Persiapkan TNI Siap Tempur

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono

Yudo Margono, Laksamana TNI
 
0
73
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Foto Puspen TNI
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Foto Puspen TNI

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berupaya mempersiapkan pasukan TNI selalu siap tempur. Pasukan dilatih untuk siap tempur secepat mungkin. “Kebijakan saya untuk mempersiapkan pasukan secepat mungkin. Yang tadinya sehari, harus bicara tentang jam. Ini harus kita wujudkan, yang harus kita wujudkan dengan berlatih, berlatih dan berlatih” tegas Laksamana TNI Yudo Margono.

Berlatih menjadi salah satu kebijakan penting yang dikukannya. Dia segera mengintensifkan latihan TNI gabungan (Latgab) di tiga troublespot atau Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan). Pelaksanaan manuver lapangan digelar pada awal Agustus 2023. “Saat ini kami sedang melaksanakan latihan gabungan TNI, yang nanti akan kami akan lakukan manuver lapangannya di Situbondo dan langsung saya pimpin sendiri,” kata Yudo Margono.

Panglima Yudo Margono mengatakan, Latgab TNI 2023 bertujuan untuk meningkatkan daya tempur satuan. Yudo menjelaskan, Latgab tersebut untuk menguji kemampuan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), interoperabilitas angkatan, doktrin, prosedur, dan organisasi dalam pelaksanaan keamanan militer maupun operasi gabungan. Panglima TNI mengatakan Latgab 2023 itu juga bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan Kogabwilhan TNI dalam melaksanakan keamanan militer dalam rangka menghadapi kemungkinan kontijensi. Panglima TNI Yudo Margono menegaskan hal itu saat mengawali rapat paparan Latgab TNI 2023 di Wisma Ahmad Yani, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2023). Dalam rapat tersebut hadir sejumlah pejabat teras TNI, pejabat utama tiga matra, dan tiga Pangkogabwilhan.

TNI menggelar latihan tempur gabungan Kogabwilhan di tiga wilayah secara bersamaan. Yakni Kogabwilhan I di Dabo Singkep, Riau, Kogabwilhan II di Asembagus, Situbondo, dan Kogabwilhan III di Manokwari Selatan, Papua Barat. Latgab ini diikuti oleh seluruh prajurit dan alutsista yang dimiliki tiga matra yang berada di bawah Kogabwilhan I, II, dan III.

Panglima Yudo menerangkan Latgab 2023 itu melaksanakan latihan operasi udara gabungan, operasi laut gabungan, operasi amphibi, operasi pendaratan administrasi, operasi lintas udara, operasi pendaratan gabungan, dan operasi dukungan (Pasukan khusus, bantuan tempur dan penerangan).

Saat membahas persiapan Latgab TNI 2023 di Sesko TNI di Bandung, Jawa Barat, Senin (24/7/2023), Panglima Yudo dengan seksama mendengar paparan KUKM (Konsep Umum Kampanye Militer) dari Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Andyawan selaku Panglima Komando Tugas Gabungan (Pangkogasgab) II dalam Latgab TNI 2023. Yudo setuju dengan KUKM tersebut dan menegaskan supaya perencanaan mulai embarkasi lintas laut dan lintas udara sampai pemberangkatan disiapkan dengan baik. Termasuk alutsista maupun personel yang akan melaksanakan operasi.

Panglima TNI Laksamana Yugo Margono bersama Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono

“Saya setuju dengan Konsep Umum Kampanye Militer yang disampaikan oleh Pangkogab, segera disusun rencana operasi. Saya bisa memutuskan untuk waktu yang ditentukan akan melaksanakan dan dikeluarkannya perintah operasi,” tegas Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Dia mengingatkan agar dalam merumuskan konsep operasi jangan terlalu ruwet. Ditegaskan, keputusan dalam melaksanakan operasi militer sebenarnya hanya menyangkut operasi pendahuluan, kemudian operasi pokok.

