Desainer yang Suka Berbagi

[ Amy Atmanto ]
 
0
84
Amy Atmanto
Amy Atmanto | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Sebelum dikenal sebagai perancang busana, peraih Kartini Award 2011 ini pernah menjadi reporter televisi, public relation manager hingga konsultan perencanaan bisnis. Ciri khasnya adalah kebaya couture (Royal Sulam) dan gaun muslim bergaya mediterania (Royal Kaftan). Sebagai bentuk kepedulian sosial, ia mendirikan Rumah Kreatif yang memberikan pelatihan pada kaum dhuafa, janda miskin, dan tuna rungu agar mereka bisa hidup produktif.

Amy Atmanto, putri pasangan Prof. Dr. Ayip Sani Ibrahim dan Aimy Aim Sani ini mengenal dunia fesyen sejak duduk di bangku SMP dari ibunda tercintanya, yang merupakan seorang penjahit. Meski merasa tertarik, wanita kelahiran Jakarta 19 Agustus 1973 ini tak langsung berniat untuk mengikuti jejak sang ibu. Bahkan setelah lulus SMA pada tahun 1989, Amy mengaku masih gamang menentukan masa depannya. Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian itu, ia memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Akademi Sekretaris Tarakanita.

“Jujur ketika itu aku nggak tau mau jadi apa. Ya udah lah, sekretaris aja,” katanya tergelak seperti dikutip dari situs detikhot. Meski demikian, Amy yang tergolong berotak encer ini mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikan di University of Technology Sydney Jurusan Komunikasi. Ia juga mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di jurusan Hukum Internasional. Sayangnya ia tak sempat merampungkan kuliahnya meski mendapat nilai cum laude untuk jurusan komunikasi.

Meski gagal meraih gelar, kepergian Amy ke Negeri Kanguru tak sia-sia. Sebab, di waktu senggangnya, Amy juga menyalurkan hobi lamanya di dunia jurnalistik sekaligus menekuni bidang fesyen yang pada akhirnya membuat namanya terkenal seperti sekarang ini.

Akan tetapi, begitu kembali ke Tanah Air, ia tidak langsung mempraktikkan ilmu tata busana yang ia dapat. Ia justru penasaran dengan dunia jurnalistik. Berbekal prestasi akademik yang lumayan ditambah dengan parasnya yang menawan, Amy menikmati kesibukannya sebagai reporter sebuah stasiun televisi swasta. Profesi sebagai wartawan hanya ditekuninya selama tiga tahun. Setelah itu, ia banting setir dengan bekerja sebagai Public Relation Manager di rumah produksi ternama, Multivision Plus.

Amy juga sempat menjadi konsultan paruh waktu pada perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan bisnis. Sepak terjangnya sebagai wanita karir baru terhenti pada 1995 setelah ia resmi berstatus sebagai istri Indar Atmanto yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama Indosat IM2. Apalagi saat kehidupan rumah tangganya mulai diramaikan dengan kehadiran dua putranya Adam dan Fais, Amy pun ingin menyeimbangkan kegiatan sang suami dengan memperbanyak waktu di rumah.

Baru di awal tahun 2000 ia mulai merintis karirnya di dunia rancang busana. Usahanya dimulai dengan modal seadanya bahkan tanpa berbekal satu mesin jahit pun. Pola baju ia bawa ke penjahit langganan yang kemudian dibawa ke tukang payet. Lambat laun, dari mulut ke mulut, busana hasil rancangannya mulai dikenal orang. Bisnis yang dirintis Amy pun berkembang pesat, para pelanggannya datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa, ibu-ibu pejabat, selebriti bahkan Miss Universe.

Kini ia dikenal sebagai desainer Indonesia dengan kebaya couture-nya, Royal Sulam, dan gaun muslim bergaya mediterania, Royal Kaftan, serta satu label busana muslim dengan konsep ritel, Marocco. Setiap karya Amy terlihat kian kental dengan penggabungan antara potongan haute couture, serta bahan material berupa beludru, batik, songket, bahan velvet serta aksen pemanis seperti payet dan kristal swarovski. Tak heran bila karyanya kian terlihat cantik dan unik.

Dengan talenta yang dianugerahkan Tuhan padanya, Amy tak hanya mempercantik wanita Indonesia tapi juga memberdayakan sebagian dari kaumnya yang kurang beruntung. Bagi Amy, mewariskan keahlian adalah program sosial yang tengah digiatkannya. Bermula dari pengamatannya menyaksikan kehidupan masyarakat di sekitar butiknya di bilangan Tebet Timur, hatinya kemudian tergerak untuk mengajak mereka menemukan solusi menjalani kehidupan.

