Pelopori Etika Pemerintahan

[ Syamsu Rahim ]
 
0
75
Syamsu Rahim
Syamsu Rahim | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Walikota Solok Drs H Syamsu Rahim memelopori penerapan dan pelaksanaan etika penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Peraih penghargaan Adipura, Widyakrama dan Leadershippark Award 2007, itu berupaya membenahi etika aparaturnya untuk mengaselerasi pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik di daerahnya.

Menurut Syamsu Rahim, tindak korupsi dalam birokrasi bisa terjadi karena nilai-nilai etika tidak lagi dipakai. Nilai-nilai yang bersifat preventif itu sengaja dilanggar, sehingga pelaku korupsi tidak merasa malu bertindak seperti itu.

“Kondisi ini, bertolak belakangan dengan khasanah budaya ketimuran dan falsafah Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yang menjadi pandangan hidup bangsa dan daerah ini,” jelas Wali Kota Solok Syamsu Rahim didampingi Sekko Solok Masrial Mamar, Asisten I Setko Solok Suhatmi Tole, Kabag Humas Budjang Muhammad, staf dan jajaran, dalam jumpa pers tentang HUT Kota Solok ke-37, evaluasi pelaksanaan pembangunan akhir tahun 2007 dan persiapan 2008, di Gedung Lubuk Nan Tigo, awal Januari 2008.

Untuk itu Pemko Solok akan memberlakukan Perda Etika Penyelenggaraan Pemerintahan. Menurut Walikota Solok, etika ini hanya mendorong agar aturan yang sudah ada benar-benar bisa diimplementasikan. Atau, bagaimana instansi/institusi bisa melaksanakan kode etik masing-masing.

Dia berharap dengan adanya etika penyelenggaraan pemerintahan ini disiplin akan ditegakkan, PNS malu berbuat salah, DPRD malu tidak berpihak kepada masyarakat yang diwakilinya, Wako/DPRD malu untuk meminta-minta kepada pemborong dan lainnya. “Aparatur itu, kan, orang-orang terdidik, pilihan dengan status sosial yang cukup baik di tengah-tengah masyarakat,” jelas Syamsu.

Syamsu berhasil memimpin daerahnya dalam meningkatkan daya saing daerah. Dia juga dinilai berhasil dalam menjalankan kewenangan di bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, tata laksana pemerintahan daerah yang mengacu good local governance. Dia juga dinilai mampu meningkatkan profesionalisme aparatur daerah yang berdampak positif bagi kepentingan bangsa.

Atas keberhasilan itu, Leadership Park Institute Jakarta menganugerahkan penghargaan Leadership Award 2007 kepada Walikota Solok Syamsu Rahim, bersama 11 walikota dan bupati lainnya. Penghargaan itu diserahkan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Meneg PAN) Taufiq Effendi, di Auditorium TVRI Nasional di Jakarta, Sabtu (22/12/2007).

Syamsu bersama 11 walikota dan bupati itu dinilai berkemampuan: (1) meningkatkan daya saing, (2) menjalankan kewenangan wajib antara lain dalam bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan (3) menjalankan tata laksana pemerintahan daerah mengacu pada good corporate local governance, dan (4) meningkatkan profesionalisme aparatur daerah, dan (5) memiliki kebijakan yang berdampak positif bagi kepentingan bangsa.

Keduabelas (12) Walikota dan Bupati dari seluruh Indonesia yang menerima penghargaan karena kinerjanya dalam pembangunan yang menonjol itu adalah, Syamsu Rahim (Walikota Solok-Sumatera Barat), Ir. Eddy Santana Putera, MM (Walikota Palembang-Sumatera Selatan), Ir. H. Ilham Arif Sirajuddin (Walikota Makassar-Sulawesi Selatan), Ir. Joko Widodo (Walikota Surakarta), Hery Zudianto (Walikota Yogyakarta), Drs. Warman Suwandi, MM (Bupati Kaur-Bengkulu), Yusak Yaluwo, SH, M.Si (Bupati Bouven Digoel-Papua), H. Andi Rudiyanto Asapa, SH (Bupati Sinjai-Sulawesi Selatan), Drs. Dedi Supardi, MM (Bupati Cirebon-Jawa Barat), H. Irianto MS Syaifuddin (Bupati Indramayu-Jawa Barat), H. Hasan Basri Agus (Bupati Sarolangun-Jambi) dan Ir. H. Amran Nur (Walikota Sawahlunto-Sumatera Barat).

