Budaya, Moral dan Etos Kerja

[ Laurence A. Manullang ]
 
0
695
Laurence Manullang
Laurence Manullang | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Persepsinya terhadap kultur sangat positif. Saat ini, meskipun Laurence Manullang adalah seorang ekonom, penyandang Doktor Ekonomi dengan jalur minat utama Management Akuntansi, tetapi senang dan sedang mengadakan penelitian mengenai kultur Indonesia, untuk digunakan sebagai motivasi etos kerja. Agar tahan bekerja dengan jam-jam panjang dan produktif, percaya diri dan memiliki budaya malu melakukan kecurangan apalagi praktek korupsi dan memberantas budaya munafik.
Menanggapi latar belakang apresiasinya terhadap kultur ini, Laurence membeberkan pengalaman pribadinya. Suatu saat pada waktu berkunjung ke Korea Selatan, dia menyaksikan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional Korea Selatan sungguh sangat mengagumkan. Laurence bertanya-tanya, apa yang menjadi motivasi yang mampu mempersatukan seluruh rakyat Korea Selatan untuk bekerja keras. Bayangkan hampir semua tenaga produktif orang Korea Selatan mampu bekerja 18 jam satu hari. Laurence dapat menemukan motivasi itu adalah faktor kultur.

Laurence membaca satu majallah terbitan Korean Air Line yang menceriterakan asal-usul orang Korea. Katanya, orang Korea adalah termasuk suku bangsa tua yang berasal dari hasil perkawinan campuran antara Cina dan Siberia (Rusia). Sedangkan Jepang berasal dari satu propinsi di Cina, yang eksodus transmigrasi menempati teritori yang paling timur di Asia yang secara langsung terlepas dari daratan Cina. Orang Korea mengumumkan bahwa orang Jepang jauh lebih muda dari orang Korea.

Tapi Jepang sempat menjajah Korea selama 35 tahun. Lalu pemimpin Korea mengumandangkan bahwa sebagai saudara muda, orang Jepang seharusnya tidak layak menjajah Korea big brother-nya sampai 35 tahun. Namun sayang, itu telah terjadi. Tapi sekarang tibalah saatnya Korea menjajah Jepang dari sudut ekonomi demikian pemimpin Korea memotivasi rakyatnya untuk bekerja keras membangun negeri.

Ternyata motivasi ini sangat mujarab, orang Korea memiliki etos kerja yang dahsyat. Rupanya motivasi yang paling kuat untuk membangun etos kerja kalau dapat dikaitkan hal positif dari faktor keturunan dapat merupakan pendorong yang ampuh.

Kemudian, Laurence berpikir, Indonesia dari keturunan mana. Dalam sejarah hanya ditulis sekilas, katanya, Indonesia berasal dari Asia kecil. Apakah semua etnis di Indonesia berasal dari Asia kecil. Setelah Laurence berkeliling Asia dan negara lain, dia temukan persamaan kultur di negera lain mirip dengan kultur suku-suku di Indonesia. Seperti kultur Thailand mirip dengan kultur Jawa, Minang dengan Arab/Portugal, Batak dengan Philipina/Mongolia, Bugis dengan Malaysia, Maluku dengan Spanyol, Minahasa dengan Belanda, dan Aceh perpaduan antra 4 sukubangsa yaitu Arab, Cina, Eropa dan Hindu (ACEH).

“Kalau kita memperhatikan pilahan keempat suku bangsa itu dapat dilihat ada di Aceh, makanya gerakan-gerakan di Aceh selalu dipelopori orang Aceh yang menjadi warga negara salah satu negara di Eropa,” jelas Laurence.

Suku-suku di Indonesia ada yang dengan apik melestarikan budaya mereka dalam bentuk buku dan wayang seperti orang Jawa. Sementara orang Batak, sangat minim. Baru ditemukan satu hasil penelitian dari Dr Lance Castles, yang mengadakan reseach guna melengkapi disertasi PhD di Yale University mengenai politik Tapanuli 1915-1940 di mana 60 % isi buku itu mengangkat perjuangan Tuan MH Manullang yang dijuluki dalam buku itu sebagai Soekarno van Batak, satu-satunya orang pribumi yang berani menampar muka controleur orang Belanda di muka umum setelah dipaksa turun dari kudanya.

Hasil research itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang indah oleh Prof.Dr. Maurits Simatupang, dari judul aslinya: The Political Life of a Sumatran Residency, Tapanuli 1915-1940, diterbitkan oleh KPG (Gramedia – tahun 2001). Sumber penelitian itu hampir tidak ada di Indonesia, apakah museum nasional atau daerah di Sumatra Utara bahkan Tapanuli Utara asal dari pejuang itu. Malahan sumber autentik penelitian mengenai perjuangan itu ditemukan di negeri Belanda sepeti Leiden, Universitas Amsterdam, Barmen-Jerman, arsip Oegstgeest – Belanda, dan perpustaka-an Yale University itu sendiri.