“Operasi pendahuluan sebenarnya diawali dengan operasi khusus. Operasi dukungan walaupun pelaksanaannya di depan tapi masuknya terakhir, sehingga lebih jelas mana operasi pendahuluan dan mana operasi pokok serta mana operasi dukungan,” jelas Panglima TNI Yudo Margono.

Dalam Latgab TNI tersebut kemampuan interoperabilitas ketiga Matra diuji. Menurut Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Latihan Gabungan TNI kali ini merupakan tonggak penting untuk melihat sejauh mana tingkat kesiapan dan kemampuan TNI dalam menangkal juga menindak beragam potensi ancaman terhadap kedaulatan Negara. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono saat menutup acara Latgab TNI Dharma Yudha Tahun 2023, di Puslatpur Marinir 5 Baluran Asembagus, Jawa Timur, Selasa (1/8/2023).

Panglima TNI menyampaikan bahwa latihan gabungan yang dilaksanakan merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada bangsa dan negara. “Latihan ini juga sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan TNI dalam setiap aspek penugasan guna mewujudkan TNI sebagai Patriot NKRI,” jelas Laksamana Yudo Margono. Dia mengemukakan, berbagai tantangan dan perubahan situasi global yang sangat dinamis akan selalu menjadi ujian bagi kesiapan dan adaptabilitas TNI dalam menjalankan tugas pokoknya. “Kita semua patut berbangga bahwa TNI secara terpadu Tri Matra mampu menunjukan kemampuan terbaik yang dimiliki kepada seluruh rakyat Indonesia,” kata Panglima.

Advertisement

Panglima TNI menjelaskan bahwa dalam latihan gabungan ini TNI dihadapkan dengan berbagai kemungkinan situasi dan skenario yang harus dipecahkan. “Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan taktik perorangan maupun satuan, serta menguji kesiapan alutsista TNI, mengasah doktrin operasi gabungan TNI, serta mengetahui sampai sejauh mana kemampuan interoperabilitas antara ketiga matra,” jelasnya.

Panglima TNI Yudo Margono memberikan beberapa pokok penekanan sebagai pedoman kepada penyelenggara dan peserta latihan guna meningkatkan kemampuan di masa mendatang. Diantaraya: Pertama, lanjutkan terus siklus latihan secara terencana, bertahap dan berkelanjutan; Kedua, perkuat terus interoperabilitas TNI; Ketiga, laksanakan evaluasi secara menyeluruh; dan keempat, gunakan hasil evaluasi latihan untuk menekan “kesenjangan” dan mengukur “kesesuaian” antara hasil latihan dan kondisi riil di satuan.

Super Garuda Shield 2023

Selain itu untuk mengasah naluri tempur ribuan Prajurit TNI juga mengikuti Latihan Militer Multinasional yakni Super Garuda Shield Tahun 2023 yang melibatkan beberapa negara dan pelaksanaanya pun hampir bersamaan dengan Latihan Gabungan TNI. Dalam latihan yang diselenggarakan di Indonesia tersebut, selain melaksanakan latihan gabungan secara bersama-sama, tentunya juga harus menyerap ilmu militer dari negara-negara sahabat.

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., mengemukakan hal tersebut disela-sela menerima paparan dari Dankodiklat TNI Letjen TNI Eko Margiono, M.A mengenai latihan bersama Super Garuda Shield Tahun 2023, yang bertempat di Mabes TNI, Jakarta Timur, Senin (21/8/2023).

Panglima Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan bahwa untuk kapal-kapal perang yang akan ikut latihan Super Garuda Shield dan berkumpul di Surabaya, harus melaksanakan beberapa prosedur seperti di alur sempit, kemudian melaksanakan formasi dan melaksanakan latihan-latihan. “Agar latihan ini dilaksanakan campur, sehingga dapat diketahui pola dari negara Amerika seperti apa, pola dari negara Australia seperti apa, sehingga jangan ada yang melakukan latihan masing-masing negara,” tegas Panglima TNI.

