Data Singkat
Bubi Chen, Musisi Jazz / Pianis Seluruh Jiwa | 9 Feb 1938 – 16 Feb 2012 | Ensiklopedi | B | Laki-laki, Kristen Katolik, Jawa Timur, Dosen, Guru, jazz, Musisi jazz
Bubi Chen Plays Soft and Easy (Atlantic Records, 1977)
Musik Santai (Atlantic Records)
Jazz Meeting Vol.1-Recoding Live In Bandung (Hidayat)
Rien Djamain & Jack Lesmana Combo-“Telah Berlalu”
Selembut Kain Sutera-(Hidayat)
Kau Dan Aku-(Hidayat)
Bubi Di Amerika-(Hidayat 1984)
Kedamaian-(Hidayat, 1989)
Bubby Chen and his friends-(Bulletin, 1990)
Virtuoso-(Legend Records, 1995)
Jazz The Two Of Us-(Legend Records, 1996)
Judge Bao-(Legend Records, 1996)
Romantiques-The Way We Were (Legend Records, 1996)
Mei Hua San Lung-(Legend Records, 1997)
Nice ‘n Easy-My Way (Legend Records, 1997)
Nice ‘n Easy-Love Me Tender (Legend Records, 1997)
Nice ‘n Easy-What a Wonderful World (Legend Records, 1997)
Romantiques-Monalisa (Legend Records, 1997)
Romantiques-All I Am (Legend Records, 1997)
A.S.I.C. Australia Singapore Indonesia Connection-(Legend Records, 1998)
The Many Collours of Buby Chen
Bubi Chen Plays Rock
Best Of Me;-(Platinum, 2007)
Wonderful World-(Sangaji Music)
Buaian Asmara-(DeMajors, 2007)
Konser:
Bubi Chen di Jakarta Jazz Festival 2006
Advertisement
Penghargaan:
Satya Lencana pengabdian seni dari mantan presiden Megawati, 2004
Penghargaan dari Peter F. Gontha pada gelaran Java Jazz Festival yang pertama memberikan penghargaan sebagai musisi Jazz Living Legend kepada Bubi Chen, 2005.
Mendapatkan Life Achievement Award dari gubernur Jawa Timur yang dinilai telah memperkenalkan Surabaya ke dunia internasional melalui musik jazz saat pagelaran Wismilak The Legend of Jazz, 2010.
Jakarta, 4 Juli 2011; Diperbaharui Jumat 17 Februari 2012
1886: Unjuk rasa besar buruh di Chicago, menuntut jam kerja 8 jam, jadi cikal bakal Hari Buruh Internasional.
1952: Jepang mendapatkan kembali kemerdekaannya setelah pendudukan AS.
1960: Uni Soviet menembak jatuh pesawat mata-mata AS U-2.
01 Mei
Tiga Anak Indonesia juara Kompetisi Seniman Internasional 2010. Lukisan ketiga anak tersebut masuk dalam 315 lukisan terbaik dari sekitar 10.000 lukisan yang disampaikan kepada panitia. Mereka adalah siswa Ananda Visual Art School Bandung, yakni Michelle Wijaya (6) dan Ellen Setiawan (8) untuk kelompok usia di bawah 10 tahun, serta Shubham Patni (13) untuk kelompok usia 11-15 tahun.