Marga Manullang? “Oh ya, susah didapat,” kata Laurence. Malah Laurence pernah bertanya-tanya asal muasal Manullang ini. Sebab saban memperkenalkan diri marga Manullang tidak sedikit orang ketawa terutama ibu-ibu. Manullang artinya pendorong, pendobrak, sebenarnya positif tetapi ada juga dikaitkan pada hal yang lucu, seperti menjebol, menusuk dalam arti yang bervariasi, serta dipelesetkan kependekan manusia langka.

Karena marga ini sudah given, tidak bisa lagi diubah atau ditanggalkan maka Laurence mengadakan penelitian asal usul marga Manullang ini untuk diceri-terakan pada anak dan cucu sebagai motivasi bagi mereka untuk maju sama seperti orang Korea behasil mengguna-kan asal-usulnya sebagai pemacu semangat tinggi membangun negerinya.

Memang Manullang itu dalah manusia langka sebab sejak tanggal 12 Agustus 1883 pada saat tempat mereka berdiam yaitu kampung Bakkara yang berfungsi sebagai pusat kebudayaan Batak tempat singgasana Raja Sisingamangaraja, dibumihanguskan Belanda karena menolak tawaran Belanda untuk dijadikan Sultan Batak Raya. Mereka memilih berjuang sampai gugurnya Raja Sisingamaraja XII pada tanggal 17 Juni 1907.

Kemudian perjuangan diteruskan melawan Belanda dan Jepang sampai tahun 1950 (pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda). Perjuangan yang panjang itu banyak mengorbankan putra-putra bangsa, gugur sebagai kusumah bangsa. Dengan 6 bersaudara dalam rumpun Si Raja Oloan, di mana urutan-urutannya adalah Naibaho, Sihotang, Bakara, Sinambela (dari marga ini Raja Sisinga-mangaraja), Sihite dan Simanullang.

Karena Raja Sisingamaraja memiliki kesaktian dan tetap mampu memper-tahankan diri sebagai orang yang paling bersih, maka pemerintahannya sehari-hari dipercayakan pada Manullang di mana Mangaraja Onggang Parlindungan menjulukinya sebagai Perdana Menteri yang mengendalikan pemerintahan. (Mangaraja Onggang Parlindungan adalah Letkol AD Pensiunan NRP 13.3.13, ahli tarik bom, yang terakhir bekerja di pusat sejarah angkatan darat, menulis dalam bukunya dengan judul Tuanku Rao, Penerbit Tandjung Pengharapan, tahun 1964).

Jadi yang paling banyak korban dalam peperangan itu karena yang paling banyak diburu Belanda adalah memang marga Sinambela dan marga Manullang, menjadikan manullang manusia langka ada juga benarnya.

Laurence juga memburu dokumen yang menceriterakan asal-usulnya sampai ke Leiden, Manhantan New York, karena dulu Manhantan, New York itu milik Belanda yang dibeli dari suku Indian seharga $29 lalu dijual Belanda ke AS, memang arsipnya di sana sangat lengkap dan tulisan baik itu ditulis di atas kulit kayu dan kertas Mesir, termasuk alat-alat perang yang digunakan dirawat dengan apik oleh pengelola museum tersebut.

Hasil temuan itu membuktikan bahwa Manullang itu adalah keturunan pejuang dalam peperangan yang berkepanjangan tanpa mengenal menyerah. Juga dari pihak ibunya adalah cucu budayawan Baginda Panny (guru Marpaung) pencipta si Gale-gale di mana hasil karyanya disimpan di Museum Nasional dan nenek pengasuhnya adalah cucu Raja Sijorat VII, ayahnya Raja Sijorat VIII yang gigih berjuang melawan Belanda wafat sebagai pahlawan dimakamkan di komplek R.S. HKBP Balige. Dia juga sangat senang mempunyai menantu Rina Idroes Chaniago, cucu dari Pak Idroes pejuang RI yang dibuang Belanda bersama-sama Bung Hatta ke Diegul, istri anaknya yang keempat, Rizal Ruben Manullang.

Temuan ini merupakan hasil penelitian yang diangkat Laurence menjadi motivasi untuk membangkitkan spirit anak-anaknya. Ternyata berhasil terbukti dari daya juang anak-anaknya semua tinggi, kelima anaknya semua berani belajar ke tempat jauh seperti Inggris, Amerika Serikat walaupun masih sangat belia selesai SMP kelas III. Sekarang semua telah mencicipi pendidikan gelar Master, dan semua telah mandiri dari segi mata pencaharian. Malah seorang anaknya sedang dalam tahap menyelesaikan program Ph.D.

Motivasi Etos Kerja
Saat ini, meskipun Laurence adalah seorang ekonom, penyandang Doktor Ekonomi dengan jalur minat utama Management Akuntansi, tetapi senang dan sedang mengadakan penelitian mengenai kultur Indonesia, untuk digunakan sebagai motivasi etos kerja, agar tahan bekerja dengan jam-jam panjang dan produktif, percaya diri dan memilki budaya malu melakukan kecurangan apalagi praktek korupsi dan memberantas budaya munafik.

Hasil penelitian yang sedang berlanjut membuahkan hasil sementara bahwa orang Batak berasal dari satu rumpun dengan saudaranya Si Raja Boni yang merantau ke Selebes yang kemudian namanya Si Raja Bone, dan Si Raja Lapung yang menempati lokasi sekitar danau Ranau Komering, turunan suku bangsa Meo, kakaknya Toraja, yang berasal dari kakeknya Esau anak Isak, keturunan Ibrahim orang Iberani.

Laurence sedang mengecek keab-sahan sumber penelitian tersebut agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dari segi ilmiah dan emosional dan genuine, di mana mungkin diperlukan kira-kira 7 tahun lagi untuk merampungkannya. Juga, Laurence akan membentuk tim peneliti untuk menggali pembuktian tentang dugaan sementara bahwa Gajahmada itu adalah Gajah Manullang Dairi.

Menurutnya, animo penelitii harus dibangkitkan menjadi motivasi dahsyat bagi anak-anak bangsa. Nama besar digunakan untuk mengbangkitkan motivasi anak-anak bangsa yang hampir punah oleh sebab perjuangan yang sa-ngat panjang dan berkelanjutan, menu-rut Laurence adalah positif. TSL (Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 13)


02 | Dekat dengan Tuhan

Di sebuah villa peristirahatannya di kawasan Coolibah, Puncak, Bogor, Jawa Barat wartawan TokohIndonesia DotCom masih melanjutkan wawancara menarik dengan Top Eksekutif Keuangan Dunia, Prof. Dr. Laurencce Adolf Manullang. Hampir setiap hari Sabtu, sebagai seorang penganut Kristen Advent yang taat, usai melakukan peribataan di gereja Masehi Advent Hari Tujuh yang terletak di Gedung Pertemuan Advent, Jalan M.T. Haryono, Jakarta Selatan biasanya Laurence bersama istri menghabiskan akhir pekannya di villa bagus itu. Hanya saja kali ini agak berbeda sebab ikut dalam rombongan wartawan TokohIndonesia DotCom.

Di villa ini dia dan istri biasanya secara khusus menikmati dan menghayati kebesaran Tuhan sekaligus menyaksikan alam indah dimana pemandangan saling bergantian laksana panoramic di layar lebar berubah setiap lima menit. Untuk mendekatkan diri kepada Tuhan menurutnya pikiran harus dibersihkan pula.

Agama yang dia anut Kristen Advent menjadi wadah yang sangat membantu Laurence menyeimbangkan antara kadar fisik, mental, dan spiritual. Hari-hari itu digunakan membaca kitab suci tidak terbatas pada Alkitab juga kitab suci yang lain seperti Al-quran untuk mempelajari persamaan dan perbandingan.

Dalam Al-quran, misalnya, dia bisa menemukan sabda Nabi Muhammad yang berkali-kali menjelaskan bahwa Isa Almasih itu adalah utusan Allah, sahabat beliau yang paling akrab, dan hakim di akhirat. Juga Nabi merujuk Al-quran adalah kitab yang diturunkan oleh Allah sendiri, dan demikian juga kitab suci sebelumnya yaitu Injil dan Taurat.

Menurut Laurence, agar hubungan timbal balik harmonis yang menjadikan Alkitab dan Al-quran sebagai pegangan doktrin spiritual umat baik Nasrani maupun Muslim, sebaiknya nama Nabi Muhammad juga ada dinubuatkan dalam Alkitab, sama kuatnya seperti nama Isa Almasih ada tertulis dalam Al-quran.

Laurence ikut merasa terkesima akan hasil temuan para cendikiawan Islam di Afrika Selatan, yang menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad telah dinubuatkan dalam Alkitab, yaitu sebagaimana tertulis di kitab Ulangan 18:18, kitab Perjanjian Lama. Ayat itu berbunyi: “Seorang Nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya”.

Menurut Laurence, pada saat dunia ini telah dilanda kegelapan yang disebut zaman Jahiliah, Injil dan Taurat disembunyikan beratus tahun, dan umat yang memuji Tuhan dikejar-kejar dan dimasukkan dalam goa singa dan dipertontonkan sebagai hiburan, pada saat itulah lahir dan muncul Nabi Muhammad. Dimulai dari satu orang yaitu dirinya, kemudian membangun kota Medinah bersama-sama kaum Madani, sampai sekarang pengikutnya sudah mencapai 1.1 miliar orang di seluruh dunia. Ini tidak akan bisa dicapai oleh kekuatan manusia belaka, dan pasti tangan Tuhan campur tangan menuntunnya.