Dalam Siaran Pers Puspen TNI (22/8/2023) dijelaskan, Super Garuda Shield 2023 merupakan latihan bersama tahunan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) bersama negara-negara seperti Inggris, Singapura, Jepang, Australia, Selandia Baru, Kanada, Papua New Guinea, Perancis, Brunei Darussalam, Jerman, Filipina,

Korea Selatan dan Timor Leste. Latihan multinasional ini diikuti oleh 2.810 prajurit TNI dan 2.165 personel negara asing. Latihan ini dirancang untuk memperkuat interoperabilitas, kemampuan, rasa saling percaya, dan kerja sama yang telah dibangun dari pengalaman bersama selama beberapa dekade serta menciptakan komunikasi antar personil negara dalam suatu operasi.

Operasi Siaga Tempur

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono juga menerapkan operasi siaga tempur di daerah-daerah rawan. “Di daerah-daerah tertentu, kami ubah menjadi operasi siaga tempur,” tegas Panglima Senin (17/4/2023). Yudo Margono menjelaskan, meningkatkan operasi militer yang mulanya menggunakan pendekatan halus (soft approach) menjadi operasi siaga tempur di beberapa daerah dianggap rawan aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Dia menjelaskan, peningkatan operasi militer itu bertujuan untuk memperkuat naluri tempur para prajurit, sehingga mereka selalu siaga saat berhadapan dengan KKB.

“Di daerah-daerah tertentu, kami ubah menjadi operasi siaga tempur. Di Natuna itu ada operasi siaga tempur laut, di sini (Papua) ada operasi siaga tempur darat. Artinya, ditingkatkan, dari yang tadinya soft approach, dengan menghadapi serangan seperti yang terjadi pada 15 April 2023 lalu, tentunya kami tingkatkan menjadi siaga tempur,” kata Yudo saat jumpa pers di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Papua, sebagaimana dirilis dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI di Jakarta, Selasa, 18/4/2023.

Panglima mebegaskan, meski dilakukan peningkatan operasi militer, pendekatan soft approach dan humanis yang diwujudkan dalam operasi teritorial dan komunikasi sosial di Papua terus berlanjut terutama saat para prajurit berhadapan dengan masyarakat. “Selama ini, kami operasi teritorial, komunikasi sosial, itu tetap kami laksanakan; tetapi ketika menghadapi (serangan) seperti ini, ya harus laksanakan siaga tempur,” jelas Panglima TNI.

Penegasan tersebut dikemukakan Panglima TNI, setelah pada Sabtu (15/4/2023), KKB menghadang dan menyerang pasukan TNI saat mereka sedang menyisir daerah Mugi, Nduga, Papua, untuk mencari pilot Susi Air Phillip Mehrtens yang disandera KKB sejak Februari 2023. Di jalan, prajurit) TNI dihadang oleh KST (kelompok separatis teroris) dan terjadi kontak tembak. Dari 36 pasukan, ada satu yang meninggal, yaitu Pratu Miftahul Arifin, dan tiga prajurit terkena luka tembak dan seorang luka akibat terjatuh. Keempat prajurit yang terluka dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Panglima Yudo pun menjenguk prajurit yang terluka tersebut ingin memastikan kondisi mereka sehat semuanya. “Masih bisa melihat saya langsung, bilang selamat siang Panglima! berarti masih sadar,” ungkap Panglima TNI. Yudo tiba di Timika, Papua, Senin (17/4), dan langsung mendengar paparan dari Pangkogabwilhan III, Pangdam XVII/Cendrawasih, Komandan Koopsus TNI, Pangkoarmada III, Danrem 173, dan Danrem 174 terkait situasi di Nduga, Papua. Di Timika, Yudo didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan.

Laporan Hotman J Lumban Gaol dan Sastra Suganda | Editor Asasira |  TokohIndonesia.com.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini