Sang CEO Bermata Elang

[ Zaenal Soedjais ]
 
0
189

03 | Kuliah Dual Paralel

Zaenal Soedjais
Zaenal Soedjais | Tokoh.ID

Setamat SMA di Cirebon, ia sempat memasuki bangku kuliah di Universitas Indonesia (UI), Jakarta, tahun 1961. Namun, karena suasana Jakarta amat sangat berbeda dengan kampung halaman Cirebon, ia memilih meninggalkan Jakarta lalu mendaftar dan mengikuti ujian di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Dia diterima di Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi Perusahaan (Bisnis). Memasuki kuliah tahun keempat, sebagaimana biasa dialami mahasiswa pandai berintelektual tinggi serta berkepribadian baik, Zaenal dipercaya menjadi Asisten Dosen.

Sebelumnya, ketika FE-UGM membuka jurusan baru akuntansi, ia memberanikan diri mendaftar dan diterima menjadi mahasiswa angkatan pertama. Lulus sebagai sarjana ekonomi perusahaan tahun 1967, dua tahun kemudian di tahun 1969 dia kembali diwisuda sebagai seorang sarjana akuntansi angkatan pertama UGM. Jadilah dia kuliah secara dual paralel di dua jurusan, bisnis (perusahaan) dan akuntansi. Lulus sebagai sarjana ekonomi perusahaan tahun 1967, dua tahun kemudian di tahun 1969 dia kembali diwisuda sebagai seorang sarjana akuntansi angkatan pertama UGM.

Sebelum ia diwisuda, kuliah rangkap itu sempat dipersoalkan oleh dekan FE-UGM ketika itu, Prof Sukadji Ranuwihardjo, seharusnya itu tidak bisa. Tapi kenyataan, ia sudah menjalani kuliah rangkap dan resmi membayar uang kuliah untuk 2 jurusan. Maka tak ada alasan untuk tidak mewisudanya. Namun kemudian ditegaskan bahwa kuliah rangkap ini sebagai sesuatu yang tak diizinkan.

Tamat kuliah, sebelum terjun sebagai profesional di sejumlah BUMN, ia terlebih dahulu bekerja sebagai tenaga konsultan di Management Center Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, antara tahun 1967-1970, serta sebagai pegawai di kantor akuntan Chairul Anwar Yogyakarta pada tahun 1969. Kedua pekerjaan swasta itu dia lakukan melengkapi pekerjaan resminya sebagai dosen yang mengajar di sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta antara tahun 1967 hingga 1981.

Beberapa perguruan tinggi tempatnya pernah mengajar, antara lain di Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Sospol (Fisip) UGM, FE Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, FE Proklamasi Yogyakarta, FE Admadjaja Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta dan UPN Veteran Surabaya, FE dan FKK Universitas Brawijaya Malang, serta di FE Universitas Negeri Djember.

Sebagai seorang chief executive officer perusahaan yang kental berlatar belakang dunia akademis, ia selalu haus akan pengalaman dan ilmu pengetahuan baru. Bersamaan itu, dia tertantang pula untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang dimilikinya kepada orang lain.

Kampus tempatnya mengajar, Universitas Gajah Mada (UGM), hanya berkesempatan mengirimnya belajar ke luar negeri memperdalam ilmu ekonomi perusahaan, yang kurang dia minati, sehingga selalu ditolaknya. Dia menginginkan dikirim berdasarkan disiplin ilmu akuntansi. Kalau untuk jurusan bisnis, any time dia bisa berangkat.

Uniknya, justru setahun setelah bekerja di PT Semen Gresik, oleh perusahaan, ia berkesempatan dikirim ke Amerika Serikat untuk sekolah di International Management Development Program Syracuse University, New York USA pada tahun 1973. Dia mengambil sebuah program jangka pendek, kurang dari 12 bulan. Selama sekolah, dia selalu memperoleh angka bagus.

Setelah itu selesai, dia sesungguhnya masih mendapat kesempatan beasiswa scholarship baru dari Columbia University, Amerika Serikat. Dia lalu meminta ijin kepada bosnya di Indonesia, Sotion Arjanggi, tetapi sayang tidak diperbolehkan. Dia malah disuruh pulang segera ke tanah air untuk menjadi staf ahli direktur utama, padahal masih ingin meneruskan sekolah.

Karena loyal kepada pimpinan dan perusahaan tempatnya bekerja, ia harus memendam keinginan dan cita-citanya meraih gelar doktor atau philosopy degree (Ph.D) yang tinggal beberapa tahun selesai.

Sebagai eksekutif perusahaan keluaran kampus, tentu saja dia sangat berharap berhasil menjadi doktor sebagai perlambang pencapaian puncak pendidikan tertinggi di lingkungan akademis. Tapi keinginan itu harus dipendamnya. Dia mengisi ilmunya dengan cara berbeda. Sepulang dari Amerika, setahun kemudian, dia mengikuti kursus Course on Auditing and EDP Audit, di Kuala Lumpur tahun 1974. Dia juga mendalami kursus Course on Public Enterprise di Harvard Business School, Boston, AS, tahun 1981, kemudian Course on Privatization di Monash University, Sydney, Australia tahun 1996.

Di sepanjang waktu, jika tersedia dan memungkinkan, dia aktif pula mengikuti berbagai macam training, baik di internal perusahaan sendiri maupun di luar, seperti training di Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag), Departemen Keuangan (Depkeu), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Demikian pula mengikuti berbagai macam seminar, lokakarya, simposium, dan lain-lain di berbagai tempat di Indonesia dan luar negeri. (Bersambung) Marjuka, Ch.Robin S (Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 12).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here