Ayat Ulangan 18:18 di atas menyatakan, akan Kubangkitkan bagi mereka seorang Nabi dari antara saudara mereka. Nabi Muhammad adalah keturunan Ibrahim dari Ismail, berarti masih saudara dengan Musa, bani Israil sama-sama dari Ibrahim anak keturunan Ishak, saudara Ismail.

Laurence menandaskan, saat ini para cendekiawan Kristiani masih akan menelaah ayat ini. Apabila mereka sependapat dengan cendikiawan Muslim di Afrika Selatan tadi bahwa yang dimaksudkan nabi dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad, maka kerukunan kedua penganut agama Kristiani dan Islam akan semakin mantap.

Di daerah asal mertuanya, yakni Tapanuli Selatan Laurence melihat bahwa kerukunan beragama itu sangat menonjol. Sampai-sampai panitia pembangunan Gereja di dalamnya ikut saudara-saudaranya yang beragama Islam, demikian pula pada pembangunan Mesjid di dalamnya ikut saudaranya yang beragama Kristen sebagai panitia.

Mereka bisa hidupkan kerukunan antar bersaudara keturunan Ismail dengan Ishak zaman dahulu kala. Nabi Musa yang keturunan Ishak, sangat terbantu oleh mertuanya Yitro orang Median, keturunan Ismail, itu untuk merawat, memimpin orang Israel di gurun pasir waktu exodus dari Mesir.

Laurence Manullang menyebutkan kalau saja dapat digunakan agama itu sebagai wadah teduh untuk memuji dan meninggikan nama Tuhan, alangkah indahnya kehidupan ini. Agama tidak dapat menyelamatkan tetapi untuk menjamin lingkungan kondusif untuk menunaikan ibadah langsung mematuhi perintah Tuhan. Namun sebagai penganut agama harus rajin mempelajari firman Tuhan, dan rajin berkomunikasi dengan Tuhan dengan doa.

Ia mengatakan banyak sekte dan penganut agama memasuki wilayah budaya dan rituil yang menuding kalau tidak sama dituduh kafir. Pada saat Laurence berkesempatan bertamasya ke Tomok, Samosir, misalnya, seorang pemandu wisata menjelaskan bahwa Raja Sidabutar yang makamnya dijadikan objek wisata adalah animisme. Laurence merasa itu adalah agama Batak yaitu parmalim.

Beribadat pada hari Sabtu, mempersembahkan kurban, memantangkan makanan haram dan darah seperti agama Yahudi, itu adalah agama sama seperti Raja Sisingamangaraja I – XII yang Belanda menuduh beliau animisme, sampai dituduh gondang (alat musik tradisonal Batak) adalah alat animisme. Padahal, Tuhan berseru agar Dia dipuji dengan kecapi, zamrut. Raja Sisingamangaraja dijadikan sebagai nabi dan batara guru oleh pengikutnya yang merisaukan Belanda.

Manullang berpendapat, mereka telah menunaikan ibadah mereka menurut ilham yang mereka terima dari Tuhan yang mereka panggil Debata Mulajadi Nabolon, karena mereka hidup dalam zaman Jahiliah.

Namun setelah Nabi Muhammad dimunculkan Allah, Al-Quran beredar, kata Laurence hendak mengakhiri pembicaraan yang sudah memsuki senja hari, Alkitab pun keluar dari persembunyiannya. Umat dengan sendirinya telah memiliki acuan yang jelas mengenai firman Allah itu secara jelas.

“Dan, di situlah terjadi proses pembelajaran keimanan,” simpul Laurence Manullang sekalian berpamitan untuk istirahat. Direncanakan malam harinya dia akan berbicara secara khusus tentang sikapnya yang sangat hormat kepada orangtua. Sikap hormat kepada orangtua itu disebutkannya nilainya lebih dari sekedar penghormatan atas dasar kesantunan melainkan adalah pula bagian dari pada iman. TSL (Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 13)


03 | Hormat pada Orang Tua

Setiap langkah dan alur pikir Prof. Dr. Laurence Adolf Manullang selalu berpijak pada landasan yang kokoh. Dalam kaitannya dengan hormat pada orangtua, misalnya, baginya bukan sekedar asal hormat saja tetapi, lebih dari penghormatan atas dasar kesantunan tetapi atas dasar keimanan.