Syamsu Rahim seusai menerima penghargaan itu menyatakan rasa haru dan syukurnya. Menurutnya, penghargaan itu diraih merupakan buah kerja keras bersama aparatur Pemko Solok, DPRD Kota Solok dan seluruh warga Kota Solok. “Penghargaan ini bukan untuk diri saya pribadi,” ujar Syamsu Rahim didampingi istrinya Ny. Erlinda Syamsu Rahim.

Walikota Solok Syamsu Rahim telah membuktikan dan membaktikan kapasitasnya sebagai seorang pemimpin. Sebagai walikota dia sering melakukan terobosan strategis sehingga mengharumkan nama Kota Solok.

Dalam bidang lingkungan hidup, Kota Solok juga telah meraih Piala Adipura. Piala Adipura merupakan lambang supremasi tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah pusat sebagai penghargaan terhadap prestasi sebuah daerah yang mampu menjaga kualitas kebersihan lingkungannya.

Walikota Solok Syamsu Rahim mewakili rakyat Solok menerima penghargaan Adipura tersebut dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Rabu (6/06/2007). Adipura itu diarak keliling Kota Solok. Kemudian di Halaman DPRD Kota Solok, Kamis (7/06/2007), Walikota Solok menyerahkan kepada Ketua DPRD. Ketua DPRD meneruskan kepada Ninik mamak, Alim ulama, Bundo Kanduang, KNPI, tokoh masyarakat, dan ke Pasukan Kuning (petugas kebersihan). Hal ini menggambarkan bentuk kerjasama dan gotong royong semua pihak untuk mewujudkan Kota Solok yang bersih dan sehat.

Sebagai wujud pernyataan terimakasih serta agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan disiplin kerja petugas kebersihan, Pemerintah Kota Solok menyerahkan dana Rp500.000/orang kepada Pasukan Kuning. Bagi Kota Solok, penghargaan Adipura tahun ini merupakan Adipura ke 7 sejak tahun 1992.

Walikota Solok pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa Presiden RI mengajak Kita Putra Indonesia untuk peduli dengan lingkungan, mengingat semakin tipisnya lapisan ozon akibat pemanasan yang berlebihan dari pembangunan rumah kaca dan penebangan pohon lindung di beberapa daerah yang akhirnya berdampak kurangnya persediaan air bumi. “Hal tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pasukan kuning. Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu gemar menanam dan memelihara pohon,” ujar Syamsu.

Berkaitan dengan itu, Syamsu berharap agar seluruh sekolah dan kantor menerapkan dan mensosialisasikan tentang pelestarian penanaman tanaman dengan moto “tiada hari tanpa menanam”. Sehingga, tegasnya, tidak hanya tercipta kebersihan namun juga keindahan. “Penganugerahan Adipura tersebut memotivasi kita semua untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang,” kata Syamsu.

Syamsu Rahim menekankan agar segenap lapisan dan komponen Kota Solok secara bersama-sama dapat mempertahankan Adipura dan menjadikan usaha penanaman serta penghijauan tersebut sebagai kebudayaan.

Sementara itu, Ketua DPRD Burhanis Syarif mengatakan piala yang telah diraih tersebut merupakan puncak dari upaya keras masyarakat Kota Solok, petugas kebersihan (pasukan kuning) dan pemerintah kota dalam menjaga kebersihan lingkungan. Diharapkan kiranya kepedulian masyarakat Kota Solok terhadap kebersihan bisa lebih ditingkatkan lagi dan Adipura dapat kita pertahankan.

Selain Kota Solok, 3 daerah lainnya di Sumatera Barat juga memperoleh Adipura yakni Kota Padang, Padang Panjang dan Payakumbuh.