Menurut Amy, kalau membantu dengan memberi uang atau bahan kebutuhan pokok, sifatnya sementara dan bukan solusi terbaik. Maka dari itu, ia memutuskan untuk memberikan kail, bukan ikan, lewat keterampilan yang bisa menjadi tumpuan mereka. Upaya menjemput bola dan menyambangi mereka yang mau bergabung dengannya langsung mendapat sambutan manis.

“Biasanya saya dibantu tim mencari lokasi di mana terdapat masyarakat yang membutuhkan pelatihan. Kami terus menghubungi RT setempat dan mereka bisa mendaftarkan diri. Setelah itu, mereka datang ke ‘workshop’ dan mengikuti pelatihan selama sehari. Usai pelatihan, kami memberikan ijazah agar kelak bisa dimanfaatkan saat mencari pekerjaan,” ulas Ketua Ikatan Perancang Kebaya Indonesia (IPKI) ini.

Terhitung sejak tahun 2008, ia mendirikan Rumah Kreatif untuk memberikan pelatihan pada ratusan dhuafa, janda miskin, dan tuna rungu yang berasal dari beberapa wilayah di Jabodetabek. Hasil karyanya digunakan untuk rancangan busana dan akan memberikan penghasilan tambahan bagi mereka. “Melalui rumah kreatif, saya ingin mengembangkan micro economic dan menumbuhkan perekonomian rakyat untuk menciptakan Indonesia pintar lewat pemberdayaan perempuan khususnya,” jelasnya.

Menurut Amy, kalau membantu dengan memberi uang atau bahan kebutuhan pokok, sifatnya sementara dan bukan solusi terbaik. Maka dari itu, ia memutuskan untuk memberikan kail, bukan ikan, lewat keterampilan yang bisa menjadi tumpuan mereka. Upaya menjemput bola dan menyambangi mereka yang mau bergabung dengannya langsung mendapat sambutan manis.

Meski peserta didiknya terdiri dari masyarakat kelas bawah dengan segala kekurangannya, nyatanya dengan bimbingan Amy, mereka mampu menghasilkan karya berkualitas. Salah satunya adalah kebaya dan kerudung yang dikenakan Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid di hari pernikahannya. “Mereka senang dan bangga diwarisi keahlian memayet bunga melati menur. Apalagi kesempatan emas mengerjakan busana pengantin putri mantan presiden. Mereka tak henti-hentinya bersyukur atas kesempatan emas ini,” kata Amy seperti dilansir situs tempointeraktif.com.

Kegiatan sosial yang digagas Amy pernah mendapat dukungan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan kala itu, Meutia Hatta. Selain itu, di tahun 2009, ia mendapat undangan dari pihak Smesco, pencetus usaha kecil dan menengah, untuk menggiatkan kursus payet. Setahun berselang, Smesco memamerkan hasil karya peserta kursus binaan Amy di pusat kerajinan Smesco, Jakarta. “Saya sekarang tidak bingung lagi karena mereka sudah punya satu wadah di mana karya mereka bisa disalurkan. Dan menurut saya, yang saya tahu kalau kita punya niat baik, nanti kebaikan itu akan datang sendiri pada kita. Dan saya rasa ilmu itu bisa dibagikan,” ungkap brand ambassador Swarovski Crystal Indonesia itu seperti dikutip dari situs okezone.com.

Selain berbagi keterampilan, Amy memberikan kesempatan bagi para anak didiknya untuk belajar agama dengan mengaji bersama. Di samping untuk mempertebal keimanan, kegiatan itu dilakukan agar pekerjaan mereka mendapatkan berkah dari Yang Maha Kuasa.

Berkat kiprahnya sebagai desainer yang juga memajukan industri kreatif Indonesia, Amy terpilih sebagai salah satu dari 100 Wanita Indonesia Inspiratif untuk kategori sosial versi Kartini Awards 2011 yang langsung diberikan oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, di Nusa Indah Theater, Balai Kartini, Jakarta Selatan. Penghargaan tersebut merupakan yang kedua, setelah pada tahun 2008, di ajang yang sama, ia dinobatkan sebagai Perempuan Kreatif Indonesia.

Penghargaan tersebut membuatnya semakin termotivasi untuk terus membantu kaum dhuafa, janda miskin, dan para tunarungu usia produktif guna meningkatkan kualitas hidup mereka dan memajukan industri kreatif di Indonesia. Menurutnya, mereka juga berpotensi mengembangkan industri kreatif Indonesia agar lebih maju. “Karya mereka sangat bagus. Saya yakin ketika banyak anak didik yang belajar, maka kesempatan mereka mendapatkan lapangan pekerjaan semakin terbuka,” tutur desainer berdarah Aceh ini. eti | muli, red

Data Singkat
Amy Atmanto, Perancang busana / Desainer yang Suka Berbagi | Direktori | konsultan, desainer, busana, fashion, gaun

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here