Sebagai orang yang beragama sikap hormat pada orang tua itu dia dasarkan atas keyakinannya kepada sepuluh hukum Tuhan (ten commandment). Dimana, hormat pada orang tua itu tertuang dalam hukum kelima. Tuhan berkata, sebagaimana tertulis dalam kitab Taurat Musa, Keluaran 20 ayat 12 yang berbunyi: “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” Firman Tuhan itu berkata, ayahmu dan ibumu. Tidak disebut yang hidup saja, sebab ayah dan ibu yang sudah meninggalpun tetap ayah dan ibu kita.

Makanya, setelah Laurence dikaruniai anak-anak dan rejeki dia merehabilitasi tempat peraduan ayah dan ibunya, serta kakek-kakek dan neneknya (eyang) sampai enam keturunan terdahulu. Semua handai tolan dia undang sesuai dengan tradisi adat Batak yang berlaku untuk mendoakan dia, istri, dan anak-anaknya agar panjang umur dan melimpah rejeki.
Karena Laurence melakukannya didasarkan iman atas kebenaran firman Tuhan itu, dia menuai anugerah yang tidak terhingga. Sebab doa-doa orang tua, handai tolan yang penuh kesungguh-sungguhan itu memberkati Laurence, yaitu si yatim piatu yang juga ikhlas memberikan penghormatan yang tulus kepada orang tuanya dan kepada handai taulannya.

Bukan hanya itu dia juga ikut mempelopori pemugaran makam eyangnya si Raja Oloan dan ompung besar (Great Grand fathernya) Pamuharaja di Bakkara, bekas pusat kebudayaan Batak pada waktu pemerintahan Raja Sisingamangaraja I-XII. Pada saat itu di tahun 1989 dengan sangat mencengangkan, dihadiri oleh 12.000 orang keturunan si Raja Oloan yang berkumpul datang dari pelbagai pelosok Tanah Air, malah ada dari luar negeri sebab rindu pada kampung halaman dan mengenang leluhurnya.

Tidak bisa dielakkan, maka, terdapat mereka tiga putra terbaik dari keturunan si Raja Oloan yaitu KRH Tarnama Sinambela Kusumanegoro, Anton Sihotang, dan Prof. Dr. Laurence Adolf Manullang diberkati dan direstui oleh semua hadirin agar sehat-sehat dan panjang umur di rantau orang. Puncak acaranya adalah, kepada ketiganya disematkan sebuah tanda yang sangat bermakna untuk anak-anak yaitu, yaitu gelar “Anak Sibulang-bulangan”.

Laurence merasakan suasana pada saat itu sangat nikmat dan mengharukan. Pemerintah pun berkenan turut mengirimkan utusannya menghadiri peristiwa besar itu, seperti dari Bank Indonesia, Departemen Sosial dan Departemen Veteran. Bahkan, peristiwa itu tidak luput dari perhatian pers sebab sebuah surat kabar nasional edisi Medan yang paling netral, Waspada, secara khusus menurunkan berita bersambung berturut-turut selama enam hari.

Sebagai sebuah bukti otentik, Laurence menyerahkan utuh fotokopi ulasan Waspada tersebut kepada wartawan TokohIndonesia DotCom, yang antara lain menulis kalimat filsafat bermakna dalam mulak pinggan tusakkena, artinya kembali pinggan ke tatanannya. Jika diterjemahkan, dalam artian, bahwa secara berangsur-angsur keturunan si Raja Oloan telah pulih dan akan tiba saatnya untuk kembali berperan aktif dalam pembangunan bangsa menegakkan visi dan misi eyangnya dari si Raja Oloan, Raja Sisingamangaraja, dan Pamuharaja.

Demikian juga di tahun 1997, kejadian sama terulang pada saat Laurence dipilih khusus sendirian untuk kembali digelari Anak Sibulang-bulangan, yang dirasakannya lebih mengharukan lagi. Seorang perantau Dr. Gison Manullang yang belum pernah pulang kampung, dia menikah dengan seorang wanita keturunan Cina, tak kuasa untuk turut menuturkan pengamatannya mengisahkan gambaran bagaimana terjadi sebuah peristiwa unik segera usai Laurence Manullang dibulang-bulangi.

Gison mengisahkan, sebagaimana sudah pernah diuraikan dan dimuat di majalah BF terbitan tahun 1997, adalah pasti akan terjadi tanda-tanda yang biasa terjadi di Bakkara dalam upacara seperti itu bila yang menerima bulang-bulang itu adalah orang tepat, rendah hatinya, bersih hatinya, dan mulia niatnya. Dan benar sja terjadi demikian, yaitu, dimulai dengan turunnya hujan kapas, angin sepoi-sepoi, disusul dengan angin kencang, angin puyuh, batang-batang pisang tercerabut, lalu disudahi hujan lebat dan semuanya itu hanya terjadi dilokasi upacara saja.

