong terjadinya PHK di berbagai sektor industry dan perdagangan, baik di industry atau perdagangan skala kecil hingga skala besar.

Kedua: Tutupnya sekitar 600 perusahaan tambang mineral dan sekitar 700 kontraktor tambang sebagai akibat diberlakukannya larangan ekspor bahan mentah akan menyumbang PHK dalam jumlah fantastis yaitu sekitar 1 juta orang dengan prosentase 70% nya adalah pekerja terdidik.

Ketiga: Kekecewaan sekitar 118,1 Juta buruh akibat tidak terpenuhinya tututan kenaikan upah minimum propinsi menciptakan api dalam sekam yang setiap saat bisa menyala.

Keempat: Ketidakpercayaan pada pemerintah akan ikut menyumbang ketidakstabilan politik. Ketidakpercayaan itu nampak jelas dari berbagai hasil survey seperti yang di rilis beberapa waktu lalu hasil survey tersebut, beberapa bahkan sangat mengejutkan karena mencantumkan hasil survey untuk Partai Demokrat hanya 6,1 persen menurut survey Lembaga Survey Nasional (LSN) pada Juli 2013.

Kelima: Meningkatnya suhu politik menjelang pemilu.

Kelima faktor tersebut diperkirakan akan bertemu bersamaan pada awal tahun 2014 dan menjadikan Indonesia seperti rumput kering yang mudah terbakar. Satu trigger kecil yang muncul bisa menciptakan kerusuhan yang merambat. Namun jika ada pihak-pihak yang memang ingin menggagalkan pemilu untuk melanggengkan status Quo maka situasi saat ini sangat memungkinkan untuk terjadi. Demikian IEDS. tsl | Berita TokohIndonesia.com |

© ENSIKONESIA – ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA

 

Tokoh Terkait: Ratna Sarumpaet, | Kategori: Nasional – Politik | Tags: IEDS, Kerusuhan, Diskusi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here