Selain kebersihan infrastruktur kota, kriteria yang juga menjadi penilaian adalah kualitas kebersihan gedung perkantoran, sekolah-sekolah, pasar, terminal dan lainnya. Penilaian tersebut sudah dilaksanakan oleh tim dari pemerintah pusat sejak awal tahun 2007 ini.

Penghargaan Widyakrama
Walikota Solok Syamsu Rahim juga sangat konsern dalam meningkatkan pendidikan di daerahnya. Syamsu berpandangan bahwa kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan perlu diperluas dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat perlu ditingkatkan.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan dicanangkannya program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, sejak 2 Mei 1994. Program ini mendapatkan perhatian penuh dari Pemko Solok. Sehingga pada tahun 2007 Pemerintah Pusat memberikan Penghargaan Widyakrama kepada Pemerintah Kota Solok.

Penganugerahan Pengharagaan Widyakrama dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia di Halaman Candi Prambanan (Lapangan Taman Siva) pada rangkaian acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2007 sekaligus Refleksi 1 tahun gempa Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Selain kepada Kota Solok, pemerintah juga memberikan Penghargaan Widyakrama kepada 3 Provinsi (Nagro Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Jawa Timur) dan 4 Kabupaten (Jembrana, Samosir, Karanganyar, dan Minahasa Selatan) serta 4 Kota lainnya (Cirebon, Lhokseumawe, Langsa, dan Bandar Lampung).

Menurut Syamsu, faktor sumber daya manusia merupakan salah satu modal dalam berusaha dan keberhasilan usaha sangat tergantung kepada sumber daya manusia yang tersedia sebagai tenaga kerja yang berkualitas.

Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia di Kota Solok juga merupakan faktor penentu untuk dapat mengelola sumber daya alam yang ada. Dari piramida penduduk Kota Solok tahun 2004 terlihat bahwa jumlah penduduk usia produktif (15 – 60 tahun) yang berjumlah 32.655 jiwa (69%) dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non produktif . Dari gambaran ini terlihat bahwa Kota Solok memiliki potensi SDM yang memadai karena jumlah usia produktif yang ada cukup besar. Penduduk usia produktif sebagai angkatan kerja merupakan salah satu modal dalam pelaksanaan pembangunan.

Profil Kota Solok
Kota Solok adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sumatra Barat. Secara geografis Kota Solok memiliki letak yang strategis karena berada di persimpangan jalur lintas Sumatra bagian Tengah dan Kota Solok juga merupakan pintu gerbang menuju Kota/Kabupaten yang mempunyai akses ekonomi ke Kota Solok seperti Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.

Terletak antara 0º32′ – 1º45′ Lintang Selatan dan 100º32′ – 101º41′ Bujur Timur dengan luas daerah sekitar 57,64 Km² atau 5.764 Ha (0,14% dari luas Propinsi Sumatera Barat). Dibandingkan dengan kota-kota di Propinsi Sumatera Barat, luas Kota Solok berada diurutan keempat setelah Kota Padang, Kota Sawahlunto dan Kota Payakumbuh.

Wilayah Kota Solok terdiri dari 2 (dua) kecamatan, yaitu Kecamatan Lubuk Sikarah seluas 3.500 Ha dengan 7 (tujuh) kelurahan dan Kecamatan Tanjung Harapan seluas 2.264 Ha dengan 6 (enam) kelurahan.

Batas wilayah sebelah Utara Kecamatan Nagari Tanjuang Bingkuang, Aripan dan Kuncir Kabupaten Solok; Sebelah Selatan Kecamatan Nagari Gaung, Panyakalan, Koto Baru, Selayo Kabupaten Solok; Sebelah Barat Kecamatan Nagari Selayo, Koto Sani Kabupaten Solok; Sebelah Timur Kecamatan Nagari Saok Laweh, Guguk Sarai dan Kecamatan Gaung Kabupaten Solok. TI/marzuka

Data Singkat
Syamsu Rahim, Walikota Solok / Pelopori Etika Pemerintahan | Direktori | Walikota, Pemda, solok

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here