Ketika di malam hari angin sejuk dan kilau bintang menyapa villanya di kawasan Coolibah, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Top Eksekutif Keuangan Dunia ini melanjutkan janjinya wawancara dengan wartawan Tokoh Indonesia juga menanyakan bagaimana perasaannya menyaksikan dan mengalami langusng peristiwa alam itu terjadi, Laurence mengatakan biasa saja. “Tetapi, memang, saya datang ke sana hanya dengan satu tujuan yaitu meminta doa dari khalayak ramai,” sebut Laurence, yang selama hidupnya merasakan selalu mendapat kekuatan karena doa restu dan kasih sayang dari para orang tua dan sesepuhnya.

Laurence lalu menjelaskan dua peristiwa penting yang pernah terjadi pada nenek moyang manusia, yaitu pada zaman Nuh.

Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera setelah air bah surut, adalah Sem, Ham dan Jafet. Pada suatu hari Nuh meminum anggur dan mabuk dan dia telanjang dalam kemahnya. Ham melihat ayahnya telanjang, dan melihat aurat ayahnya, namun tidak melakukan sesuatupun kecuali menceritakan kepada kedua saudaranya di luar. Lalu dengan bergegas Sem dan Jafet mengambil kain menutupi tubuh ayahnya. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang terjadi, Nuh berkata, “Terkutuklah Ham Bapak Kanaan, ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya. Terpujilah Tuhan, Allah Sem tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba-hamba baginya. Allah kiranya meluaskan tempat kediaman Jafet. Hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.”

Ketiga anak Nuh ini tersebar diseluruh dunia, Sem-menurunkan Asia, Ham-menurunkan Afrika, dan Jafet-menurunkan Eropa/AS. Kutukan dan berkat Nuh, si orang tua, itu masih dirasakan oleh keturunannya sepanjang zaman malah sampai di akhirat.

Pelajaran yang kedua, kata Laurence adalah pengalaman Esau dan Jakob anak Nabi Ishak cucunya Ibrahim dari menantunya Sarah.

Jakob memohon berkat dari ayahnya Ishak dan dia memperolehnya, walaupun dengan menipu. Esau yang sulung, dilangkahi titip berkat yang sempat tidak bisa dicabut. Akhirnya Jacob menjadi Israel dan Esau mengawini perempuan Palestina dan merantau sampai ke Timur dan menurunkan 8 suku bangsa di Timur, yaitu: Karen, Igorot, Bentok, Meo, Wajo, Tayal, Toraja, Syam-syam; dimana orang Batak adalah keturunan Meo; yang masih dalam penelitian saat ini.

Selanjutnya Laurence membacakan ayat-ayat mengisahkan kedua putra Isak itu, sbb: “Berkatah Ribka kepada anaknya Jakob, telah kudengar ayahmu berkata pada Esau, kakakmu: Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan dan supaya aku memberkati engkau di hadapan Tuhan sebelum aku mati. Maka sekarang anakku dengarkanlah perkataanku seperti kuperintahkan padamu. Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti digemarinya. Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau. Sebelum ia mati. Lalu kata Jakob kepada Ribka ibunya: tetapi Esau, kakakku adalah seorang yang berbulu badannya sedang aku ini kulitku licin. ”

Mungkin ayahku akan meraba aku, maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olok dia: dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku bukan berkat. Ibunya berkata, biar ibu yang menanggung kutuk apabila itu terjadi. Lalu Jakob mengambil domba, diberikan kepada ibunya dikelola jadi makanan untuk dipersembahkan pada ayahnya.

Jakob membawa makanan itu dan memberikan pada ayahnya dan Ishak berkata: Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau. Ishak selanjutnya mengucapkan berkat pada anaknya Jakob yang menyamar seakan-akan kakaknya Esau. “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang diberkati Tuhan. Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk dibumi dan gandummu serta anggur berlimpah-limpah.

Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu. Jadilah tuan atas saudara-saudaramu dan anak-anak ibumu sujud kepadamu, siapa yang menyulitkan engkau terkutuklah ia, siapa yang memberkati engkau akan diberkatilah dia. Jakob telah diberkati ayahnya, dimana kemudian Jakob tukar nama jadi Israel. Dan secara individu orang Israel telah diberkati Tuhan, walaupn sebagai bangsa karena mendurhaka pada Tuhan telah sempat dikutuk Allah”.

Laurence menyebutkan, karena Esau merasa tertipu oleh adiknya Jakob, Esau memburu adiknya. Tapi akhirnya Jakob yang kemudian bernama Israel dan keturunannya pindah ke Mesir diperhamba di negeri itu beratus tahun. Sedangkan Esau menikahi perempuan Palestina, bermukim di tanah Sier, Edom dan keturunannya berkembang sampai ke Timur dan menurunkan delapan suku bangsa dimana salah satunya yaitu Meo menurunkan orang Batak yang sedang dalam proses penelitian oleh Lauence Manullang.

