Informasi, Perang Masa Depan

[ Hillman Sulaiman ]
 
0
62
Hilman Sulaiman
Hilman Sulaiman | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Hillman M Sulaiman, Ketua Umum Asosiasi Pengembang dan Penyedia Konten dan Aplikasi Indonesia (APPKAI) memandang masa depan industri adalah informasi dan konten. Menurutnya, perang di masa depan bukanlah perang senjata ataupun nuklir, melainkan perang informasi. Siapa menguasai dan memiliki lebih banyak informasi serta membuat orang lain terpengaruh dengan informasi yang dimilikinya, maka ia akan memenangkan pertarungan.

Masa depan adalah informasi dan konten. Pengertian konten di sini adalah konten informasi yang mudah diakses siapa pun dan di mana pun. Informasi menjadi PR (public relation) yang membuat orang lain memahami masalah yang sebenarnya. Di samping itu, konten tersebut akan memiliki variasi yang unik sekaligus menarik, sebab informasi tidak selalu bersifat kaku, melainkan juga menghibur.

Apakah Indonesia akan sanggup menghadapi masa depan yang modern dan berbasis teknologi yang mudah diakses? Menurut Hillman, Chairman/CEO Magna Group, ini upaya persiapan ke arah itu telah lama dilakukan. Salah satunya adalah dengan adanya kawasan ITC (Information Technology Communication) yang dikenal dalam istilah telematika. Telematika merupakan sebuah konvergensi dari telekomunikasi, media dan informatika, yang isinya adalah ICE (Information Communication Entertainment).

Meskipun langkah rintisan sudah dilakukan, Hillman melihat telematika di Indonesia belum dimengerti secara filosofis. Masih hanya cenderung mengerti dari sisi teknologinya saja. Itu sebabnya, yang masih laku adalah perangkat keras teknologi informasi, seperti komputer. Perkembangan kompuer terbaru pasti diikuti dengan antusias. Para pebisnis pun beramai-ramai mempromosikan produk baru. Sementara masyarakat meresponnya dengan asumsi tidak ingin ketinggalan zaman.

Padahal yang utama adalah teknologi harus sesuai dengan kebutuhan manusianya. Masalahnya, tidak semua orang memahami secara mendalam apa yang benar-benar dibutuhkannya dengan sarana teknologi informasi itu. Barangkali yang sekarang banyak dimanfaatkan adalah dari sisi hiburannya. Sedangkan mengenai sisi srategis komunikasi belum begitu didalami. Bila telah mampu menyerap filosofi dari teknologi komunikasi, maka pada saat itulah Indonesia siap menghadapi pasar bebas yang sesungguhnya dan bersaing dengan berbagai negara di dunia.

Perang di masa depan menurutnya bukanlah perang senjata ataupun nuklir, melainkan perang informasi. Siapa menguasai dan memiliki lebih banyak informasi serta membuat orang lain terpengaruh dengan informasi yang dimilikinya, maka ia akan memenangkan pertarungan.

Meskipun begitu, Hillman percaya bahwa bangsa Indonesia sedang dalam masa metamorfosis. Menuju masa depan yang diharapkan. Proses perubahan ini terjadi di setiap bidang, baik ekonomi, politik, akademis, maupun pertahanan. Diharapkan semuanya berjalan dalam satu langkah bersama, sehingga bangsa ini tidak semakin terpuruk.

Dalam pandangan pria yang lahir tanggal 6 Agustus 1956, ini sebenarnya Indonesia merupakan negara dengan visi yang besar dan cukup maju. Pada tahun 1976, Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang memiliki satelit sendiri. Tujuan peluncuran satelit ke ruang angkasa adalah untuk menyatukan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hal ini merupakan suatu visi yang besar. Namun dalam perkembangannya tidak ada orang-orang yang menjadi pelaksana visi itu. Yang ada adalah orang-orang yang memiliki kepentingan politik dan bisnis semata. Merekalah yang menjadi pelaksana dan penjaga visi itu. Padahal mereka adalah orang-orang yang berorientasikan keuntungan, sehingga yang tadi merupakan sebuah visi bagi bangsa sekarang dikendalikan oleh orang-orang bisnis, yang mencari keuntungan ekonimos dari visi bangsa yang besar.

Kondisi ini menjadi lebih parah manakala yang menjadi penunjuk jalan utama di Indonesia adalah politik bukannya ekonomi. Padahal target orang politik itu pendek, yaitu berkuasa. Sedangkan target orang ekonomi yaitu kejahteraan. Seharusnya kedua-duanya bergabung dalam satu visi untuk bangsa ini.

Mengatasi masalah ini, Hillman berpikir bangsa Indonesia masih sangat membutuhkan tokoh-tokoh yang visioner yang dapat menjadi teladan bangsa ini. Dengan tokoh yang memiliki visi ke depan, mensejahterakan rakyat, menciptakan kedamaian, menegakkan keadilan, maka Indonesia akan mengalami zaman keemasan.

Namun, bagaimana hal itu terjadi? Yang utama adalah pembentukan karakter. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah pemahaman terhadap pengetahuan dan teknologi. Sehingga nantinya tidak sekadar menjadi pasar dari hasil industri tanpa mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup. Masyarakat perlu mengetahui apa arti penting teknologi dan bagaimana membuat teknologi itu bermanfaat bagi dirinya, bukan sebaliknya masyarakat yang dijajah teknologi.

Hillman tergabung dalam assosiasi pengembang konten dan aplikasi Indonesia yang di mulai pada tahun 1997. Pada saat pembentukan asosiasi, anggotanya mencakup tiga jenis perusahaan, satu perusahaan jasa sistem integrasi, perusahaan pembuat aplikasi (membangun dan mendesain aplikasi dari awal atau menciptakan aplikasi baru) dan ketiga perusahaan pengembang konten (Aplication Service Provider-ASP).

Ia sudah mengenal internet jauh sebelum internet dikenal luas masyarakat Indonesia. Sejak 1993, ia sudah banyak berbicara tentang perkembangan teknologi internet di Indonesia dengan dunia usaha. Pada saat itu, respon yang diterimanya belum antusias bahkan sedikit pesimis. Namun ia menganggap usaha yang dilakukannya cukup berhasil, hingga pada tahun 1994, terbentuklah KadinNet, yaitu sebuah jaringan internasional yang menghubungkan antarlembaga kamar dagang di seluruh dunia.

Sebelum bergabung dengan Kantor Dagang dan Industri (Kadin), Hillman sebelumnya aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Ia adalah Ketua Umum Hipmi se Bandung Raya. Kemudian aktivitasnya meningkat menjadi se-Jawa Barat. Hingga akhirnya masuk ke Kadin dan sekarang berada di tingkat nasional.

Ternyata, ia bukan hanya aktif di organisasi tingkat regional dan nasional saja. Ia juga melangkah melewati batas negara dan bergabung dengan Junior Chamber International (JCI). Sekarang ia menjadi Senator di JCI. Secara berkala ia memberikan training kepada para pengusaha muda, baik di tingkat nasional juga internasional.

Dalam menjalani usaha, ia memiliki pemikiran yang diringkas dengan kata “SMART”. Specific, Measureble, Accuntability, Rational, Timely best. e-ti

Data Singkat
Hilman Sulaiman, Pengusaha / Informasi, Perang Masa Depan | Direktori | CEO, Pengusaha, industri, informasi dan konten

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here