Jelaslah bahwa berkat orang tua itu sangat penting dan merupakan cikal bakal kebahagiaan, panjang umur. Jadi, hormat pada orang tua adalah merupakan bagian dari iman Laurence A. Manullang. Walaupun orang tua kita pernah berlumuran dengan kesalahan dan dosa, tetapi mereka tetap orang tua kita yang menurut Tuhan sebagai sumber berkat pada anak-anaknya.

Selanjutnya ada tertulis, doa anak-anaknya juga dapat menyelamatkan ayah dan ibunya, sebab Tuhan maha kasih mendengar seruan dan isak anak-anaknya untuk siapapun yang meminta pengampunan.

Malam semakin larut. Laurence Manullang menyimpulkan bahwa pengalaman hamba-hamba Tuhan yang tertulis dalam kitab suci itu menjadi pelajaran baginya. Sebelum beranjak pergi untuk beristirahat tidur, Laurence menyebutkan karena pengalaman demikian itulah membuatnya tidak pernah lupa membawa istri dan anak-anaknya untuk meminta berkat dari ompung yang sangat berjasa baginya pada saat masih hidup, melakukan apa yang disebut acara Manulangi. TSL (Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 13)


04 | Dilihat dari Dimensi Pendidikan Tinggi

Di alam era SDM Indonesia yang sedang mengalami degredasi daya saing lulusan perguruan tinggi yang tampil sebagai pecundang (looser) dimana tercatat faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain materialisme, ingin mendapat ijazah tanpa usaha, seakan-akan perguruan tinggi telah terperangkap menjadi sarang penipu, kemunafikan dan rasukan setan.

Bukan begitu yang terjadi dalam tubuh STIE–IBEK yang tetap tegar dalam pendiriannya Handal Dalam Teori, Terdepan Dalam Implementasi, Bertanggung Jawab dalam Integritas dengan Biaya Terjangkau.

Demikian Dr. Laurence A. Manullang, pendirinya mengungkapkan pada Tokoh Indonesia tepat pada hari ulang tahunnya tanggal 12 September 2005 yang lalu.

STIE–IBEK yang menspesialisasikan diri dalam ilmu Manajemen dan Akuntansi tetap melihat road map bangsa dan negara secara jelas yang mempunyai martabat (dignity). Meskipun pada saat ini Indonesia digolongkan sebagai negara terkorup, dan sebagai wadah manusia yang berkepribadian ganda, lain di bibir lain di kata, tetapi IBEK tetap berkeyakinan Indonesia akan kembali pada harkatnya, dihuni oleh makhluk homo sapiens yang memiliki integritas genuine sesuai dengan kultur dan martabat leluhurnya.

Oleh sebab itu Manullang melalui wadah pendidikan tinggi yang jelas visinya, tidak jemu-jemunya memberikan arahan pada dosen dan mahasiswa/i agar tetap bertahan bisa melawan badai yang menerpa integritas bangsa yang digelar oleh pengaruh pihak-pihak tertentu guna menghancurkan bangsa melalui insideration strategy, dan ikut exist dalam inti infra struktur bangsa sebagai salah satu bagian built-in strategy untuk mempengaruhi segala kebijakan dalam negara ini. Anak-anak didik yang masih hijau diantar sebagai intelektual muda diperkenalkan mengenali lingkungan baik itu global, regional dan nasional serta peka akan pergeseran pradigma yang telah terjadi yang sangat mempengaruhi life style dan perilaku manusia Indonesia manusia Indonesia seutuhnya.

Kecantikan yang dibangun oleh ramuan kepalsuan cosmetic bukanlah tujuan pendidikan IBEK, sebab partisipannya baik sebagi mahasiswa dan tenaga pendidikan lebih menghargai keindahan (beautification) yang didorong oleh inner side melalui ingredien ilmu pengetahuan, etika dan integritas yang cukup tinggi yang selalu menjadi penekanan pendidikan STIE–IBEK, dimana Laurence A. Manullang meramunya dalam satu semboyan yakni : “We would like to make you beautiful, not pretty “.

Sejak STIE – IBEK jurusan Akuntansi dibuka mata kuliah Management Strategy dan business communication adalah merupakan ciri khas STIE–IBEK sebab sesuai dengan pengalaman pendirinya sebagai top financial man dalam perusahaan PMA, lulusan akuntansi ini bukan hanya mendalami teknik akuntansi saja, tetapi mereka akan juga menguasai instrumen manajerial agar sedini mungkin telah menumbuhkan embryo management yang bakal tumbuh dan berkembang menjadi eksekutif yang handal.

Demikian juga jurusan Manajemen bukan saja menguasai proses manajemen konvensional yaitu planning, organizing, actuating dan controlling, akan tetapi juga dihadapkan pada masalah yang terkini yang mengemukakan dalam manajemen itu yaitu, penguasaan mengenai anatomi responsibility, authority and accountability.

Dalam teknik mengembangkan fungsi manajemen juga STIE–IBEK selalu mengupdate instrument yang up to date dan implementable. Menelusuri perwujudan teori manajemen ke pengalaman empiris, STIE–IBEK juga melalui dialog, diskusi maupun management laboratory mengembangkan simulasi dalam menentukan sasaran (to set up objective) dan untuk itu waktu manajemen digunakan tidak lebih 15 persen, dan mengerjakan pekerjaan itu melalui orang lain (to get things done thru other people) – 35 persen, dan 50% yang sisa adalah menganalisa dan mengelola ketidakpastian (to manage the uncertainties)

Pantaslah lulusan Sarjana STIE–IBEK menempati pelbagai posisi manager sampai dengan Direktur dalam PMA/PMDN maupun BUMN dalam usia yang sangat muda. Menyikapi pada keyakinan Dr. Laurence A. Manullang sebagai pendiri STIE–IBEK, yang tidak mau dipengaruhi praktik-praktik dengan gampang meluluskan mahasiswa dan diharuskan mengikuti setiap proses pendidikan itu, bahwa selalu berkata, “pada suatu saat negara kita akan kembali pada habitatnya, yaitu jujur, bersahaja, jiwa besar dan dapat dipercaya”.

Tebakan dan ramalannya selalu tepat. Pada saat ekonomi negara dipegang oleh sekelompok konglomerat dan penguasa, Manullang berkhotbah pada mahasiswanya dalam forum studium general yang diadakan setiap hari Jumat jam 16-17.55, bahwa sebentar lagi kerajaan ekonomi yang dibangun dengan bisik-bisik itu akan rontok dan akan muncul suatu kekuatan ekonomi yang berorientasi pada pasar.

Juga pada waktu Indonesia diposisikan sebagai negara terkorup di Indonesia, Manullang berkata, negara ini adalah negara paradise yang sengaja diciptakan Tuhan untuk didiami oleh umat yang benar. Tidak akan lama lagi pemimpin akan lahir yang berani memerangi korupsi ini. Ramalan ini telah jadi kenyataan, rontoknya konglomerat hitam yang mengacaukan ketahanan ekonomi nasional.

Keberanian Presiden memberantas pencurian kayu dari hutan dan barusan ini penyelundupan BBM telah ditemukan yang mana negara dirugikan Rp. 8.8 trilliun satu tahun, merupakan bukti.

Nampaknya praktik menyedot minyak melalui pipa laut berdiameter 1.5 meter, panjang 7 mil di Kalimantan Timur, Riau, Batam, Arafuru, dan Jawa Timur, bukan praktik sehari dua hari atau satu bulan tetapi sudah bertahun-tahun, oleh organisasi yang matang yang pasti dibantu oleh tenaga lintas sektoral. Tidak akan terabaikan oleh KPK menelusuri tahun-tahun sebelumnya.

SBY–JK telah muncul sebagai pemimpin yang berani memberantas korupsi, adalah merupakan salah satu keyakinan Manullang yang tdak henti-hentinya khotbahkan pada mahasiswanya.

STIE–IBEK tidak mungkin dapat mengubah citra nasional sendirian, tetapi minimal lembaga ini telah mampu membentengi diri sendiri dari praktik menambah limbah pada bursa SDM nasiohal. Malah telah mampu melahirkan mutiara-mutiara dalam lautan lumpur. Dibidang akuntansti STIE–IBEK sangat terbuka menjalin kemitraan dengan lembaga bonafit didalam dan luar negeri.

OTTAWA dan Pittsburg State University di Kansas merupakan mitra dalam pertukaran program dan dosen, dan STAN – Sekolah Tinggi Akuntansi Negara sedang dalam penjajakan walaupun secara tidak langsung sudah lama menjalin kerjasama dengan banyaknya dosen STAN mengajar di STIE–IBEK. Malah Ketua Jurusan Akuntansi STIE–IBEK adalah dosen STAN. Untuk tahun akademik 2005–2006 diberikan kesempatan pada mahasiswa mendaftar ke STAN namun tidak bisa ditampung semuanya tahun ini oleh karena terbatasnya fasilitas dan mereka dapat mendaftarkan diri ke STIE–IBEK dengan menunjukan fotocopy ujian saringan STAN untuk mempercepat proses penerimaan sebagai Mahasiswa STIE–IBEK, dan informasi dapat dihubungi Telp. (021)-5602637 TSL (Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 13)

Data Singkat
Laurence Manullang, Pendiri dan Rektor Universitas Timbul Nusantara – IBEK / Budaya, Moral dan Etos Kerja | Ensiklopedi | Guru Besar, Akuntan, UTIRA, direktur, IKIP, STIE

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here